WidgetBucks - Trend Watch - WidgetBucks.com

Rabu, 31 Oktober 2007

JURU KAMPANYE NASIONAL TURUT KAMPANYE GUBERNUR KALBAR

Pontianak, 30/10 (ANTARA) - Juru kampanye partai politik tingkat nasional, ikut serta berkampanye dalam pemilihan gubernur Kalimantan Barat (Kalbar) 2008-2013 di Pontianak, Selasa.

Juru kampanye nasional itu, semisal Ali Wongso Sinaga dari Partai Golkar dan Uray Faisal Hamid dari Partai Persatuan Pembangunan. Kedua orang tersebut bersama-sama juru kampanye daerah, ikut serta mengelu-elukan calon gubernur Kalbar 2008-2013, pasangan nomor urut 1. H Usman Ja'far - Laurentius Herman Kadir, di halaman Stadion Sultan Syarif Abdurrahman, Pontianak.

Ali Wongso Sinaga, dalam kampanye sekitar 5 menit, mengingatkan masyarakat yang hadir dalam kampanye putaran pertama tersebut agar memilih pasangan nomor 1, UJ-LHK yang sudah terbukti berhasil memimpin Kalbar selama lima tahun terakhir. "UJ dan LH Kadir sudah terbukti memimpin Kalbar dengan aman. Coba bandingkan dengan yang dulu, sekarang Kalbar menjadi aman," kata Ali Wongso Sinaga berjaket kuning.

Ia menyatakan, Partai Golkar akan mendorong dan membantu secara penuh pasangan Usman Ja'far dan LH Kadir memimpin dan membangun Kalbar. Bukti-bukti keberhasilan yang dicapai selama kepemimpinan UJ-LHK, amannya Kalbar, terjadinya pembangunan, harus ditingkatkan terus agar rakyat Kalbar sejahtera," katanya.

Sementara Uray Faisal Hamid yang jug tokoh PPP asal Kalbar, berpesan agar masyarakat kembali memilih pasangan UJ-LHK karena untuk melanjutkan pembangunan yang sudah berjalan selama ini.

Selain kedua orang tersebut, tampak ikut serta berkampanye, di antaranya, Ketua DPW Partai Kebangkitan Bangsa Kalbar, Syarif Abdullah Alkadrie, Ketua DPW Partai Amanat Nasional Kalbar, Muda Mahendrawan. Pasangan UJ-LHK diusung delapan partai meliputi Partai Golkar, Partai Keadilan Sejahtera (PKS), PAN (Partai Amanat Nasional), Partai Bintang Reformasi (PBR), Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), Partai Damai Sejahtera (PDS), Partai Persatuan Pembangunan (PPP) dan Partai Merdeka, dengan perolehan suara dalam Pemilu 2004 mencapai 53,39 persen.

Kampanye hari pertama tersebut, diisi hiburan pedangdut A Rafiq, Elvi Sukaesih dan Siti KDI. Warga yang hadir tampak berjoget sambil mengibarkan bendera partai-partai. Di pentas kampanye, Uray Faisal Hamid, Usman Ja'far, para ketua partai pengusung, juga tampak berjoget sambil memberikan simbol angka satu pada jari telunjuk masing-masing.

Selain di Kota Pontianak, tiga pasangan calon gubernur lain juga sedang mengadakan kampanye di daerah kabupaten/kota di wilayah Kalbar sesuai jadwal kampanye yang diputuskan melalui pencabutan undian. Pasangan nomor urut 2. Oesman Sapta Odang - Ignatius Lyong berkampanye di Sintang, urut 3. Pasangan M Akil Mochtar - AR Mecer di Sanggau, urut 4. Cornelis - Christiandy Sanjaya di Singkawang.

PILGUB KALBAR RAWAN INTIMIDASI DAN POLITISASI ETNIS

Pontianak, 30/10 (ANTARA) - Solidaritas Mahasiswa dan Pengemban Amanat Rakyat (Solmadapar) Kalimantan Barat (Kalbar), dalam aksinya di tugu Digulis Universitas Tanjungpura Pontianak, Selasa, memperingatkan Pemilihan Gubernur (Pilgub) yang berlangsung 15 November mendatang rawan intimidasi, politisasi etnis dan politik uang.

"Kalau memang diperlukan, masyarakat jangan ikut memilih dalam pemilihan gubernur, karena hanya menguntungkan salah satu pasangan calon yang tidak sesuai dengan kriteria pemimpin yang dibutuhkan oleh masyarakat Kalbar," kata Koordinator aksi mahasiswa, Dedy Armayadi, saat melakukan aksi "Golput" (golongan putih) di Tugu Digulis Untan, Jl Ahmad Yani.

Akibat aksi tersebut, lalu lintas di sekitar kawasan tersebut menjadi macet, meskipun puluhan aparat Kepolisian Kota Besar Pontianak sudah bersusah payah mengatur lalu lintas agar tidak sampai macet.

Mulai hari ini, empat pasangan calon gubernur Kalbar berkeliling wilayah setempat guna berkampanye hingga 11 November mendatang.

Berdasarkan penetapan nomor urut para calon, urut 1, pasangan incumbent, Usman Ja'far - Laurentius Herman Kadir, urut 2. H Oesman Sapta Odang - Ignatius Lyong, urut 3. HM Akil Mochtar - AR Mecer dan urut 4. Cornelis - Christiandy Sanjaya. Empat psangan calon tersebut akan maju dalam Pilgub Kalbar 2008-2013.

Dedy Armayadi mengatakan, masyarakat hendaknya tidak mudah dibuai oleh janji para pasangan calon yang akan maju dalam Pilgub nanti, karena janji tersebut hanya diucapkan saat kampanye. Tetapi pada saat menjabat nanti para pemimpin yang terpilih hanya sibuk mengurus bagaimana mengembalikan modal yang telah ia keluarkan selama kampanye.

"Mari kita golput saja, daripada pemimpin yang kita pilih nantinya hanya akan mengecewakan kita," katanya.

Hal senada juga diserukan oleh Suud (24) salah seorang peserta aksi, mengatakan, daripada bersusah payah memilih pemimpin yang belum tentu benar, lebih baik tidak memilih satu pun pasangan calon gubernur dan wakil gubernur.

Ia menuding, pesta demokrasi yang diselenggarakan secara besar-besaran di Kalbar hanya menghambur-hamburkan uang rakyat. "Kita sepertinya dihipnotis oleh pesta demokrasi itu, padahal masih banyak penindasan, intimidasi dan perpecahan yang sering terjadi menjelang pemilu gubernur nanti," katanya.

Suud juga mempertanyakan, seusai Pilkada nanti kehidupan masyarakat Kalbar yang masih banyak di bawah garis kemiskinan, dan rendahnya pelayanan kesehatan serta minimnya sarana dan prasarana infrastruktur, bisa dipenuhi oleh pemimpin baru?

Dalam aksinya para mahasiswa menolak anti inkonsistensi gerakan mahasiswa dan pemuda Kalbar, menolak politik uang, intimidasi dan politisasi etnisitas pada Pilkada. Mereka juga mengingatkan pentingnya prioritas pelayanan umum dan jangan mabuk Pilkada.

KPU Provinsi Kalbar menetapkan jadwal kampanye untuk empat pasang calon gubernur-wakil gubernur yang akan berlangsung mulai 29 Oktober - 11 Nopember. Daerah kampanye terbagi menjadi empat zona yakni Zona I meliputi Kota Pontianak, Kabupaten Pontianak, Kabupaten Ketapang dan Kabupaten Kayong Utara.

Kemudian Zona II Kota Singkawang, Kabupaten Bengkayang, dan Kabupaten Sambas. Zona III meliputi Kabupaten Sanggau, Kabupaten Landak dan Kabupaten Sekadau. Sedangkan Zona IV Kabupaten Sintang, Kabupaten Kapuas Hulu dan Kabupaten Melawi.

Sementara waktu kampanye terbagi menjadi empat periode yakni 30 Oktober - 1 Nopember, 2 - 4 Nopember, 5 - 7 Nopember, dan 8 - 10 Nopember. Untuk kampanye tanggal 29 Oktober, setiap calon akan diberi kesempatan menyampaikan visi misinya di Gedung DPRD Kalbar, Pontianak. Kemudian tanggal 11 Nopember kampanye debat publik di media massa.

Berdasarkan hasil cabut undi yang dilakukan masing-masing tim kampanye calon, periode pertama kampanye untuk pasangan nomor urut 1 di Zona I, nomor urut 2 Zona IV, nomor urut III Zona III, dan nomor urut IV Zona II.

Periode kedua, nomor urut 1 di Zona IV, nomor urut 2 Zona III, nomor urut 3 Zona II, dan nomor urut 4 di Zona I. Kemudian periode ketiga, nomor urut 1 di Zona III, nomor urut 2 di Zona II, nomor urut 3 Zona I, dan nomor urut 4 Zona IV.

Periode terakhir, nomor urut 1 di Zona II, nomor urut 2 Zona I, nomor urut 3 Zona IV, dan nomor urut 4 di Zona III.

OESMAN SAPTA AKAN PERJUANGKAN PENAMBAHAN APBD KALBAR

Pontianak, 29/10 (ANTARA) - Pasangan calon gubernur Kalimantan Barat 2008-2013 Oesman Sapta Odang - Ignatius Lyong dalam penyampaian visi dan misinya di ruang Balairung Sari Gedung DPRD Kalbar, Senin, menyatakan, akan memperjuangkan penambahan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Kalbar dari Rp1,1 triliun menjadi Rp5 triliun hingga Rp10 triliun/tahun.


"Saat ini para pemimpin tidak hanya menyampaikan wacana-wacana, melainkan apa yang telah ia perbuat selama memimpin," kata Oesman Sapta Odang dengan lantang saat menyampaikan visi dan misinya dalam Rapat Paripurna Istimewa DPRD Kalbar yang dipimpin Ketua DPRD Kalbar, Zulfadli.

Dalam visi dan misinya pasangan yang maju melalui Koalisi Kalbar Maju Adil Sejahtera (MAS) itu, akan konsen memperjuangkan pendidikan dan kesehatan gratis. Karena dua hal tersebut sangat menentukan bagi kemajuan Kalbar mendatang.

"Suatu daerah tidak akan bisa maju kalau dua hal tersebut tidak bisa didongkrak. Bagaimana suatu daerah bisa maju kalau Sumber Daya Manusia (SDM)-nya tidak mendukung," katanya setengah bertanya.

Ia mengatakan, bagaimana Kalbar bisa maju kalau APBD pertahunnya hanya Rp1,1 triliun, apabila dibandingkan dengan jumlah penduduk 4,5 juta dan luas wilayah sekitar 146.807 kilometer persegi.

"Kalau tidak diperjuangkan mulai sekarang, mungkin seratus tahun lagi Kalbar baru bisa maju untuk mengejar ketertinggalannya dari daerah lain. Maka dari itu mari kita bersama-sama mendorong uang masuk melalui relasi, lobi-lobi serta partner yang langsung datang dari luar negeri ke Kalbar. Sehingga tidak lagi tergantung pada pemerintah pusat," katanya.

Ia juga menambahkan, akibat masih rendahnya dukungan dari APBD, bidang pendidikan di Kalbar menjadi semakin tertinggal, masih banyak masyarakat yang tidak bisa melanjutkan sekolah.

"Kami akan memperjuangkan pendidikan dan pelayanan kesehatan gratis, dan kalau dalam tiga tahun tidak berhasil memimpin Kalbar, saya siap turun dari jabatan gubernur kalau nanti terpilih," katanya lagi.

Selain itu, dalam visi dan misinya Oesman Sapta Odang - Ignatius Lyong juga akan memperjuangkan dan meningkatkan pelayanan pengentasan kemiskinan, perluasan lapangan kerja, pembangunan infrastruktur, pembangunan ekonomi kemitraan dan lain-lain.

Oesman Sapta - Ignatius Lyong diusung oleh tujuh partai yang tergabung dalam Koalisi Kalbar MAS. Tujuh partai itu adalah Partai Perhimpunan Indonesia Baru (PIB), Partai Buruh Sosial Demokrat (PBSD), Partai Karya Peduli Bangsa (PKPB), Partai Persatuan Daerah (PPD), Partai Demokrat, PNI Marhaenisme, dan Partai Patriot. Jumlah suara ketujuh partai tersebut dalam Pemilu 2004 adalah 15,45 persen.

Sementara pasangan incumbent Usman Ja'far - LH Kadir diusung Koalisi Harmonis yakni gabungan Partai Golkar, Partai Keadilan Sejahtera (PKS), PAN (Partai Amanat Nasional), Partai Bintang Reformasi (PBR), Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), Partai Damai Sejahtera (PDS), Partai Persatuan Pembangunan (PPP) dan Partai Merdeka. Porsi suara delapan partai pada pemilu legislatif 2004 lalu mencapai 52,41 persen.

Sedangkan Akil Mochtar - AR Mecer diusung Koalisi Rakyat Kalbar Bersatu (KRKB) yang terdiri delapan partai, yakni Partai Persatuan Demokrasi Kebangsaan (PDK), Partai Nasional Banteng Kemerdekaan (PNBK), Partai Bulan Bintang (PBB), Partai Keadilan dan Persatuan Indonesia (PKPI), Partai Penegak Demokrasi Indonesia (PPDI), Partai Pelopor, Partai Syarikat Indonesia (PSI) dan Partai Persatuan Nahdlatul Ummah Indonesia (PPNUI). Porsi suara delapan partai gurem ini 15,08 persen.

Sementara Cornelis - Christiandy Sanjaya diusung oleh PDI Perjuangan dengan porsi suara yang diraih PDI Perjuangan pada Pemilu 2004 lalu 17,07 persen.

Berdasarkan penetapan nomor urut para calon, urut 1, Usman Ja'far - Laurentius Herman Kadir, urut 2. H Oesman Sapta Odang - Ignatius Lyong, urut 3. HM Akil Mochtar - AR Mecer dan urut 4. Cornelis - Christiandy Sanjaya.

Selasa, 30 Oktober 2007

CORNELIS PERJUANGKAN PEMBANGUNAN LANGSUNG SENTUH MASYARAKAT

Pontianak, 29/10 (ANTARA) - Pasangan calon gubernur Kalimantan Barat 2008-2013, Cornelis - Cristiandy Sanjaya, dalam penyampaian visi dan misinya di ruang Balairung Sari Gedung DPRD Kalbar, Senin, menyatakan, akan memprioritaskan pembangunan yang langsung menyentuh masyarakat, seperti peningkatan kesehatan, pendidikan dan kesejahteraan.

"Sudah saatnya masyarakat bisa menikmati langsung hasil pembangunan yang selama ini masih terkesan lebih banyak dinikmati oleh segelintir masyarakat yang tinggal di perkotaan," kata Cornelis saat menyampaikan visi dan misinya dalam Rapat Paripurna Istimewa DPRD Kalbar yang dipimpin Ketua DPRD Kalbar, Zulfadhli.

Saat penyampaian visi dan misinya, Cornelis mendapat sambutan sorak sorai dari puluhan pendukung fanatiknya yang berada di luar gedung DPRD Kalbar.

Ia mengatakan, yang mendasar saat ini yaitu, keinginan masyarakat akan adanya peningkatan supremasi hukum, keadilan sosial, perlindungan hak asasi manusia, suasana yang aman, damai, tenteram dalam kehidupan bermasyarakat. Selain itu masyarakat sangat menginginkan terciptanya pemerataan pembangunan di segala bidang, bidang ekonomi, sosial menuju pembangunan yang berkelanjutan.

Sendainya terpilih, ia mengatakan akan memprioritaskan pembangunan kebutuhan mendasar yaitu meningkatkan derajat kesejahteraan masyarakat, meningkatkan kecerdasan dan sumberdaya manusia, meningkatkan derajat kesehatan manusia, peningkatan sumberdaya aparatur dan pelayanan publik, meningkatkan pembangunan infrastruktur dasar, peningkatan kemampuan pembiayaan pembangunan, serta meningkatkan pemerataan pembangunan, keadilan, aman, damai dan ketahanan budaya.

Ia menambahkan, Kalbar saat ini masih belum bisa dikatakan merdeka, karena masih banyak sektor ekonomi, pendidikan, pelayanan kesehatan, dan pembangunan infrastruktur yang jauh tertinggal dari daerah lain.

"Mari kita bersama-sama memajukan Kalbar yang akan datang, dengan revolusi, yaitu memilih pemimpin yang peduli dengan kemajuan Kalbar," katanya.

Meski hanya didukung oleh satu partai politik yaitu PDIP, Cornelis - Christiandy Sandjaya, memiliki porsi suara yang diraih PDI Perjuangan pada Pemilu 2004 sekitar 17,07 persen.

Berdasarkan penetapan nomor urut para calon, urut 1, Usman Ja'far - Laurentius Herman Kadir, urut 2. H Oesman Sapta Odang - Ignatius Lyong, urut 3. HM Akil Mochtar - AR Mecer dan urut 4. Cornelis - Christiandy Sanjaya.

KPU Provinsi Kalbar menetapkan jadwal kampanye untuk empat pasang calon gubernur-wakil gubernur yang akan berlangsung mulai 29 Oktober - 11 Nopember 2007. Daerah kampanye terbagi menjadi empat zona yakni Zona I meliputi Kota Pontianak, Kabupaten Pontianak, Kabupaten Ketapang dan Kabupaten Kayong Utara.

Kemudian Zona II Kota Singkawang, Kabupaten Bengkayang, dan Kabupaten Sambas. Zona III meliputi Kabupaten Sanggau, Kabupaten Landak dan Kabupaten Sekadau. Sedangkan Zona IV Kabupaten Sintang, Kabupaten Kapuas Hulu dan Kabupaten Melawi.

Sementara waktu kampanye terbagi menjadi empat periode yakni 30 Oktober - 1 Nopember, 2 - 4 Nopember, 5 - 7 Nopember, dan 8 - 10 Nopember. Untuk kampanye tanggal 29 Oktober, setiap calon akan diberi kesempatan menyampaikan visi misinya di Gedung DPRD Kalbar, Pontianak. Kemudian tanggal 11 Nopember kampanye debat publik di media massa.

Berdasarkan hasil cabut undi yang dilakukan masing-masing tim kampanye calon, periode pertama kampanye untuk pasangan nomor urut 1 di Zona I, nomor urut 2 Zona IV, nomor urut III Zona III, dan nomor urut IV Zona II.

Periode kedua, nomor urut 1 di Zona IV, nomor urut 2 Zona III, nomor urut 3 Zona II, dan nomor urut 4 di Zona I. Kemudian periode ketiga, nomor urut 1 di Zona III, nomor urut 2 di Zona II, nomor urut 3 Zona I, dan nomor urut 4 Zona IV.

Periode terakhir, nomor urut 1 di Zona II, nomor urut 2 Zona I, nomor urut 3 Zona IV, dan nomor urut 4 di Zona III.

PASANGAN INCUMBENT PERTAHANKAN KALBAR HARMONIS DALAM ETNIS

Pontianak, 29/10 (ANTARA) - Pasangan incumbent, Usman Ja'far dan Laurentius Herman Kadir, calon gubernur Kalimantan Barat 2008-2013 , dalam menyampaikan visi dan misinya di ruang Balairung Sari Gedung DPRD Kalbar, Senin, akan tetap mempertahankan Kalbar ke depan, terwujudnya masyarakat yang harmonis dalam etnis, maju dalam usaha, tertib dalam pemerintahan menuju Kalbar sejahtera dan terbuka.

Meskipun dalam penyampaian visi dan misinya dalam Rapat Paripurna Istimewa DPRD Kalbar yang dipimpin Ketua DPRD Kalbar, Zulfadli, pasangan UJ-LHK terkesan menyampaikan laporan pertanggungjawaban (LPJ), tetapi pasangan tersebut dengan semangat menyampaikan apa saja yang telah berhasil dibangun selama lima tahun pemerintahan.

"Tanpa harmonis dalam etnis, Kalbar ke depan tidak akan bisa maju, karena berdasarkan pengalaman pahit Kalbar masa lalu, pertikaian antar etnis sangat berdampak pada merosotnya pembangunan di segala bidang. Banyak investor enggan menanamkan investasinya akibat pertikaian itu," kata Usman Ja'far.

Ia menjelaskan, harmonis dalam etnis yaitu membangun rasa aman, hidup berdampingan secara damai, rukun dalam rumah tangga, antartetangga, warga RT/RW dalam bingkai NKRI tanpa memandang suku, golongan dan kepercayaan dengan masyarakat yang terbuka, yaitu membangun kerjasama dan sinergi di bidang kebudayaan serta masyarakat.

Selain itu, pasangan bernomor urut 1 itu juga akan tetap mempertahankan visi maju dalam usaha, meningkatkan ekonomi rumah tangga menuju keluarga sejahtera, membangun infrastruktur dasar, memperkuat sektor keuangan daerah dengan konsep pasar terbuka, yaitu membangun "home industry", memperluas jaringan pemasaran di tingkat pasar global, serta membangun infrastruktur penunjang kegiatan ekonomi.

Serta tertib dalam pemerintahan, yaitu membangun ketertiban masyarakat agar taat kepada negara, tertib birokrasi, pembinaan akhlaq, peningkatan sumber daya manusia, serta meningkatkan pelayanan publik, dengan menerapkan menajemen pemerintahan yang terbuka, yaitu membangun admisnistrasi pemerintah standar secara regional, meningkatkan pelayanan publik hingga tingkat kecamatan, membangun desa-desa mandiri sesuai dengan potensinya.

Usman Ja'far mengatakan, syarat Kalbar terbuka yaitu, situasi keamanan kondusif, sehingga bisa menjamin keamanan modal para investor. "Kalau keamanan Kalbar sudah kondusif seperti sekarang, para investor akan berdatangan untuk berinvestasi. Apalagi Kalbar kaya akan sumber daya alam," ujar Usman Ja'far.

Adapun bentuk langkah konkrit yang akan dilakukan pihaknya kedepan, yaitu memberikan penyuluhan kepada tokoh masyarakat agar bisa menciptakan keamanan yang kondusif. Apabila ada permasalahan, secepatnya diselesaikan sesuai hukum yang berlaku, dan tidak dengan main hakim sendiri.

Dalam pemilihan kepala daerah 15 November mendatang, Usman Ja'far didukung delapan partai yakni Partai Golkar, Partai Keadilan Sejahtera (PKS), PAN (Partai Amanat Nasional), Partai Bintang Reformasi (PBR), Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), Partai Damai Sejahtera (PDS), Partai Persatuan Pembangunan (PPP) dan Partai Merdeka.

Pasangan Usman Ja'far dan LH Kadir Kadir optimis mampu meraih 60 persen suara dalam Pilgub Kalbar periode 2008-2013 tersebut. Porsi suara delapan partai tersebut dalam Pemilu 2004 mencapai 52,39 persen atau 1,002 juta pemilih.

Ia mengakui, setelah memimpin Kalbar sejak dilantik pada 13 Januari 2003, masih terdapat pembangunan yang belum tuntas. Ia tetap akan memfokuskan pada pembangunan infrastruktur terutama jalan, pendidikan, kesehatan serta bidang persemakmuran seperti pertanian, peternakan, perkebunan, perikanan dan pertambangan untuk mendukung peningkatan ekonomi Kalbar.

Sementara pasangan urut 2, H Oesman Sapta Odang (pengusaha) - Ignatius Lyong (asisten I Sekretaris Daerah Kalbar) diusung tujuh partai yang tergabung dalam Koalisi Kalbar Maju Adil Sejahtera (MAS) serta Partai Demokrat dengan jumlah suara dukungan 15,45 persen. Pasangan urut 3, HM Akil Mochtar - AR Mecer diusung Koalisi Rakyat Kalbar Bersatu (KRKB) yang terdiri delapan partai yakni Partai Persatuan Demokrasi Kebangsaan (PDK), Partai Nasional Banteng Kemerdekaan (PNBK), Partai Bulan Bintang (PBB), Partai Keadilan dan Persatuan Indonesia (PKPI), Partai Penegak Demokrasi Indonesia (PPDI), Partai Pelopor, Partai Syarikat Indonesia (PSI) dan Partai Persatuan Nahdlatul Ummah Indonesia (PPNUI). Porsi suara delapan partai gurem ini 15,08 persen.

Urut 4, Cornelis (Bupati Landak) - Christiandy Sandjaya diusung oleh PDI Perjuangan jumlah porsi suara yang diraih pada Pemilu 2004 17,07 persen.


HANYA PASANGAN AKIL MOCHTAR - AR MECER ANGKAT ISU LINGKUNGAN

Pontianak, 29/10 (ANTARA) - Dari empat calon gubernur yang menyampaikan visi dan misi di ruang Balairung Sari Gedung DPRD Kalimantan Barat, Senin, hanya pasangan nomor urut 3 HM Akil Mochtar-AR Mecer yang memaparkan isu kelangsungan lingkungan hidup.

"Pembangunan suatu wilayah apabila mengesampingkan pemeliharaan lingkungan hidup dengan baik, akan berdampak pada rusaknya lingkungan hidup dan masyarakatlah yang akan menerima akibatnya," kata HM Akil Mochtar, di Pontianak, saat penyampaian visi dan misi dalam Rapat Paripurna Istimewa DPRD Kalbar, di Pontianak.

Ia mengatakan, Kalbar sebagai paru-paru dunia secara dini harus memiliki seorang pemimpin yang peduli terhadap kelestarian lingkungan hidup, yang tidak semata-mata meningkatkan pembangunan di bidang apa saja dengan mengabaikan kelangsungan lingkungan hidup.

Selain mengangkat isu lingkungan, visi dan misi pasangan Akil Mochtar dan AR Mecer lainnya, yaitu menciptakan masyarakat Kalbar yang religius, menguasai pengetahuan, unggul, disiplin dan bertanggung jawab.

Misinya yaitu mewujudkan masyarakat Kalbar yang beriman dan bertaqwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, meletakkan perekonomian yang berlandaskan perekonomian daerah, meningkatkan pemerataan pembangunan, mencegah kejahatan transnasional di wilayah hukum Kalbar, menyelenggarakan pemerintahan yang profesional, memiliki kredibilitas dan bebas Korupsi, Kolusi dan Nepotisme (KKN).

Selain itu, Akil Mochtar, juga akan memperjuangkan pendidikan wajib belajar 12 tahun, perbaikan kesejahteraan guru, sarana sekolah.

Sementara di bidang kesehatan, meliputi peningkatan kualitas gizi ibu dan anak, penanggulangan HIV/AIDS dengan perlindungan terhadap masyarakat yang belum tertular. Bidang pengentasan kemiskinan, berupa pemberian kredit bergulir, mengembangkan ekonomi kerakyatan.

Bidang infrastruktur, meliputi peningkatan kebutuhan dasar serta pengembangan kawasan perbatasan dengan mengembangkan sektor perikanan dan kelautan, industri, perdagangan antarnegara dan meningkatkan sektor pertanian, pangan dan agroindustri.

Proses pemilihan gubernur secara langsung di Kalbar akan berlangsung pada 15 November, dan diikuti sekitar 2,9 juta pemilih.

Sebanyak empat pasangan calon siap bertarung pada pilkada kali ini, terdiri atas urut 1 Usman Ja'far (gubernur sekarang) - Laurentius Herman Kadir, urut 2 H Oesman Sapta Odang - Ignatius Lyong, urut 3 HM Akil Mochtar - AR Mecer dan urut 4 Cornelis - Christiandy Sanjaya.

Sementara itu, Ketua Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas HAM) Perwakilan Kalbar, Ahmad Husaini, mengatakan, dari empat pasangan calon gubernur yang telah menyampaikan visi dan misinya, hanga pasangan HM Akil Mochtar dan AR Mecer yang mengangkat isu hak asasi manusia (HAM).

"Padahal kita ketahui isu HAM saat ini sangat penting dalam menarik minat investor asing menanamkan modalnya. Bagaimana investor mau menanamkan modalnya apabila masih banyak pelanggaran-pelanggaran HAM di Kalbar," katanya setengah bertanya.

Ia mengatakan, akibat banyaknya pelanggaran HAM yang terjadi, tidak mustahil Kalbar akan semakin dikucilkan dan dianggap sepele oleh pihak asing, bahkan untuk memantau pelanggaran HAM, pihak asing tidak sungkan-sungkan mengirim langsung orangnya.

"Kalau pelanggaran HAM masih marak, maka bantuan-bantuan asing juga susah mau masuk ke Kalbar. "Oleh karena itu sudah sepantasnya orang yang mengangkat isu HAM memimpin Kalbar kedepan," kata Ahmad Husaini, seolah berkampanye.

Senin, 29 Oktober 2007

IZIN CUTI KAMPANYE CALON GUBERNUR KALBAR BELUM TURUN

Pontianak, 28/10 (ANTARA) - Izin cuti untuk mengikuti tahapan kampanye pemilihan gubernur yang ditetapkan KPUD Provinsi Kalimantan Barat, mulai Senin (29/10) hingga 11 November, bagi pasangan calon incumbent, yaitu Usman Ja'far dan Laurensius Herman Kadir hingga kini masih belum dikeluarkan Mendagri Mardiyanto .

Usman Ja'far, di Pontianak, Minggu, mengatakan, dirinya dan pasangannya LH Kadir mulai Senin siap melakukan kampanye sesuai jadwal yang telah ditetapkan Komisi Pemilih Umum Provinsi Kalbar.

"Mulai besok, Senin (29/10) jadwal kita yaitu penyampaian visi dan misi di Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kalbar yang rencananya akan diikuti oleh semua calon pasangan," katanya.

Usman Ja'far menjelaskan, pada 30 Oktober mulai berkampanye di Kota Pontianak, 31 Oktober di Kabupaten Pontianak, 1 November di Kabupaten Ketapang, 2 November di Kabupaten Kapuas Hulu, 3 November di Kabupaten Sintang.

Kemudian 4 November di Kabupaten Melawi, 5 November di Kabupaten Sekadau, 6 November di Kabupaten Sanggau, 7 November di Kabupaten Landak, 8 November di Kabupaten Bengkayang, 9 November di Kota Singkawang, dan 10 November di Kabupaten Sambas.

Namun begitu, ia mengakui hingga saat ini izin cuti kampanye yang telah diajukannya kepada Mendagri belum keluar.

"Kita sudah mengajukan izin cuti ke Mendagri, tetapi hingga saat ini belum turun, biasanya izin tersebut akan menyusul. Yang penting kami sudah mengajukan izin yang disertai dengan jadwal kampanye," katanya.

Untuk menghindari bias dari pemanfaatan fasilitas negara, saat salah satu di antara mereka (Usman Ja'far dan LH Kadir) tidak kampanye, maka yang bersangkutan akan tetap berada di kantor.

Sebelumnya, KPUD Kalbar menetapkan jadwal kampanye untuk empat pasang calon gubernur-wakil gubernur yang akan berlangsung mulai 29 Oktober - 11 Nopember 2007.

Daerah kampanye terbagi menjadi empat zona yakni Zona I meliputi Kota Pontianak, Kabupaten Pontianak, Kabupaten Ketapang dan Kabupaten Kayong Utara.

Kemudian Zona II Kota Singkawang, Kabupaten Bengkayang, dan Kabupaten Sambas. Zona III meliputi Kabupaten Sanggau, Kabupaten Landak dan Kabupaten Sekadau. Sedangkan Zona IV Kabupaten Sintang, Kabupaten Kapuas Hulu dan Kabupaten Melawi.

Sementara waktu kampanye terbagi menjadi empat periode yakni 30 Oktober - 1 November, 2 - 4 November, 5 - 7 Nopember, dan 8 - 10 November.

Untuk kampanye tanggal 29 Oktober, setiap calon akan diberi kesempatan menyampaikan visi misinya di Gedung DPRD Kalbar, Pontianak. Kemudian tanggal 11 November kampanye debat publik di media massa.

Rapat pleno di KPUD Kalbar pada Senin (24/9), nomor urut satu untuk pasangan incumbent Usman Ja'far - Laurentius Herman Kadir, kemudian Oesman Sapta Oedang - Ignatius Lyong, Akil Mochtar - Anselmus Robertus Mecer, dan Cornelis - Christiandy Sanjaya.

Berdasarkan hasil cabut undi yang dilakukan masing-masing tim kampanye calon, periode pertama kampanye untuk pasangan nomor urut 1 di Zona I, nomor urut 2 Zona IV, nomor urut III Zona III, dan nomor urut IV Zona IV.

Periode kedua, nomor urut 1 di Zona IV, nomor urut 2 Zona III, nomor urut 3 Zona II, dan nomor urut 4 di Zona I. Kemudian periode ketiga, nomor urut 1 di Zona III, nomor urut 2 di Zona II, nomor urut 3 Zona I, dan nomor urut 4 Zona IV.

Periode terakhir, nomor urut 1 di Zona II, nomor urut 2 Zona I, nomor urut 3 Zona IV, dan nomor urut 4 di Zona III. (K-AL/

DEKLARASI "SIAP MENANG SIANG KALAH" PILGUB KALBAR GAGAL

Pontianak, 28/10 (ANTARA) - Ketua Komisi Pemilihan Umum Daerah (KPUD) Kalimantan Barat, Aida Mochtar, kecewa acara "Launching Pilgub Damai" dan penandatanganan deklarasi "Siap Menang Siap Kalah" oleh pasangan calon gubernur 2008-2013 gagal dilaksanakan karena dua pasangan calon tidak menghadiri acara tersebut, Minggu.

Dua pasangan calon tidak hadir, HM Akil Mochtar - AR Mecer dan Cornelis - Christiandy Sanjaya. Sementara dua pasang calon lainnya, H Usman Ja'far(gubernur sekarang) - Laurentius Herman Kadir dan Oesman Sapta Odang - Ignatius Lyong, akhirnya memutuskan meninggalkan tempat acara, Gedung Olahraga Pangsuma Pontianak, sebelum acara tersebut sempat dibuka.

Ketua KPUD Kalbar, Aida Mochtar, mengatakan, pihaknya tidak bisa melarang keputusan adanya pasangan calon gubernur dan wakil gubernur yang meninggalkan tempat acara "Launching Pilgub Damai" karena kecewa tidak lengkapnya pasangan calon gubernur yang hadir.

Namun ia mengatakan, acara tersebut sangat bermanfaat untuk menciptakan pemilihan gubenur mendatang berjalan dengan aman dan damai tanpa harus mengorbankan masyarakat kecil untuk satu tujuan yaitu menang.

"Sebenarnya kita telah menyusun acara, dimana setiap calon pasangan akan menyampaikan komitmen menciptakan kondisi pemilihan yang aman dan damai. Dan komitmen itu akan didengarkan oleh masyarakat. Selain itu para pasangan calon juga akan mendengar harapan dari masyarakat itu sendiri ketika terpilih dalam Pilgub mendatang," kata Aida Mochtar.

Ketua KPUD itu juga menyatakan penyesalannya mengenai ketidakhadiran dua pasangan calon yang tidak memberikan konfirmasi.

"Padahal KPUD telah melakukan 'tehnical meeting' dengan tim kampanye dari pasangan calon dan meminta ketegasan mereka untuk hadir dalam deklarasi. Pada waktu itu mereka menyatakan siap hadir," katanya.

Mengenai kegiatan yang berakhir tanpa kesepakatan bersama dan deklarasi "Siap Menang Siap Kalbar" itu, Aida Mochtar menyatakan KPU menganggarkan sekitar Rp100 juta, melibatkan sekitar 1000 orang.

Aida Mochtar menambahkan selaku penyelenggara pemilihan gubenur, pihaknya merasa kurang dihargai karena ketidakhadiran para calon tanpa konfirmasi.

"Hari ini pasangan calon kita harapkan bisa menyampaikan kepada masyarakat bahwa mereka mempunyai komitmen yang sama untuk sebuah pilgub yang damai. Komitmen yang sama dan disaksikan masyarakat untuk bisa menerima kekalahan dan kemenangan. Namun yang penting dari itu, mereka bisa mendengar harapan perwakilan dari elemen masyarakat yang sengaja kita undang," katanya.

Bukan pelanggaran
Aida Mochtar menampik pendapat yang menyatakan pertemuan yang digelar KPUD Kabar sebelum masuk jadwal kampanye 29 Oktober itu, merupakan pelanggaran kampanye. Karena acara tersebut diadakan oleh KPU yang memang bertugas sebagai penyelenggara pemilihan gubernur.

"Kegiatan ini adalah program sosialisasi yang sudah direncanakan oleh KPU. Jadi pertemuan ini bukan kampanye. Yang dikenakan aturan kampanye itu pasangan calon," katanya.

Begitu pula dengan rencana akan adanya pawai keliling seusai acara tersebut, tidak bisa dimasukkan dalam kampanye, karena dilaksanakan oleh KPUD Kalbar.

"Karena tujuan diadakan sosialisasi Pilgub damai adalah agar para calon pasangan bisa memahami bagaimana kampanye yang benar agar tidak rusuh, karena empat pasangan itu berbeda-beda karakternya," katanya.

Sementara sebelumnya, salah satu calon gubernur, H Usman Ja'far menyatakan terpaksa meninggalkan tempat acara karena kecewa karena tidak lengkapnya pasangan calon tersebut.

Seorang calon wakil gubernur, Ignatius Lyong menyatakan, tidak lengkapnya pasangan calon menandakan ketidaksediaan para calon untuk membuat kesepakatan damai.

"Ini artinya tidak mau pilkada damai," katanya, sambil bergegas memasuki kendaraan pribadinya.

Sementara itu, salah satu calon lainnya, Oesman Sapta Odang, mengatakan, gagalnya acara tersebut akibat ketidaktegasan dari KPUD Kalbar dan Panwaslu, semestinya semua pasangan bisa hadir tidak hanya dua.

"Sikap saya sendiri, tetap patuh pada aturan yang telah ditentukan oleh KPUD Kalbar untuk hadir dalam acara. Tetapi ketika acara sudah dimulai dua pasangan lain tidak hadir maka saya harus mempunyai sikap, tidak ikut hadir karena kecewa pasangan lain tidak hadir," kata Oesman Sapta Odang.

Kampanye pemilihan gubernur Kalbar dimulai 29 Oktober dan berakhir pada 11 November. Sementara proses pemilihan langsung dengan empat pasangan calon yang akan dipilih sekitar 2,9 juta pemilih, berlangsung pada 15 November. (K-AL/

Jadwal Kampanye


KAMPANYE PILGUB KALBAR DIMULAI DENGAN PENYAMPAIAN VISI DAN MISI

Pontianak, 29/10 (ANTARA) - Kampanye pemilihan gubernur dan wakil gubernur Kalimantan Barat 2008-2013 hari Senin( 29/10) dimulai, diawali dengan penyampaian visi dan misi para calon gubernur di gedung DPRD Kalbar di ibu kota Pontianak, .

Acara penyampaian visi dan misi dibuka Ketua DPRD Kalbar, Zulfadhlie, di ruang Balairung Sari, yang ditandai dengan pembacaan sambutan di depan empat pasangan calon gubernur dan para anggota DPRD dan undangan.

Dalam kesempatan tersebut, Ketua DPRD meminta agar pemilihan gubernur dapat berjalan secara aman, tertib, lancar, jujur dan adil.

"Kita harapkan pilkada ini berjalan lancar, aman, tertib, jujur dan adil," katanya.

Proses pemilihan gubernur secara langsung di Kalbar akan berlangsung pada 15 November, dan diikuti sekitar 2,9 juta pemilih.

Sebanyak empat pasangan calon siap bertarung pada pilkada kali ini, terdiri atas urut 1, Usman Ja'far (gubernur sekarang) - Laurentius Herman Kadir, urut 2. H Oesman Sapta Odang - Ignatius Lyong, urut 3. HM Akil Mochtar - AR Mecer dan urut 4. Cornelis - Christiandy Sanjaya.

Penyampaian visi dan misi pada setiap pasangan calon gubernur berlangsung selama 30 menit, diawali calon gubernur urut 1 H Usman Ja'far didampingi calon wakil gubernur LH Kadir.

Saat berita ini ditulis, Usman Ja'far masih membacakan visi dan misinya, yakni mewujudkan Harmonis Dalam Etnis, Maju Dalam Usaha, Tertib Dalam Pemerintahan Menuju Masyarakat Kalbar yang Sejahtera. Terbuka dan Maju.

Ratusan warga masyarakat juga tampak meramaikan suasana hari pertama kampanye itu dengan menyaksikan siaran langsung di televisi yang terpasang di sisi kiri dan kanan teras depan gedung DPRD Kalbar.

Minggu, 28 Oktober 2007

CALON GUBERNUR KALBAR TINGGALKAN LAUNCHING PILGUB DAMAI

Pontianak, 28/10 (ANTARA) - Dua pasangan calon gubernur dan wakil gubernur Kalimantan Barat, Minggu, meninggalkan acara "Launching Pilgub Damai" di Gedung Olahraga Pangsuma Pontianak, karena kecewa tidak lengkapnya pasangan calon gubernur yang hadir.

Dua pasangan calon gubernur dan wakil gubernur yang meninggalkan pertemuan tersebut, pasangan H Usman Ja'far(gubernur sekarang) - Laurentius Herman Kadir dan H Oesman Sapta Odang - Drs Ignatius Lyong, MM.

Sementara dua pasangan yang tidak hadir, H Akil Mochtar SH, MH - Drs Anselmus Robertus Mecer dan Cornelis, SH, MH dan Drs Christiandy Sanjaya, SE, MM.

Acara yang dijadwalkan dibuka puku 09.00 WIB, baru dimulai pukul 10,00 WIB diawali dengan sejumlah tarian tradisional etnis besar, Dayak, Melayu dan Madura.

Namun seusai lagu "Pemilihan Gubernur Damai" dinyanyikan oleh enam orang penyanyi, dua pasangan calon gubernur - wakil gubernur tersebut meninggalkan tempat acara.

Salah satu calon gubernur, H Usman Ja'far menyatakan terpaksa meninggalkan tempat acara karena kecewa karena tidak lengkapnya pasangan calon tersebut.

Seorang calon wakil gubernur, Ignatius Lyong menyatakan, tidak lengkapnya pasangan calon menandakan ketidaksediaan para calon untuk membuat kesepakatan damai.

"Ini artinya tidak mau pilkada damai," katanya, sambil bergegas memasuki kendaraan pribadinya.

Para pasangan calon tersebut menyatakan kepada Ketua Komisi Pemilihan Umum Kalbar, tidak bisa terus berada di tempat acara dan tidak akan menandatangani kesepakatan damai tersebut.

Sementara dalam sambutan seusai perginya dua pasangan calon gubernur, Ketua Komisi Pemilihan Umum Kalbar, Aida Mokhtar menyatakan dua pasangan calon yang tidak hadir, sebelumnya tidak memberikan pemberitahuan.

"Walau begitu, saya mengucapkan terima kasih atas kehadiran dua pasangan calon gubernur yang telah hadir," katanya.

Saat berita ini disiarkan, sebagian tamu dan undangan telah meninggalkan lapangan Gedung Olahraga Pangsuma. Namun anggota KPU dan sejumlah tamu lainnya masih tetap bertahan di gedung berkapasitas 15 orang tersebut. (L. K-AL*N005/

Sabtu, 27 Oktober 2007

KAPOLDA KALBAR: PELAKU ANARKIS TEMBAK DI TEMPAT

Pontianak, 26/10 (ANTARA) - Kepala Kepolisian Daerah Kalimantan Barat (Kalbar), Brigadir Jenderal (Pol) Zainal Abidin Ishak, memerintahkan kepada aparatnya untuk tidak segan-segan menembak di tempat bagi pelaku anarkis dalam Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Kalbar, 15 Nopember mendatang.

"Asal sesuai prosedur, tidak ada masalah seorang anggota polisi menembak (melumpuhkan bukan menembak mati) seorang pelaku anarkis dalam kampanye, demonstrasi maupun kegiatan lainnya yang dapat membahayakan keselamatan orang lain," kata Zainal Abidin Ishak, seusai Gelar Pasukan Pengamanan Pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur Kalbar tahun 2007 di Halaman Korem 121 Alambhana Wanawwai, Jumat.

Ia mengatakan, dalam melumpuhkan pelaku anarkis, kepolisian mempunyai prosedur tetap (Protap) yaitu boleh melumpuhkan asal menembak dengan peluru karet atau peluru tajam dari bagian paha hingga kaki pelaku.

"Setiap polisi sudah mengetahui kapan harus menggunakan peluru karet atau peluru tajam dalam pengamanan," katanya.

Dari jadwal kampanye yang telah ditentukan oleh Komisi Pemilihan Umum Daerah (KPUD) Kalbar, tahapan kampanye Pilkada Kalbar akan dimulai pada 29 Oktober sampai dengan 11 Nopember. Kemudian masa tenang selama tiga hari, dan pemungutan suara, 15 Nopmeber, penghitungan suara, penetapan pasangan gubernur terpilih, pengesahan hasil Pemilu, dan pelantikan gubernur terpilih.

"Kita saat ini sedang mengumpulkan informasi apapun dari masyarakat, mengenai isu-isu maupun gangguan kamtibmas menjelang Pilkada Kalbar," kata Kapolda lagi.

Ia berharap pemilihan gubernur mendatang tidak ternoda oleh perbuatan yang kurang dewasa dalam berdemokrasi,. Tetapi berdasarkan pengalaman dari pemilihan bupati di delapan kabupaten yang berjalan dengan sukses, mudah-mudahan Pilgub juga bisa berjalan dengan lancar.

Untuk menghadapi gangguan kamtibmas berintensitas tinggi, pihaknya tetap menjalankan proses hukum yang berlaku dengan mengedepankan tindakan preventif dengan menjunjung tinggi yaitu yuridis prosedural, secara profesional dan tidak ada intervensi dari pihak manapun.

Sementara sebelumnya, Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kalimantan Barat menyatakan menerima laporan sementara dari KPU tingkat kabupaten/kota mengenai jumlah pemilih untuk Pemilu Gubernur-Wakil Gubernur periode 2008-2013 sebanyak 2.925.018 orang. (K-AL/

POLDA KALBAR KERAHKAN 6.936 PERSONEL AMANKAN PILGUB

Pontianak, 26/10 (ANTARA) - Kepala Kepolisian Daerah Kalimantan Barat (Kalbar), Brigadir Jenderal (Pol) Zainal Abidin Ishak, di Pontianak, mengatakan, Polda Kalbar mengerahkan 6.936 personel untuk mengamankan tahapan Pemilihan Gubernur (Pilgub) Kalbar, 15 Nopember mendatang.

"Kita tidak main-main dalam pengamanan Pilgub Kalbar, yang sebentar lagi akan mulai dilaksanakan yang dimulai tahapan kampanye, 29 Oktober - 11 Nopember, disusul masa tenang tiga hari, pemungutan suara, penghitungan suara, penetapan pasangan gubernur terpilih, pengesahan hasil pemilu, dan pelantikan gubernur terpilih," kata Zainal Abidin Ishak, seusai Gelar Pasukan Pengamanan Pemilu Gubernur Kalbar tahun 2007.

Gelar pasukan diikuti oleh Brigade Mobil lengkap dengan pasukan pemukul, Airud, Tim Gegana Polda Kalbar, Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP), serta Hansip yang dilakukan di depan markas Komando Resort Militer 121 Alambhana Wanawwai Pontianak.

"Kita melakukn gelar pasukan untuk mengecek secara langsung kesiapan perorangan, kesiapan kesatuan, kesiapan data maupun kesiapan operasional dalam pengamanan Pilgub mendatang," ujarnya.

Selain mempersiapkan pasukannya, Polda Kalbar juga telah melakukan pertemuan dengan kandidat calon gubernur, tim kampanye, Ketua KPUD Kalbar, Ketua Panwaslu, LSM, wartawan dan tokoh-tokoh masyarakat untuk bersama-sama menciptakn situasi yang kondusif selama pemilu gubernur berlangsung.

Zainal Abidin perpesan kepada personelnya agar segera melakukan identifikasi antisipasi terhadap setiap kerawanan yang sewaktu-waktu bisa muncul, mempersiapkan diri melakukan pengamanan, koordinasi yang baik antarinstansi, memberdayakan seluruh komponen masyarakat, membantu pendistribusian logistik Pemilu gubernur.

"Mulai hari ini saya sudah memerintahkan seluruh Polisi Resort untuk melakukan identifikasi titik-titik rawan gangguan kamtibmas menjelang Pemilu Gubernur Kalbar," kata Zainal Abidin Ishak.

Sementara itu, Ketua KPUD Kalbar, Aida Mochtar, mengatakan, jumlah pemilih untuk Pemilu Gubernur-Wakil Gubernur periode 2008-2013 sebanyak 2.925.018 orang. Berdasarkan laporan tersebut, jumlah tempat pemungutan suara (TPS) berkurang dari rencana awal 10.858 unit menjadi 9.654 unit.

Data dari KPU kabupaten/kota berbeda dibanding Daftar Penduduk Pemilih Potensial Pilkada (DP4) dimana jumlah pemilih sebanyak 2.915.565 orang.

"Kita berharap Pilgub Kalbar bisa berjalan aman dan sukses sehingga proses demokrasi tidak tercoreng akibat ulah segelintir oknum yang tidak ingin melihat Kalbar maju," kata Aida Mochtar. (K-AL/

GUBERNUR KALBAR MINTA MASYARAKAT TAK MUDAH TERPROVOKASI

Pontianak, 27/10 (ANTARA) - Gubernur Kalimantan Barat (Kalbar) Usman Ja'far, mengingatkan masyarakat hendaknya tidak mudah terprovokasi isu yang tidak menginginkan situasi kondusif menjelang pelaksanaan Pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur (Pilgub) 15 Nopember mendatang.

"Mari kita bersama-sama menjaga lingkungan kamtibmas masing-masing agar tidak mudah dipengaruhi dan disusupi oleh isu-isu yang bisa menyebabkan masyarakat terpecah belah kepentingan penyebar isu yang tidak benar. Kalau ada oknum tertentu yang sengaja berbuat untuk membuat lingkungan tidak kondusif, secepatnya dilaporkan kepada aparat terdekat," kata Usman Ja'far, seusai mengikuti acara Silaturahmi dengan Kerukunan Keluarga Sulawesi Selatan di Auditorium Universitas Tanjungpura Pontianak, Sabtu.

Ia mengatakan, kerukunan dalam multi etnis masyarakat Kalbar saat ini yang sudah terjalin jangan sampai berantakan hanya karena ulah segelintir orang yang tidak mau demokrasi di Kalbar berjalan maju. "Biasanya menjelang Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) banyak sekali isu yang membuat perpecahan antara kita, kalau tidak ditangani secepatnya maka bukan tidak mungkin hal terburuk bisa terjadi," kata Usman Ja'far.

Ia menambahkan, para calon gubernur yang maju dalam menyampaikan kampanye nantinya diharapkan tidak membawa isu yang dapat membahayakan keharmonisan masyarakat Kalbar. Masih banyak isu menarik yang bisa dikembangkan untuk membangun Kalbar ke depan.

Usman Ja'far berpesan, masyarakat jangan mudah terbuai oleh janji-janji manis balon gubernur dan wakil gubernur yang akan maju dalam Pilgub mendatang. "Pilihlah Cagub sesuai hati nurani masing-masing, karena Cagub terpilih nanti yang akan menentukan maju tidaknya Kalbar," kata Usman Ja'far yang juga akan maju dalam pilkada Kalbar.

Sebelumnya, Kepala Kepolisian Daerah Kalbar, Brigadir Jenderal (Pol) Zainal Abidin Ishak, memerintahkan kepada aparatnya untuk tidak segan-segan menembak di tempat bagi pelaku anarkis dalam Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Kalbar, 15 Nopember mendatang.

"Asal sesuai prosedur, tidak ada masalah seorang anggota polisi menembak (melumpuhkan bukan menembak mati) seorang pelaku anarkis dalam kampanye, demonstrasi maupun kegiatan lainnya yang dapat membahayakan keselamatan orang lain," kata Zainal Abidin Ishak.

Ia mengatakan, dalam melumpuhkan pelaku anarkis, kepolisian mempunyai prosedur tetap (Protap) yaitu boleh melumpuhkan asal menembak dengan peluru karet atau peluru tajam dari bagian paha hingga kaki pelaku.

Sementara untuk penyelenggaraan Pemilu, polisi mengidentifikasi kerawanan sesuai dengan karakteristik daerah dan massa pendukung calon yang berpotensi menimbulkan konflik baik antarpendukung calon maupun dengan penyelenggara Pemilu serta aparat di lapangan.

"Polisi bertindak tegas terhadap setiap pelanggaran seperti tidak adanya pemberitahuan kampanye maka pelaksanaannya akan dihentikan," katanya.

Selain itu, disiapkan pula tim khusus dengan melibatkan TNI AD untuk dikirim ke lokasi yang rawan.

Polda Kalbar saat ini juga telah berbenah secara internal diantaranya meningkatkan kemampuan negosiasi, pelatihan menembak, pengamanan very important person (VIP), mempersiapkan buku saku mengenai pelanggaran-pelanggaran dalam pelaksanaan Pemilu.

Berdasarkan rapat pleno KPU Kalbar di Pontianak, Senin (24/9), urutan dari pasangan yang akan maju dalam pemilu Kalbar yakni, nomor satu incumbent Usman Ja'far - Laurentius Herman Kadir, kemudian Oesman Sapta Oedang - Ignatius Lyong, Akil Mochtar - Anselmus Robertus Mecer, dan Cornelis - Christiandy Sanjaya. (K-AL/

Kamis, 25 Oktober 2007

JARINGAN PPR PANTAU PILKADA DI 16 KELURAHAN

Kamis, 25 Oktober
Pontianak Post

Pontianak,- Jaringan Pendidikan Pemilih Untuk Rakyat (JPPR) Kota Pontianak akan menurunkan sebanyak 52 orang relawannya yang tersebar di tiga daerah kecamatan yang ada di Kota Pontianak untuk memantau Pilkada Gubernur, 15 November mendatang.

Pantauan JPPR meliputi Kecamatan Pontianak Kota, Pontianak Barat dan Pontianak Utara. Menurut koordinator JPPR Kota Pontianak, Samsuddin SE MSi mengatakan relawannya sudah siap ikut serta melakukan proses pendidikan dan pemantauan terhadap proses pelaksanaan pilkada. Wilayah kelurahan yang dipantau sebanyak 16 kelurahan.

Pelaksanaan pilkada yang bersifat langsung seperti ini menuntut juga peran yang lebih besar dari masyarakat dalam turut mensukseskan sekaligus mengawal kebersihan pelaksanaannya.

“Kita di JPPR sebagai salah satu organisasi pemantau yang memiliki jaringan kerjasama dengan 30 organisasi sosial kemasyarakatan memiliki peran cukup besar mensukseskan sekaligus mengawal proses pelaksanaannya. Sehingga pilkada tersebut berjalan dengan aman, lancar, dan sesuai dengan aturan hukum dan perundang-undangan yang berlaku,” ungkapnya.

Lebih lanjut, ia mengatakan berbagai persiapan juga telah dilakukan JPPR Kota Pontianak dalam mendukung proses pendidikan dan pemantauan pilkada. Jelasnya, mulai dari tahap ToT untuk para koordiantor kecamatan sampai kepada pendistribusian dan pembagian wilayah kerja para relawan.

“Saat ini kita terus memantau tahap demi tahap pelaksanaan Pilkada yang dilakukan oleh KPU, apakah telah sesuai dengan aturan atau tidak. Disamping itu, banyaknya baliho dan spanduk-spanduk yang terpasang diberbagai sudut kota saat ini yang mengusung figur-figur calon gubernur Kalbar juga terus kita pantau, apakah para calon tersebut telah melanggar aturan kampanye atau tidak,” paparnya.

Samsuddin mengatakan kalau memang ditemukan adanya tindakan penyimpangan dari aturan yang berlaku, maka akan dilaporkan kepada Panwaslu untuk dilakukan tindakan. Sambung dia, keberhasilan pilkada yakni pada kelancaran program-program pembangunan dilakukan oleh gubernur terpilih nanti.

“Siapapun nanti yang tampil sebagai pemenang, jika proses pemilihan telah terlaksana sesuai aturan yang berlaku, maka masing-masing calon dan juga para pendukung calon tersebut harus legowo untuk menerimanya. Sebagai pengalaman baru dalam proses pembelajaran demokrasi, maka keberhasilan penyelenggaraan Pilkada nanti, diharapkan dapat menjadi pilar dalam proses pendewasaan politik,” harapnya. (riq)

FAPM DAYAK KALBAR USUNG PASANGAN CORNELIS-CHRISTIANDY JELANG PILKADA GUBERNUR KALBAR

Jumat, 2 Februari
Pontianak Post

Pontianak,- Forum Aspirasi Pemuda Mahasiswa (FAPM) Dayak Kalimantan Barat secara tegas mengusung pasangan Cornelis-Christiandy Sanjaya berkompetisi maju dalam pelaksanaan pilkada Gubernur Kalbar yang dihelat pertengahan November 2007.

Sekretaris FAPM Dayak Kalbar Edy Alex Serayox mengatakan, Dayak dan Tionghoa merupakan bagian dari masyarakat Kalbar yang harus berpartisipasi aktif dalam pembangunan di berbagai sektor. "Momentum pilkada haruslah direspon dan dimanfaatkan oleh masyarakat Dayak dan Tionghoa untuk ikut berperan serta," kata Edy di Pontianak, Kamis (2/1).

Menurut dia, keduanya adalah tokoh terbaik dari masyarakat Dayak dan Tionghoa yang memiliki peluang untuk ikut dalam suksesi kepemimpinan Kalbar mendatang. "Sebagai ketua partai politik, Cornelis memiliki dukungan politik dari masyarakat," kata Edy.

Tak hanya itu, sebagai birokrat dan politisi yang sudah teruji dan berpengalaman pada saat memimpin Kabupaten Landak yang kondisi sumber daya alamnya minim, konidisi sosial masyarakat yang keras.

"Sebagai putra daerah, Cornelis sangat mengerti karakteristik budaya masyarakat Dayak, Melayu, Tionghoa sehingga pemahaman serta penghayatan dalam menjawab hambatan, tantangan dan ancaman pembangunan Kalbar di era globalisasi dan pemekaran daerah ke depan dapat di atasi sebaik-baiknya," paparnya.

Edy juga berpendapat Cornelis merupakan calon gubernur yang bebas dari tuntutan masalah hukum. Berpasangan dengan Christiandy Sanjaya, yang merupakan presentasi masyarakat Tionghoa telah memosisikan keadaan power sharing yang adil karena Ketua DPRD Kalbar dan Sekda Kalbar berasal dari kalangan masyarakat Melayu.

Ia menilai Christiandy Sanjaya adalah satu-satunya tokoh masyarakat Tionghoa yang didukung masyarakat luas. Christiandy juga salah satu mantan anggota DPRD Kota Pontianak yang bersih dan bebas dari isu skandal keuangan daerah. "Selaku pendidik, Christiandy Sanjaya merupakan figur yang diharapkan bisa memperbaiki sistem pendidikan di Kalbar," katanya.

Edy menambahkan, sejumlah kriteria yang dimiliki pasangan calon tersebut diyakini mampu membawa masyarakat Kalbar dalam kondisi aman, sejahtera, dan bermartabat. (mnk/

HUJAN DERAS DIPERKIRAKAN "HANTUI" MASA KAMPANYE CAGUB KALBAR

Pontianak, 24/10 (ANTARA) - Tim kampanye calon Gubernur-Wakil Gubernur Kalimantan Barat periode 2008-2013 tampaknya harus mempertimbangkan faktor cuaca selama masa kampanye yang dijadwalkan berlangsung 29 Oktober hingga 11 November mendatang.

Menurut Kepala Seksi Observasi Badan Meteorologi dan Geofisika (BMG) Stasiun Meteorologi Bandar Udara Supadio Pontianak, Hazaim di Pontianak, Rabu, sepanjang Oktober hingga Desember, curah hujan di Kalbar rata-rata di atas 300 milimeter per bulan dengan 15-22 hari hujan.

"Bahkan untuk Kota Pontianak dan sekitarnya, curah hujan Oktober hingga hari ini sudah di atas normal yakni mencapai 514 milimeter dan 17 hari hujan," katanya.

Namun untuk kawasan pehuluan masih normal. Seperti Kota Putussibau, Kabupaten Kapuas Hulu, tercatat curah hujan 314 milimeter dan 14 hari hujan; Kota Ketapang, Kabupaten Ketapang, curah hujan 200 milimeter dan 14 hari hujan.

Hujan terutama terjadi pada sore hari mulai pukul 13.00 WIB hingga malam hari diselingi angin kencang dan petir. Kecepatan angin berkisar antara 5 - 12 knot per jam. Arah angin untuk pagi hari umumnya dari arah selatan lalu menjadi barat daya ke arah barat pada siang hari.

Dengan kondisi itu, Hazaim mengharapkan masyarakat yang melakukan aktifitas di luar ruangan pada siang hingga sore hari membawa perlengkapan antisipasi hujan seperti jas hujan dan payung.

Rapat pleno di KPU Kalbar pada Senin (24/9), nomor urut satu untuk pasangan incumbent Usman Ja'far - Laurentius Herman Kadir, kemudian Oesman Sapta Oedang - Ignatius Lyong, Akil Mochtar - Anselmus Robertus Mecer, dan Cornelis - Christiandy Sanjaya.

Daerah kampanye terbagi menjadi empat zona yakni Zona I meliputi Kota Pontianak, Kabupaten Pontianak, Kabupaten Ketapang dan Kabupaten Kayong Utara.

Kemudian Zona II Kota Singkawang, Kabupaten Bengkayang, dan Kabupaten Sambas. Zona III meliputi Kabupaten Sanggau, Kabupaten Landak dan Kabupaten Sekadau. Sedangkan Zona IV Kabupaten Sintang, Kabupaten Kapuas Hulu dan Kabupaten Melawi.

Sementara waktu kampanye terbagi menjadi empat periode yakni 30 Oktober - 1 Nopember, 2 - 4 Nopember, 5 - 7 Nopember, dan 8 - 10 Nopember. Untuk kampanye tanggal 29 Oktober, setiap calon akan diberi kesempatan menyampaikan visi misinya di Gedung DPRD Kalbar, Pontianak. Kemudian tanggal 11 Nopember kampanye debat publik di media massa.

Berdasarkan hasil cabut undi yang dilakukan masing-masing tim kampanye calon, periode pertama kampanye untuk pasangan nomor urut 1 di Zona I, nomor urut 2 Zona IV, nomor urut III Zona III, dan nomor urut IV Zona IV.

Periode kedua, nomor urut 1 di Zona IV, nomor urut 2 Zona III, nomor urut 3 Zona II, dan nomor urut 4 di Zona I. Kemudian periode ketiga, nomor urut 1 di Zona III, nomor urut 2 di Zona II, nomor urut 3 Zona I, dan nomor urut 4 Zona IV.

Periode terakhir, nomor urut 1 di Zona II, nomor urut 2 Zona I, nomor urut 3 Zona IV, dan nomor urut 4 di Zona III. (T011/

Rabu, 24 Oktober 2007

Foto-foto calon gubernur Kalbar 2008-2013


1. Pasangan H Usman Ja'far - Drs Laurentius Herman Kadir







2. Pasangan H Oesman Sapta Odang - Drs Ignatius Lyong, MM



3. Pasangan HM Akil Mochtar, SH, MH - Drs Anselmus Robertus Mecer










4. Pasangan Cornelis, SH,MH - Drs Cristiandy Sanjaya, MM

Sabtu, 20 Oktober 2007

INCUMBENT CUTI BERGILIRAN SELAMA KAMPANYE PEMILU KALBAR


Pontianak, 22/10 (ANTARA) - Pasangan incumbent, Usman Ja'far dan Laurentius Herman (LH) Kadir, tidak mengajukan cuti penuh selama masa kampanye Pemilu Gubernur-Wakil Gubernur Kalimantan Barat periode 2008-2013 yang dijadwalkan mulai 29 Oktober mendatang.

Wakil Gubernur Kalbar, LH Kadir di Pontianak, Senin, mengatakan, cuti yang diajukan ke Menteri Dalam Negeri itu waktunya disesuaikan dengan jadwal kampanye.

"Misalnya kalau saya kampanye, Pak Usman (Usman Ja'far -red) tidak cuti. Begitu juga sebaliknya," kata LH Kadir.

Ia mengaku tidak ingat secara pasti jadwal kampanye untuknya, namun salah satunya pada tanggal 29 - 31 Oktober. Menurut LH Kadir, pembatasan masa cuti untuk kampanye dimaksudkan agar tidak terjadi kekosongan di jajaran pimpinan pemerintahan provinsi Kalbar.

Untuk menghindari bias dari pemanfaatan fasilitas negara, saat salah satu di antara mereka tidak kampanye, maka yang bersangkutan akan tetap di kantor.

Sementara Sekretaris Daerah Pemprov Kalbar, Syakirman menambahkan, Menteri Dalam Negeri belum memberikan izin cuti kepada Usman Ja'far dan LH Kadir selama masa kampanye.

"Suratnya sudah diajukan tetapi izin dari Menteri Dalam Negeri belum ada," kata Syakirman. Ia mengatakan, cuti secara bergiliran itu untuk menghindari kevakuman dalam pemerintahan.

Dengan tenggat waktu kampanye tiga minggu, dikhawatirkan akan mengganggu kinerja pemerintah daerah kalau Gubernur-Wakil Gubernur cuti bersamaan.

Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kalbar menetapkan jadwal kampanye untuk empat pasang calon gubernur-wakil gubernur yang akan berlangsung mulai 29 Oktober - 11 Nopember 2007. Daerah kampanye terbagi menjadi empat zona yakni Zona I meliputi Kota Pontianak, Kabupaten Pontianak, Kabupaten Ketapang dan Kabupaten Kayong Utara.

Kemudian Zona II Kota Singkawang, Kabupaten Bengkayang, dan Kabupaten Sambas. Zona III meliputi Kabupaten Sanggau, Kabupaten Landak dan Kabupaten Sekadau. Sedangkan Zona IV Kabupaten Sintang, Kabupaten Kapuas Hulu dan Kabupaten Melawi.

Sementara waktu kampanye terbagi menjadi empat periode yakni 30 Oktober - 1 Nopember, 2 - 4 Nopember, 5 - 7 Nopember, dan 8 - 10 Nopember. Untuk kampanye tanggal 29 Oktober, setiap calon akan diberi kesempatan menyampaikan visi misinya di Gedung DPRD Kalbar, Pontianak. Kemudian tanggal 11 Nopember kampanye debat publik di media massa.

Rapat pleno di KPU Kalbar pada Senin (24/9), nomor urut satu untuk pasangan incumbent Usman Ja'far - Laurentius Herman Kadir, kemudian Oesman Sapta Oedang - Ignatius Lyong, Akil Mochtar - Anselmus Robertus Mecer, dan Cornelis - Christiandy Sanjaya.

Berdasarkan hasil cabut undi yang dilakukan masing-masing tim kampanye calon, periode pertama kampanye untuk pasangan nomor urut 1 di Zona I, nomor urut 2 Zona IV, nomor urut III Zona III, dan nomor urut IV Zona IV.

Periode kedua, nomor urut 1 di Zona IV, nomor urut 2 Zona III, nomor urut 3 Zona II, dan nomor urut 4 di Zona I. Kemudian periode ketiga, nomor urut 1 di Zona III, nomor urut 2 di Zona II, nomor urut 3 Zona I, dan nomor urut 4 Zona IV.

Periode terakhir, nomor urut 1 di Zona II, nomor urut 2 Zona I, nomor urut 3 Zona IV, dan nomor urut 4 di Zona III.


(T011/

Oesman Sapta Disambut Bak Selebriti


Pontianak Post
Sabtu, 20 Oktober 2007


Show Rhoma Irama di Kendawangan dan Teluk Batang Sukses

Pontianak,- BANYAK orang mengira, puluhan ribu rakyat datang ke tampat acara halal bi halal di Kendawangan dan Teluk Batang, justru karena ada raja dangdut Rhoma Irama. Ternyata dugaan itu salah. Jika orang terhibur dan ingin menyaksikan show-nya penyanyi dangdut tenar itu, tak bisa disangkal. Kejadian yang terjadi di Kendawangan pada Rabu sore dan Teluk Batang pada Kamis sore (18/10) menunjukkan bukti tersebut.


Di Kendawangan, kabupaten Ketapang, setelah rakyat mendengarkan salam silaturahmi Oesman Sapta, tak lama kemudian banyak rakyat ke luar lapangan meninggalkan acara, padahal baru saja Rhoma Irama memulai lantunan lagu-lagu dangdut kejayaannya.

Hal tersebut juga terjadi di lapangan bola kecamatan Teluk Batang, kabupaten Kayung Utara pada Kamis sore. Salam silaturahmi dan halal bi halal masyarakat bersama Oesman Sapta disambut puluhan ribu rakyat yang mengelu-elukan namanya bak bagai selebriti setara Rhoma Irama. Betapa tidak, ia memang tokoh yang dipuja oleh pencinta dan pendukungnya.

Belum lagi ketika kandidat gubernur Kalbar bernomor urut 2 ini singgah di sebuah restoran di tepian sungai Kapuas di desa Kubu. Kamis malam itu, Oesman Sapta berlayar mengarungi sungai sehabis bersilaturahmi dengan masyarakat Teluk Batang untuk kembali ke Pontianak.

Kedatangan Oesman Sapta secara tiba-tiba itu, kontan saja dibanjiri anak-anak kecil, anak muda dan ibu-ibu serta orangtua, kendati malam hari. Mereka berjubel di tepian sungai ingin menyalami bintang pujaan mereka, sang meteor Oesman Sapta. Mereka senyum dan tertawa girang dapat bersalaman dengan calon pemimpin mereka.

Dalam posisi demikian, membuat Oesman Sapta tak sempat makan malam di restoran itu. Setelah semua masyarakat yang menghampirinya puas dengan bertatap muka, barulah ia melanjutkan perjalanan dan mencari restoran lain yang agak sepi dari kerumunan massa.

"Hidup Oesman Sapta," teriak masyarakat itu sembari mengacungkan dua jari bertanda victory. (mco*).

Jadwal Kampanye Ditetapkan Lewat Cabut Undi


Pontianak Post
Sabtu, 20 Oktober 2007


Pontianak,- Penetapan jadwal kampanye Pemilu Gubernur Kalimantan Barat melalui mekanisme cabut undi. Tim kampanye pasangan calon yang mencabutnya dalam rapat pleno di KPU Kalbar.


Menurut Ketua KPU Kalbar, Aida Mokhtar di Pontianak, kampanye secara resmi akan dimulai 29 Oktober dan berakhir pada 12 November mendatang. “Hari pertama kampanye, pasangan calon akan menyampaikan visi misinya di DPRD Kalbar. Hari terakhir, akan digelar debat kandidat di media elektronik,” kata Aida.

KPU Kalbar membagi wilayah kampanye menjadi empat zona. Zona pertama di Kota Pontianak, Kabupaten Pontianak, Kabupaten Ketapang, dan Kabupaten Kayong Utara. Zona kedua: Kota Singkawang, Kabupaten Sambas, Kabupaten Bengkayang. Kemudian zona ketiga: Kabupaten Landak, Kabupaten Sanggau, dan Kabupaten Sekadau. Sementara zona keempat: Kabupaten Sintang, Kabupaten Melawi, dan Kabupaten Kapuas Hulu.

Awalnya tim kampanye Cornelis-Christiandy Sanjaya menolak mekanise cabut undi tersebut. Sebab otoritas penetapan jadwal kampanye berada di tangan KPU Kalbar. “Tim kampanye hanya memberi masukan saja,” kata Ketua Tim Kampanye Cornelis-Christiandy, Thomas Alexander.

“KPU sudah menetapkan dalam rapat pleno sebelumnya, kalau mekanisme penetapan jadwal kampanye dilakukan melalui cabut undi,” ujar Aida menjawab penolakan dari tim kampanye salah satu kontestan pilkada tersebut.

Setelah semuanya bersepakat, maka cabut undipun digelar. Proses pencabutan sesuai dengan nomor urut pasangan calon. Tim kampanye Usman Jafar-LH Kadir yang pertama, disusul tim Oesman Sapta-Ignatius Lyong, kemudian tim Akil Mochtar-AR Mecer, ditutup tim Cornelis-Christiandy Sanjaya.

Setiap gulungan kertas memiliki satu huruf yang menandakan zona kampanye: A untuk zona satu, B untuk zona dua, C untuk zona tiga, dan D untuk zona empat. Setiap zona ada tiga hari yang menjadi kesempatan bagi pasangan calon untuk berkampanye. “Semua kandidat diberi kesempatan yang sama untuk berkampanye di zona yang telah ditentukan,” ujar Aida.

Usai tim kampanye mengambil gulungan kertas, secara serempak mereka membukanya. Pasangan UJ-LHK memiliki huruf A yang berarti zona satu, pasangan OSO-Lyong memiliki huruf D yang berarti zona empat, pasangan Akil-Mecer dengan huruf C yang berarti zona tiga, dan pasangan Cornelis-Sanjaya dengan huruf B yang berarti zona dua.

Jadwal kampanye terbuka maupun tertutup sesuai zona akan dimulai 30 Oktober hingga 11 November 2007. Selama masa itu, pasangan calon memanfaatkannya. Diharapkan juga bisa menjaga kondusifitas dengan menggelar kampanye damai. (mnk)

Jumat, 19 Oktober 2007

HNW: PILGUB BUKAN UNTUK PERTIKAIKAN ANTAR UMAT

Pontianak, 19/10 (ANTARA) - Ketua Majelis Permusyawaratan Rakyat Republik Indonesia (MPR-RI) Hidayat Nur Wahid mengatakan, pemilihan gubernur Kalimantan Barat mendatang (15/11) bukan bertujuan untuk menciptakan pertikaian antar umat, melainkan guna mencari pemimpin yag mampu memajukan Kalbar.

"Sekarang bukan jamannya lagi orang berlomba-lomba untuk menciptakan pertikaian antara kelompok agamis dan kelompok nasionalis, karena berdirinya bangsa Indonesia adalah hasil perjuangan bersama," kata Hidayat Nur Wahid, di Pontianak, Jumat, saat Halal Bihalal Bersama Keluarga Besar Partai Keadilan Sejahtera Kalbar.

Ia khawatir dimunculkannya asas tunggal sebagai langkah untuk mengembalikan politik ke jaman represif dimana pemeluk agama Islam dicurigai untuk ikut berpolitik.

"Jika ini terjadi lagi, proses demokratisasi tidak bisa berjalan dengan benar," katanya.

Hidayat Nur Wahid menambahkan, seandainya Pancasila dijalankan dengan benar, kehidupan berpolitik berasaskan pada Ketuhanan Yang Maha Esa. Artinya, perilaku politik yang tidak suka memecah belah, memfitnah, tidak mengadu domba antar umat beragama dan suku bangsa.

"Mari kita bangun perilaku politik yang tidak menggunakan kekerasan, arogan, premanisme, serta tidak menghadirkan nuansa politik yang biadab," katanya.

Hidayat Nur Wahid menyerukan agar masyarakat ataupun kelompok elit politik bisa berpolitik untuk satu tujuan yaitu menjaga persatuan dan kesatuan.

"Kita khawatir adanya wacana untuk membentuk Liga Nasional akan berdampak terpecah-belahnya bangsa," katanya.

Oleh karena itu, ia mengimbau agar semua pihak kembali pada fitrah bangsa Indonesia yang sejak dahulu tidak mempertentangkan perbedaan antar agama, karena kemerdekaan bangsa Indonesia terwujud berkat kerjasama yang luar biasa antar umat beragama dan segenap suku bangsa yang ada.

Pada Pilgub, 15 Nopember mendatang Komisi Pemilihan Umum Daerah (KPUD) Kalbar telah menetapkan empat pasang calon yang akan maju dalam Pilgub mendatang.

Pasangan incumbent Usman Ja'far - LH Kadir diusung Koalisi Harmonis yakni gabungan Partai Golkar, Partai Keadilan Sejahtera (PKS), PAN (Partai Amanat Nasional), Partai Bintang Reformasi (PBR), Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), Partai Damai Sejahtera (PDS), Partai Persatuan Pembangunan (PPP) dan Partai Merdeka. Porsi suara delapan partai pada pemilu legislatif 2004 52, 41 persen.

Oesman Sapta - Ignatius Lyong diusung oleh tujuh partai yang tergabung dalam Koalisi Kalbar Maju Adil Sejahtera (MAS). Tujuh partai itu adalah Partai Perhimpunan Indonesia Baru (PIB), Partai Buruh Sosial Demokrat (PBSD), Partai Karya Peduli Bangsa (PKPB), Partai Persatuan Daerah (PPD), Partai Demokrat, PNI Marhaenisme, dan Partai Patriot. Jumlah suara ketujuh partai tersebut dalam Pemilu 2004 adalah 15,45 persen.

Sedangkan Akil - Mecer diusung Koalisi Rakyat Kalbar Bersatu (KRKB) yang terdiri delapan partai yakni Partai Persatuan Demokrasi Kebangsaan (PDK), Partai Nasional Banteng Kemerdekaan (PNBK), Partai Bulan Bintang (PBB), Partai Keadilan dan Persatuan Indonesia (PKPI), Partai Penegak Demokrasi Indonesia (PPDI), Partai Pelopor, Partai Syarikat Indonesia (PSI) dan Partai Persatuan Nahdlatul Ummah Indonesia (PPNUI). Porsi suara delapan partai gurem ini 15,08 persen.

Sementara Cornelis - Christiandi Sanjaya diusung oleh PDI Perjuangan dengan porsi suara yang diraih PDI Perjuangan pada Pemilu 2004 yakni 17,07 persen. (K-AL)

Foto by: Nurul Hayat

Rabu, 10 Oktober 2007

OESMAN SAPTA KANDIDAT GUBERNUR KALBAR TERKAYA


Pontianak, 10/10 (ANTARA) - Pengusaha Oesman Sapta Odang (OSO) menjadi kandidat calon Gubernur Kalimantan Barat periode 2008-2013 yang memiliki harta kekayaan terbanyak dibanding calon lain dengan nilai Rp185,608 miliar dan 182.484 dolar AS.

Berdasarkan pengumuman harta kekayaan penyelenggara negara dari Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) yang disampaikan Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kalbar di Pontianak, Rabu, kekayaan OSO meningkat lebih dari 2,5 kali dibanding lima tahun lalu yang nilainya Rp54,044 miliar dan 122.484 dolar AS.

Sementara calon gubernur incumbent yang juga mantan Direktur Utama Lativi Media Karya, Usman Ja'far, harta kekayaannya per 5 September 2007 menurun dibanding tahun lalu dari Rp25,384 miliar menjadi Rp25,189 miliar.

Penurunan tersebut karena berkurangnya nilai harta bergerak dan harta bergerak lainnya serta giro dan setara kas lainnya kandidat yang diusung Koalisi Harmoni, gabungan delapan partai politik itu.

Anggota Komisi III DPR RI, M Akil Mochtar, pada Desember 2006, harta kekayaannya tercatat sebanyak Rp8,408 miliar dan 194.257 dolar AS, meningkat hampir dua kali lipat dibanding 2002 senilai Rp3,463 miliar dan 4.514 dolar AS.

Kandidat dari PDI Perjuangan, Cornelis, harta kekayaannya paling sedikit dibanding calon lain yakni Rp873,237 juta.

Sedangkan untuk calon wakil gubernur, pasangan Akil Mochtar, Anselmus Robertus (AR) Mecer memiliki harta kekayaan terbanyak yakni Rp3,316 miliar. Figur incumbent yang berpasangan dengan Usman Ja'far, Laurentius Herman (LH) Kadir, tercatat mempunyai harta kekayaan senilai Rp2,314 miliar.

Calon wakil gubernur paling muda, Christiandy Sanjaya, yang berpasangan dengan Cornelis, harta kekayaannya Rp746,586 juta. Berbanding terbalik dengan pasangannya, OSO, calon wakil gubernur Ignatius Lyong sebagai kandidat dengan harta kekayaan paling sedikit yakni Rp753,938 juta.

LH Kadir mengatakan, harta kekayaan yang diperoleh terutama berasal dari harta tidak bergerak seperti tanah yang nilainya terus mengalami peningkatan setiap tahun. Selain itu, juga hasil kerja kerasnya sebagai pegawai negeri sipil dan wakil gubernur dengan total waktu 44 tahun masa kerja.

Ketua KPU Kalbar, Aida Mochtar menambahkan, data yang disampaikan itu merupakan hasil verifikasi dari KPK. "Kejujuran dari masing-masing figur dan hasil verifikasi KPK sehingga diperoleh nilai kekayaan mereka," katanya.

KPU, lanjut Aida, sesuai UU No 32 tahun 2004 tentang Pemerintahan Daerah, wajib mengumumkan harta kekayaan dari setiap figur yang akan bertarung dalam pemilu kepala daerah sesuai tingkatan kerja. (T011/

Selasa, 09 Oktober 2007

Jumat, 05 Oktober 2007

Oesman Sapta Urutan Kedua Pilkada Kalbar

ANTARNUSA

Sinar Harapan, 25 September

Pontianak - Paket incumbent Gubernur H Usman Jafar–Wakil Gubernur Laurentius Herman Kadir berada di nomor urut pertama dalam penentuan nomor urut paket peserta Pemilihan Langsung Gubernur Kalimantan Barat periode 2008–2013, di Sekretariat Komisi Pemilihan Umum (KPU) Provinsi Kalbar, Senin (24/9).

Peserta nomor urut kedua, mantan Wakil Ketua Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR) H Oesman Sapta – Ignatius Lyong, ketiga anggota Komisi III Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) M Akil Mochtar – Anselmus Robertus Mecer dan nomor peserta keempat Bupati Landak, Cornelis–Christiandy Sanjaya.

Ketua KPU Provinsi Kalbar, Aida Mochtar mengatakan, dengan ditetapkan nomor urut, setiap paket calon sudah diperbolehkan melakukan sosialisasi, dengan menggunakan atribut sesuai nomor urut. Masa kampanye dijadwalkan dimulai 29 Oktober hingga 11 November 2007 dan pemilihan pada Kamis, 15 November. (aju)