WidgetBucks - Trend Watch - WidgetBucks.com

Jumat, 31 Agustus 2007

TIM SUKSES SEPAKAT PEMILU KALBAR DAMAI

Pontianak, 31/8 (ANTARA) - Partai politik dan tim sukses bakal calon Gubernur dan Wakil Gubernur Kalimantan Barat periode 2008 - 2013 sepakat untuk mengusung Pemilihan Umum (Pemilu) secara damai dan bertanggungjawab.

Dalam penandatangan nota kesepakatan damai Pemilu 2007 yang difasilitasi Kepolisian Kota Besar (Poltabes) Pontianak di Hotel Kini, Pontianak, Jumat, seluh partai politik akan turut serta menyukseskan terlaksananya pemilihan langsung kepala daerah di Kalbar.

Selain itu, mereka juga siap mendukung tindakan tegas aparat sesuai prosedur terhadap para pelanggar hukum yang dilakukan pihak manapun yang bersifat anarkis dan mengganggu keamanan serta ketertiban di Kalbar.

Kepala Poltabes Pontianak, Kombes (Pol) Awang Anwaruddin mengatakan, meski belum ada penetapan calon gubernur dan wakil gubernur oleh Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kalbar, namun kesepakatan itu diharapkan dapat mengikat setiap pihak.

"Kalau terjadi bakal calon digugurkan karena tidak memenuhi persyaratan, kesepakatan ini dapat mengikat," katanya.

Ketua tim Sukses salah satu bakal calon Oesman Sapta - Ignatius Lyong, Abdul Salam menyatakan siap mendukung upaya damai tersebut. Pihaknya juga sepakat untuk tidak melakukan tindakan balasan meski atribut atau baliho maupun media kampanye lain dari figur yang diusung dirusak oknum tertentu.

Ketua KPU Kota Pontianak, Hefni Supardi menyambut baik sikap kepolisian untuk menciptakan Pemilu yang damai. KPU, lanjut Hefni, bekerja ekstra keras mengingat tahapan Pemilu Gubernur dan Wakil Gubernur di Kalbar amat singkat yakni tiga bulan.

Ia mengakui, pada tahapan saat ini yakni pendaftaran pemilih masih terdapat riak-riak namun dalam kategori wajar.

Ia juga berharap partai politik mengingatkan kader maupun simpatisannya untuk mendukung pelaksanaan pemilihan tersebut dengan berbondong-bondong mengecek daftar pemilih sementara yang diumumkan oleh lurah atau desa masing-masing.

Sebelumnya, Ketua DPRD Kalbar, Zulfadhli menyatakan adanya potensi konflik dalam Pemilu Gubernur dan Wakil Gubernur Kalbar. Hal itu disebabkan adanya figur yang masih mengusung isu suku, agama, ras dan antargolongan guna menarik simpati pemilih. (T011/

KPU KALBAR GUGURKAN CALON PERSEORANGAN

Pontianak, 31/8 (ANTARA) - Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kalimantan Barat tidak memproses kelanjutan dari calon perseorangan yang mendaftar dalam Pemilihan Umum (Pemilu) Gubernur dan Wakil Gubernur Periode 2008-2013.

"KPU hanya menerima pendaftaran tetapi tidak memproses lebih lanjut karena belum ada aturan yang mengatur mengenai calon perseorangan," kata Ketua Pokja Pencalonan KPU Kalbar, Nazirin di Pontianak, Jumat.

Selain empat pasang bakal calon Gubernur dan Wagub Kalbar yang diusung partai politik, KPU Kalbar juga menerima pendaftaran dari pasangan Elman M Syahril dan Suryansyah. Keduanya mendaftar menjelang berakhirnya batas waktu pendaftaran yakni pukul 23.00 WIB, Senin (27/8), tanpa diusung partai politik manapun.

Nazirin mengatakan, aturan yang belum ditetapkan pemerintah diantaranya mengenai dukungan suara minimal yang harus dimiliki calon perseorangan.

"Saat calon perseorangan itu ingin mengambil formulir, juga tidak dapat KPU layani. Karena tidak ada formulir pendaftaran untuk calon perseorangan," katanya.

Pasangan Elman M Syahril dan Suryansyah tetap menyerahkan sejumlah berkas seperti ijazah dan daftar riwayat hidup ke KPU.

Empat pasang balon Gubernur dan Wakil Gubernur Kalbar yang diusung partai politik berdasarkan urutan pendaftaran yakni Akil Mochtar (anggota Komisi III DPR RI) - Anselmus Robertus Mecer (aktivis pemberdayaan ekonomi kerakyatan), Oesman Sapta (pengusaha) - Ignatius Lyong (birokrat), incumbent Usman Ja'far - Laurentius Herman (LH) Kadir, dan Cornelis (Bupati Landak) - Christiandy Sanjaya (Kepala Sekolah SMK Immanuel Pontianak).

Saat ini, KPU tengah melakukan klafirikasi terhadap laporan hasil kekayaan, nomor pokok wajib pajak serta ijazah dari setiap bakal calon. Menurut Nazirin, ada bakal calon yang melampirkan laporan hasil kekayaan berdasarkan perhitungan tahun 2006.

"Setelah berkonsultasi dengan Komisi Pemberantasan Korupsi, laporan hasil kekayaan yang dilampirkan harus tahun 2007 karena berkaitan dengan keinginan menjadi kepala daerah," katanya.

Berdasarkan jadwal, KPU Kalbar akan menetapkan bakal calon untuk maju dalam Pemilu Gubernur dan Wakil Gubernur Kalbar pada 20 September 2007. (T011/

Senin, 27 Agustus 2007

PENDAFTARAN CALON GUBERNUR KALBAR BERAKHIR

Pontianak, 27/8 (ANTARA) - Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kalimantan Barat menutup pendaftaran bakal calon Gubernur periode 2008-2013 setelah pasangan yang diusung PDI Perjuangan, Cornelis - Christiandi Sandjaya menjadi pendaftar terakhir.

Cornelis - Christiandy Sanjaya tiba di Kantor KPU Kalbar, Jalan Ahmad Yani Pontianak, Senin siang, masing-masing menggunakan sebuah kereta kuda, dengan diiringi massa dan simpatisan pendukung.

Porsi suara yang diperoleh PDI Perjuangan saat Pemilu 2004 lalu di Kalbar sebesar 17,07 persen telah memenuhi syarat minimal 15 persen. Sehingga Cornelis yang juga Ketua DPD PDI Perjuangan Kalbar itu tidak perlu berkoalisi dengan partai lain.

Dengan adanya pendaftaran tersebut, porsi suara telah terbagi ke seluruh partai. Porsi terbesar diperoleh pasangan incumbent, Usman Dja'far - Laurentius Herman Kadir yang diusung delapan partai politik dengan 52,39 persen suara. Delapan partai tersebut yakni Partai Golkar, Partai Keadilan Sejahtera (PKS), PAN (Partai Amanat Nasional), Partai Bintang Reformasi (PBR), Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), Partai Damai Sejahtera (PDS), Partai Persatuan Pembangunan (PPP) dan Partai Merdeka.

Kemudian pasangan Oesman Sapta (pengusaha) - Ignatius Lyong (birokrat) yang diusung Koalisi Kalbar Maju Adil Sejahtera (MAS) gabungan tujuh partai yakni Partai Perhimpunan Indonesia Baru (PIB), Partai Buruh Sosial Demokrat (PBSD), Partai Karya Peduli Bangsa (PKPB), Partai Persatuan Daerah (PPD), Partai Demokrat, PNI Marhaenisme, dan Partai Patriot.

Porsi suara pemilih dari tujuh partai tersebut dalam Pemilu 2004 adalah 15,45 persen.

Sedangkan pendaftar urutan pertama, M Akil Mochtar (anggota Komisi III DPR RI) - Anselmus Robertus Mecer (aktivis pemberdayaan ekonomi kerakyatan) yang diusung Koalisi Rakyat Kalbar Bersatu (KRKB), gabungan delapan partai gurem, memiliki porsi suara terkecil yakni 15,08 persen.

Delapan partai tersebut Partai Persatuan Demokrasi Kebangsaan (PDK), Partai Nasional Banteng Kemerdekaan (PNBK), Partai Bulan Bintang (PBB), Partai Keadilan dan Persatuan Indonesia (PKPI), Partai Penegak Demokrasi Indonesia (PPDI), Partai Pelopor, Partai Syarikat Indonesia (PSI) dan Partai Persatuan Nahdlatul Ummah Indonesia (PPNUI).

Cornelis saat ini juga menjabat sebagai Bupati Landak sedangkan Christiandi Sandjaya merupakan Kepala Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) Immanuel Pontianak.

Dalam visi misinya, pasangan ini bertekad menjadikan masyarakat Kalbar menjadi manusia sehat, cerdas dan sejahtera. Cornelis menyatakan, program pendidikan gratis merupakan hal yang mustahil dilakukan namun ia akan mengupayakan pengembangan sumber daya manusia secara terjangkau dan berkualitas.

Ketua KPU Kalbar, Aida Mochtar mengatakan, setelah seluruh bakal calon mendaftar, akan dilakukan verifikasi dan klarifikasi dari persyaratan yang ditetapkan.

Ia mengatakan, partai atau koalisi pengusung akan menerima hasil verifikasi dan klarifikasi tersebut untuk dilengkapi seandainya terdapat kekurangan.

"Kalau ada yang tidak memenuhi syarat, maka KPU akan mengembalikan sekaligus meminta partai atau koalisi pengusung untuk mengganti figur yang diusung," kata Aida Mochtar.

KPU Kalbar akan melakukan rapat pleno pada 20 September 2007 untuk menetapkan pasangan yang berhak maju dalam pemilihan gubernur Kalbar yang dijadwalkan berlangsung 15 Nopember mendatang. (T011/

DPRD KALBAR INGATKAN POTENSI KONFLIK SAAT PILGUB

Pontianak, 27/8 (ANTARA) - DPRD Kalimantan Barat mengingatkan adanya potensi konflik di provinsi tersebut menjelang Pemilihan Gubernur (Pilgub) periode 2008-2013 yang dijadwalkan berlangsung 15 Nopember 2007.

"Ada figur yang masih suka membawa isu-isu terkait SARA (Suku, Agama, Ras dan Antargolongan)," kata Ketua DPRD Kalbar, Zulfadhli di Pontianak, Senin.

Ia mengatakan, isu tersebut dimunculkan guna meraih simpati dari pendukung dengan harapan meraih suara terbanyak.

Menurut Zulfadhli, untuk mengantisipasi hal itu, aparat keamanan menyatakan kesiapannya mengambil sikap tegas terhadap pihak yang dianggap dapat mengganggu keamanan dan kestabilan Kalbar.

Ia juga meminta Panitia Pengawas (Panwas) Pilgub Kalbar yang sudah dilantik beberapa waktu lalu ikut mengawasi tingkah laku bakal calon gubernur yang dapat mengarah ke perpecahan.

"Tapi kami berharap tidak ada lagi bakal calon gubernur yang tetap mengusung isu SARA selama tahapan pemilihan," kata Zulfadhli.

Selain itu, ia mengharapkan pelaksanaan Pilgub Kalbar berlangsung aman, damai tanpa adanya pengkotak-kotakan masyarakat berdasarkan golongan tertentu.

Sementara Ketua Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Kalbar, Fatahillah Abrar mengakui adanya "arah" yang menuju terjadinya potensi konflik selama Pilgub Kalbar.

PKS, lanjut Fatahillah, akan melakukan upaya santun terhadap bakal calon gubernur yang diusung untuk meredam potensi konflik tersebut.

"Kami berharap, tidak ada provokator yang bermain dalam Pilgub Kalbar mendatang," katanya.

Berdasarkan data KPU Kalbar, telah tiga pasang calon yang mendaftar sebagai calon gubernur yakni Akil Mochtar (anggota Komisi III DPR RI) - Anselmus Robertus Mecer (aktivis pemberdayaan ekonomi kerakyatan), Oesman Sapta (pengusaha) - Ignatius Lyong (birokrat), dan Usman Dja'far - Laurentius Herman Kadir (pasangan incumbent). (T011/

INCUMBENT OPTIMIS RAIH 60 PERSEN SUARA DI PILGUB KALBAR



Pontianak, 27/8 (ANTARA) - Pasangan incumbent, Usman Dja'far dan Laurentius Herman (LH) Kadir optimis mampu meraih 60 persen suara dalam Pemilihan Gubernur (Pilgub) Kalimantan Barat periode 2008-2013 yang dijadwalkan berlangsung 15 Nopember 2007.

Saat mendaftar sebagai pasangan bakal calon (Balon) Gubernur di Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kalbar, Pontianak, Senin, Usman Dja'far dan LH Kadir diusung oleh delapan partai yang tergabung dalam Koalisi Harmonis

Delapan partai tersebut yakni Partai Golkar, Partai Keadilan Sejahtera (PKS), PAN (Partai Amanat Nasional), Partai Bintang Reformasi (PBR), Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), Partai Damai Sejahtera (PDS), Partai Persatuan Pembangunan (PPP) dan Partai Merdeka.

Porsi suara delapan partai tersebut dalam Pemilu 2004 mencapai 52,39 persen atau 1,002 juta pemilih.

Ketua DPD Partai Golkar Kalbar, Zulfadhli mengatakan, dengan mengacu hasil yang diraih pada Pemilu 2004, Koalisi Harmonis bertekad untuk mempertahankan dan meningkatkan suara pemilih.

"Dengan dukungan dari tiap partai, Koalisi Harmonis optimis suara yang diperoleh mencapai 60 persen," ujar Zulfadhli.

Sementara Usman Dja'far mengakui, setelah memimpin Kalbar sejak dilantik pada 13 Januari 2003, masih terdapat pembangunan yang belum tuntas. Ia tetap akan memfokuskan pada pembangunan infrastruktur terutama jalan, pendidikan, kesehatan serta bidang persemakmuran seperti pertanian, peternakan, perkebunan, perikanan dan pertambangan untuk mendukung peningkatan ekonomi Kalbar.

Mengenai pemanfaatan fasilitas negara terkait statusnya sebagai incumbent, pria kelahiran 10 September 1951 itu tidak menjawab secara pasti. Menurut dia, ada aturan untuk pejabat negara yang akan mengikuti tahapan pemilihan kepala daerah.

"Kalau tidak cuti, pejabat dimaksud tidak perlu ikut kampanye. Tetapi kalau cuti, maka dia dapat melaksanakan kampanye," ujarnya.

Ia juga menyiapkan visi sebagai "Kalbar yang Terbuka" untuk meningkatkan ekonomi di provinsi yang memiliki penduduk termiskin terbanyak se-Kalimantan itu.

Meski diusung partai besar dan mendominasi legislatif di Kalbar, namun tidak terlihat arak-arakan pendukung Usman Dja'far dan LH Kadir. Berangkat dari kediaman pribadi di Jalan Alianyang, Pontianak Kota, pasangan tersebut diiringi belasan kendaraan roda empat yang dinaiki pimpinan partai politik Koalisi Harmonis. (T011/

Jumat, 24 Agustus 2007

26 DOKTER DISIAPKAN UNTUK PERIKSA CAGUB KALBAR

Pontianak, 24/8 (ANTARA) - Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kalimantan Barat menyiapkan 26 dokter untuk melakukan pemeriksaan mental dan jasmani terhadap pasangan yang telah mendaftar sebagai bakal calon (Balon) Gubernur Periode 2008-2013.

"Dokter yang disiapkan itu memiliki spesialisasi yang berbeda mulai dari penyakit dalam, telinga hidung tenggorokan, kebidanan dan kandungan hingga syaraf," kata Ketua Kelompok Kerja (Pokja) Pencalonan KPU Kalbar, Nazirin di Pontianak, Jumat.

Ia menambahkan, untuk pelaksanaan pemeriksaan kesehatan itu, KPU mendapat rekomendasi dari Ikatan Dokter Indonesia (IDI) mengenai dokter dan rumah sakit yang dianggap layak. KPU Kalbar, kata Nazirin, hanya menyiapkan petunjuk teknis dari hasil pemeriksaan yang ingin dicapai.

Pelaksanaan pemeriksaan mental dan jasmani balon gubernur tersebut akan dilakukan di RSUD dr Soedarso Pontianak dan Rumah Sakit Layanan Khusus Sungaibangkong Pontianak.

Jadwal pemeriksaan dimulai sejak 27 - 30 Agustus yang disesuaikan dengan nomor urut pendaftaran serta tes kesehatan yang akan dilaksanakan masing-masing balon gubernur dan wakil gubernur.

Menurut Nazirin, tim dokter itu akan memberikan rekomendasi atas penilaian mental dan jasmani balon berupa ada atau tidaknya disabilitas yakni ketidakcakapan yang dapat menghambat atau meniadakan kemampuan dalam menjalankan tugas dan kegiatan sebagai gubernur/wakil gubernur.

Disabilitas ini cukup menentukan kelanjutan pasangan balon karena kalau ditemukan maka akan dinyatakan tidak memenuhi syarat secara kesehatan jiwa dan atau jasmani.

Waktu setiap pemeriksaan diperkirakan cukup lama. "Untuk pemeriksaan jasmani di RSUD dr Soedarso saja waktu yang dibutuhkan mungkin sekitar sembilan jam," kata Nazirin.

Sementara itu, memasuki hari keempat pendaftaran belum ada tambahan figur pasangan bakal calon gubernur yang mendaftar ke KPU Kalbar. Hanya pasangan Akil Mochtar (anggota Komisi III DPR RI) - Anselmus Robertus Mecer (aktivis pemberdayaan ekonomi kerakyatan) yang diusung delapan partai gurem yang tergabung dalam Koalisi Rakyat Kalbar Bersatu (KRKB) telah mendaftar pada hari pertama, Selasa (21/8).

Informasi yang dihimpun, figur lain yang juga siap maju seperti Cornelis (Bupati Landak) dikabarkan akan mendaftar pada Senin (27/8) malam hari. Sedangkan pasangan incumbent Usman Ja'far - LH Kadir pagi harinya.

Sementara untuk Oesman Sapta (pengusaha) yang juga siap maju dalam Pilgub Kalbar, pihak KPU Kalbar mendapat informasi akan mendaftar pada Minggu (26/8). (T011/

Selasa, 21 Agustus 2007

Akil Muchtar Daftar Calon Gubernur Kalbar


Media Indonesia - online
Penulis: Aries Munandar

PONTIANAK--MIOL: Anggota DPR, M Akil Muchtar dipastikan mencalonkan diri sebagai gubernur dalam Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Kalimantan Barat (Kalbar), 15 November mendatang. Ia mendaftarkan pencalonannya ke Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kalbar, Selasa (21/8).

Anggota Komisi III DPR ini maju dalam Pilkada Kalbar bersama mantan anggota MPR utusan golongan AR Mecer, sebagai calon wakil gubernur. Mereka dicalonkan delapan partai politik yang tergabung dalam Koalisi Rakyat Kalbar Bersatu, dengan total perolehan suara pada Pemilu 2004 sebesar 15,08.

Kedelapan partai politik tersebut, yakni Partai Persatuan Demokrasi Kebangsaan (PPDK), Partai Nasional Banteng Kemerdekaan (PNBK), Partai Bulan Bintang (PBB), Partai Keadilan dan Persatuan Indonesia (PKPI) dan Partai Penegak Demokrasi Indonesia (PPDI). Lalu, Partai Pelopor, Partai Sarikat Indonesia (PSI) dan Partai Persatuan Nahdlatul Ummah Indonesia (PPNUI).

Akil-Mecer menjadi pasangan calon gubernur dan wakil gubernur yang pertama mendaftarkan diri ke KPU Kalbar, sejak dimulainya masa pendaftaran pada 21-27 Agustus 2007.

Akil mengatakan pencalonannya sebagai gubernur Kalbar periode 2008-2013 telah mendapat izin dari pimpinan DPRD dan Partai Golkar. Kepada DPR tidak perlu meminta izin, tapi cukup memberitahukan kepada pimpinan DPR. Surat pemberitahuan itu sudah dilampirkan dalam berkas pendaftaran.

"Untuk partai, sejak jauh hari saya telah mendapatkan izin pimpinan," kata kader Partai Golkar dalam konfrensi pers, usai pendaftaran.

Dalam salah satu program kerjanya, Akil berjanji memprioritaskan pengentasan kemiskinan, menyelesaikan persoalan-persoalan lingkungan hidup dan memperbaiki kualitas pendidikan.

"Kami akan meningkatkan anggaran pendidikan menjadi 20 dalam APBD Kalbar," ujarnya.

Ketua Kelompok Kerja Pencalonan Kepala Daerah KPU Kalbar Nazirin mengatakan, KPU akan memberikan batas waktu hingga 3 September mendatang kepada pasangan calon untuk melengkapi berkas pendaftarana. (AR/OL-02).

AKIL MOCHTAR PENDAFTAR PERTAMA BALON PILGUB KALBAR


Pontianak, 21/8 (ANTARA) - Anggota DPR RI, Akil Mochtar dan aktivis pemberdayaan ekonomi kerakyatan, Anselmus Robertus (AR) Mecer, menjadi pasangan yang pertama kali mendaftar ke Komisi Pemilihan Umum (KPU) Provinsi Kalimantan Barat, Pontianak, Selasa, sebagai bakal calon (balon) gubernur periode 2008-2013.

Akil - Mecer diusung Koalisi Rakyat Kalbar Bersatu (KRKB) yang terdiri delapan partai yakni Partai Persatuan Demokrasi Kebangsaan (PDK), Partai Nasional Banteng Kemerdekaan (PNBK), Partai Bulan Bintang (PBB), Partai Keadilan dan Persatuan Indonesia (PKPI), Partai Penegak Demokrasi Indonesia (PPDI), Partai Pelopor, Partai Syarikat Indonesia (PSI) dan Partai Persatuan Nahdlatul Ummah Indonesia (PPNUI).

KRKB dideklarasikan sejak Sabtu (7/4) di Gedung Olahraga Pangsuma Pontianak. Meski partai pengusungnya tidak mendapat kursi di DPRD Kalbar, namun secara kumulatif KPU menilai telah memenuhi syarat minimal untuk pendaftaran yakni 287.013 suara atau 15 persen.

Delapan partai tersebut mengumpulkan 288.578 suara atau 15,08 persen dari total suara pemilih pada pemilu legislatif 2004.

Hasil seleksi awal itu disambut meriah hampir seribu pendukung Akil - Mecer yang memadati halaman dan ruangan pendaftaran di Kantor KPU Kalbar.

Ketua Kelompok Kerja (Pokja) Pencalonan KPU Kalbar, Nazirin mengatakan, pasangan balon gubernur akan menjalani tes berikutnya berupa pemeriksaan kesehatan pada Sabtu (25/8) oleh tim dokter yang telah ditunjuk secara resmi.

"Kalau dianggap tidak layak sesuai rekomendasi tim dokter, koalisi harus mengganti figur yang diusung," kata Nazirin.

Selain pemeriksaan administratif dan kesehatan, Pokja Pencalonan juga akan melakukan verifikasi faktual dengan mengecek langsung ke kediaman balon yang diusung.

Usai pendaftaran, Akil Mochtar yang duduk di Komisi III DPR RI itu mengakui adanya tekanan kuat dari berbagai pihak terhadap KRKB supaya tidak solid. "Dengan pendaftaran ini, kami membuktikan bahwa KRKB tetap solid dan tidak terpecah hingga hari pemungutan suara," kata Akil Mochtar yang tergabung dalam Fraksi Golkar itu.

Salah satu janji Akil - Mecer yakni alokasi 20 persen dari APBD Kalbar untuk pendidikan, peningkatan infrastruktur, program wajib belajar 12 tahun, pengentasan kemiskinan, perbaikan kesehatan masyarakat, serta kredit bergulir untuk pemberdayaan masyarakat.

Mengenai posisinya sebagai kader Golkar yang tidak diusung partainya sendiri, Akil mengatakan telah mengajukan izin ke Ketua Umum DPP Partai Golkar Jusuf Kalla.

Ia juga telah menyampaikan pemberitahuan kepada DPR sebagai lembaga terhadap keikutsertaannya dalam Pilgub Kalbar yang dijadwalkan berlangsung 15 November 2007.

Pasangan lain yang siap maju berdasarkan urutan abjad Cornelis (Bupati Landak) - Christiandi Sandjaja (tokoh masyarakat Tionghoa), Oesman Sapta (pengusaha) dan Usman Ja'far (incumbent)- LH Kadir (incumbent). (T011/

DPRD KALBAR SIAP KAJI ULANG PENETAPAN PANWAS PILGUB

Pontianak, 21/8 (ANTARA) - DPRD Kalimantan Barat siap mengkaji ulang surat keputusan penetapan anggota Panitia Pengawas (Panwas) Pemilihan Gubernur - Wakil Gubernur (Pilgub) 2007 menyusul protes Aliansi Jurnalis Independen (AJI) terhadap unsur pers yang terpilih.

"Kalau terbukti ada pelanggaran atau syarat administrasinya tidak terpenuhi, surat keputusan itu dapat dikaji ulang," kata Ketua DPRD Kalbar, Zulfadhli usai pelantikan anggota Panwas Pilgub Kalbar 2007 di Pontianak, Selasa.

Ia menambahkan, DPRD Kalbar melakukan serangkaian seleksi yang ketat terhadap seluruh pendaftar Panwas Pilgub Kalbar 2007.

Sebelumnya, pimpinan DPRD Kalbar melalui rapat tertutup, Senin (20/8) menetapkan tiga nama untuk menjadi anggota Panwas Pilgub yakni Rustam Halim (pers), Hardiyonoko Mijon (tokoh masyarakat) dan Ahyar Asmu'ie (perguruan tinggi).

Sedangkan dua nama lainnya yakni AKB Pol Ade Yana Supriyana (unsur kepolisian) dan Setia Untung Arimuladi (kejaksaan).

Sekretaris AJI Pontianak, M Aswandi menilai proses pemilihan tersebut terutama untuk unsur pers tidak memenuhi persyaratan yang berlaku. Rustam Halim dinyatakan tidak mewakili unsur pers karena pencalonannya berdasarkan rekomendasi dari organisasi wartawan yang tidak lolos verifikasi yang dilakukan Dewan Pers.

"Tiga organisasi wartawan yang lolos verifikasi Dewan Pers yakni AJI, PWI (Persatuan Wartawan Indonesia) dan IJTI (Ikatan Jurnalis Televisi Indonesia)," kata Aswandi.

Rustam Halim mendapat rekomendasi dari Persatuan Jurnalis Indonesia (PJI). AJI Pontianak sendiri merekomendasikan salah satu anggotanya, Rudy Agus, untuk mengikuti seleksi tersebut namun tidak terpilih.

"PJI juga sudah bubar. Terpilihnya Rustam menunjukkan DPRD Kalbar tidak profesional serta cenderung mempunyai kepentingan," katanya.

Sekretaris Komisi A (Bidang Hukum dan Pemerintahan) DPRD Kalbar, Zainuddin Isman mengakui, status maupun rekomendasi organisasi untuk Rustam Halim sempat menjadi pertimbangan saat seleksi.

Namun, Komisi A selaku panitia seleksi telah berkonsultasi dengan Dewan Pers maupun Departemen Hukum dan HAM.

"Dari sudut pandang organisasi, status maupun rekomendasi atas nama Rustam Halim dapat diterima," kata Zainuddin Isman.

Verifikasi yang dilakukan Dewan Pers terhadap 26 organisasi wartawan yang telah menandatangani Kode Etik Jurnalis Indonesia tidak otomatis membubarkan organisasi wartawan yang tidak memenuhi Standar Organisasi Wartawan (SOW).

Menurut Zainuddin Isman, terpilihnya Rustam Halim juga tidak berkaitan dengan rekomendasi organisasi melainkan dianggap layak dan memiliki nilai tertinggi dibanding calon lain dari unsur pers.

Komisi A juga merekomendasikan ke unsur pimpinan bahwa Panwas Pilgub Kalbar memerlukan calon yang sudah berpengalaman dalam menangani masalah pemilihan kepala daerah.

"Rustam Halim sudah pernah menjabat sebagai anggota Panwas saat pemilihan presiden dan legislatif 2004," kata Zainuddin Isman.

Meski terjadi protes, namun Ketua Pengadilan Tinggi Kalbar, Sofjan Tandjung tetap melantik anggota Panwas Pilgub Kalbar 2007 di Gedung DPRD Kalbar. (T011/

Partai Demokrat Usung Oesman Sapta Calon Gubernur Kalbar

Pontianak-Dewan Pimpinan Pusat Partai Demokrat (DPP PD) telah menetapkan mantan Wakil Ketua Majelis Permusyawaratan (MPR), H Oesman Sapta menjadi calon Gubernur Kalimantan Barat periode 2008–2013. Pemilihan langsung digelar tanggal 15 November 2007.

Ketua DPD Partai Demokrat Provinsi Kalbar H Henri Usman kepada SH, Selasa (21/8), menjelaskan penetapan dari DPP Partai Demokrat sudah dilakukan pekan lalu, melalui rapat lengkap pengurus.

Partai Demokrat berkoalisi dengan sejumlah partai kecil untuk mengusung H Oesman Sapta. Menurut Henri, pihaknya masih menggodok kader internal untuk ditetapkan sebagai calon Wakil Gubernur, setelah berkordinasi dengan H Oesman Sapta. Salah satu calon Wakil Gubernur adalah Arya Tanjungpura yang sekarang menjadi Wakil Ketua DPRD Provinsi Kalbar dari Fraksi Partai Demokrat.

Sementara itu, Dewan Pimpinan Pusat Partai Damai Sejahtera (PDS) melalui surat keputusan nomor 167/SK.DPP.PDS/VIII/2007, tanggal 9 Agustus 2007 memutuskan memecat Ketua DPD PDS Provinsi Kalimantan Barat, Suprianto, karena dinilai tidak loyal terhadap garis partai menjelang Pemilihan Gubernur (Pilgub) Kalbar periode 2008–2013.

PDS bersama Dewan Pimpinan Pusat Partai Golongan Karya (DPP Golkar), Partai Persatuan Pembangunan (PPP), Partai Amanat Nasional (PAN), Partai Keadilan Sejahtera (PKS), Partai Bintang Reformasi (PBR), Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) dan Partai Merdeka, Minggu (12/8) lalu, telah mendeklarasikan dukungan pencalonan kembali Gubernur Kalbar H Usman Jafar berpasangan dengan Wagub LH Kadir.

Anggota Dewan Penasihat PDS Provinsi Kalbar Pendeta Barnabas Simin kepada SH menjelaskan, untuk mengisi kevakuman, Gideon Mamahit, salah satu fungsionaris pengurus partai di tingkat pusat ditunjuk hingga limit waktu yang tidak ditentukan sebagai caretaker ketua. (aju)

Senin, 20 Agustus 2007

PANWAS PILKADA KALBAR DIDOMINASI MUKA BARU

Pontianak, 20/8 (ANTARA) - Muka baru mendominasi Panitia Pengawas Daerah (Panwasda) Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Kalimantan Barat yang ditetapkan pimpinan DPRD Kalbar melalui rapat tertutup di Pontianak, Senin.

Lima nama yang dijadwalkan Selasa (21/8) dilantik sebagai Panwasda Kalbar yakni AKB Pol Ade Yana Supriyana (unsur kepolisian), Setia Untung Arimuladi (kejaksaan), Rustam Halim (pers), Hardiyonoko Mijon (tokoh masyarakat) dan Ahyar Asmu'ie (perguruan tinggi).

"Dari lima nama itu, hanya Rustam Halim yang mempunyai pengalaman dalam Panwasda. Pada Pilpres dan Pemilu sebelumnya, ia pernah menjadi anggota Panwasda Kalbar," kata Ketua DPRD Kalbar, Zulfadhli usai rapat.

Berdasarkan PP No 6 tahun 2005 tentang Pemilihan, Pengesahan, Pengangkatan, dan Pemberhentian Kepala Daerah dan Wakil Kepala Daerah, pembentukan Panwasda dilakukan oleh DPRD sesuai tingkatan. Namun untuk anggota dari unsur kejaksaan dan kepolisian berupa usulan masing-masing instansi.

Komisi A (Bidang Hukum dan Pemerintahan) DPRD Kalbar, lanjut Zulfadhli, telah melakukan proses rekrutmen terhadap calon anggota Panwasda melalui seleksi administrasi, tes tertulis, uji kelayakan dan kepatutan.

Tes tertulis diikuti 16 pendaftar yang lolos seleksi administratif. Menurut Zulfadhli, hampir 80 persen dinilai layak dari segi kemampuan intelektual. Ada dua peserta seleksi yang sebelumnya menjadi Panwasda di Kabupaten Landak dan Sambas namun tidak terpilih.

"Dengan berbagai pertimbangan termasuk independensi tiap calon, disepakati tiga nama," katanya.

Ia mengakui, Panwasda akan menghadapi ujian berat dalam Pilkada Kalbar yang tahapannya telah dimulai 13 Agustus lalu. "Terlebih lagi Pilkada sifatnya langsung. Panwasda harus menggunakan ketentuan yang berlaku dan bekerja secara maksimal agar Pilkada Kalbar berlangsung lancar dan benar," ujarnya.

Sekretaris Komisi A DPRD Kalbar, Zainuddin Isman mengatakan, setelah dilantik, pihaknya akan langsung mengadakan rapat kerja dengan Panwasda. Salah satu tugas berat adalah menyusun rencana anggaran dan kerja serta menyiapkan pengawas di tingkat kecamatan.

"Pembiayaan untuk Panwasda akan diajukan di dalam Perubahan APBD Kalbar. Perkiraan awal, besarannya sekitar Rp2 miliar tapi mungkin belum mencukupi," kata Zulfadhli.

Komisi Pemilihan Umum Daerah (KPUD) Kalbar menjadwalkan pemungutan suara untuk Pilkada Kalbar pada 15 November 2007. Sejumlah pasangan yang siap maju yakni berdasarkan urutan abjad Akil Mochtar (Anggota DPR RI) - AR Mecer (aktivis ekonomi kerakyatan), Cornelis (Bupati Landak) - Christiandi Sandjaja (tokoh masyarakat Tionghoa), Oesman Sapta (pengusaha) dan Usman Ja'far (incumbent)- LH Kadir (incumbent). (T011/

Jumat, 10 Agustus 2007

DELAPAN PARTAI BESAR AKAN DEKLARASIKAN USMAN JA'FAR PADA PILKADA KALBAR

Pontianak, 10/8 (ANTARA) - Delapan partai politik besar akan berkoalisi untuk mendeklarasikan Usman Ja'far dan pasangannya Lourensius Herman Kadir, didepan halaman Korem 121 Alambhana Wanawwai, Pontianak, Minggu (12/8) untuk maju pada Pemilihan Kepala Daerah Kalimantan Barat, 15 Nopember mendatang.

Wakil Ketua Organisasi Keanggotaan dan Kaderisasi Partai Golongan Karya Dewan Pimpinan Daerah Kalimantan Barat, Daud Mountain, di Pontianak, Jumat, mengatakan, delapan partai politik tersebut sudah sepakat mengusung pasangan tersebut untuk maju di Pilkada Kalbar mendatang.

Adapun delapan partai politik tersebut, yaitu Partai Golkar, PPP, PAN, PKS, PBR, PKB Partai Merdeka, dan PDS, dengan sebutan koalisi harmoni. "Kita berharap deklarasi tersebut dihadiri oleh kader-kader, parsipatisan, anggota partai, pendiri dan didirikan Partai Golkar dan partai lainnya," kata Daud.

Ia mengatakan, rencananya deklarasi tersebut akan dimulai pagi hari hingga selesai dan akan dihadiri sekitar empat ribu masyarakat dari delapan partai tersebut.

Gubernur Kalbar, Usman Ja'far mengatakan, dirinya siap diusung oleh delapan partai itu, apalagi yang mengusung adalah partai-partai besar. "Saya siap untuk maju dalam Pilkada mendatang asal memang masih dipercaya oleh masyarakat," ujarnya.

Ia mengatakan, dirinya memang sudah melamar pada partai-partai politik yang ada, kecuali partai yang memang sudah punya calon untuk diusung dalam Pilkada mendatang.

Tahapan Pilkada Kalbar akan dimulai dari disuratinya Gubernur oleh DPRD mengenai masa berakhirnya masa jabatan enam bulan sebelumnya atau 13 Agustus. Waktu pemilihan suara dijadwalkan pada 15 November 2007.

Hingga kini, sejumlah nama sudah menyatakan diri siap maju dalam Pilkada Kalbar untuk menjadi Gubernur periode 2008-2013. Nama-nama tersebut berdasarkan urutan abjad yakni Akil Mochtar (anggota DPR RI), Buchary Abdurrahman (Walikota Pontianak), Cornelis (Bupati Landak), Oesman Sapta (pengusaha) dan Usman Ja'far (incumbent). (U.K-AL/

Sabtu, 04 Agustus 2007

DPRD KALBAR MULAI MENJARING ANGGOTA PANWASDA UNTUK PILKADA

Pontianak, 4/8 (ANTARA) - Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kalimantan Barat memulai proses penjaringan Panitia Pengawas Daerah (Panwasda) untuk mengawasi tahapan pelaksanaan Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) 2007 yang dimulai pada 13 Agustus mendatang.
Dalam pengumuman yang disampaikan DPRD Kalbar, Sabtu, disebutkan bahwa pengambilan formulir dan pendaftaran calon anggota Panwasda Kalbar di Sekretariat DPRD Kalbar mulai 6 hingga 10 Agustus pukul 08.00 - 14.00 WIB.
Keanggotaan Panwasda berjumlah lima orang terdiri dari unsur kepolisian, kejaksaan, perguruan tinggi, pers dan tokoh masyarakat.
Menurut Ketua DPRD Kalbar Zulfadhli, seleksi ditujukan untuk keanggotaan Panwasda dari unsur perguruan tinggi, pers dan tokoh masyarakat.
Secara umum, persyaratan menjadi anggota Panwasda yakni berusia minimal 30 tahun, sehat jasmani rohani, berhak memilih dan dipilih, tidak pernah dihukum penjara karena suatu putusan pidana, dan memiliki pengetahuan dan visi yang jelas tentang partai politik, pemilihan umum dan kemampuan kepemimpinan.
Sedangkan kelengkapan yang harus diserahkan saat pendaftaran diantaranya yakni mengajukan surat lamaran ke DPRD Kalbar, surat rekomendasi dari lembaga yang diwakili calon bersangkutan, surat pernyataan tidak sebagai pengurus partai politik atau tim kampanye/ tim sukses calon dalam pilkada, surat keterangan catatan kepolisia dan surat keterangan tidak sedang menjalani pidana penjara dari pengadilan negeri.
Tahapan Pilkada Kalbar akan dimulai dari disuratinya Gubernur oleh DPRD mengenai masa berakhirnya masa jabatan enam bulan sebelumnya atau 13 Agustus. Waktu pemilihan suara dijadwalkan pada 15 November 2007.
Hingga kini, sejumlah nama sudah menyatakan diri siap maju dalam Pilkada Kalbar untuk menjadi Gubernur periode 2008-2013. Nama-nama tersebut berdasarkan urutan abjad yakni Akil Mochtar (anggota DPR RI), Buchary Abdurrahman (Walikota Pontianak), Cornelis (Bupati Landak), Oesman Sapta (pengusaha) dan Usman Ja'far (incumbent). (T011/