WidgetBucks - Trend Watch - WidgetBucks.com

Selasa, 21 Agustus 2007

Akil Muchtar Daftar Calon Gubernur Kalbar


Media Indonesia - online
Penulis: Aries Munandar

PONTIANAK--MIOL: Anggota DPR, M Akil Muchtar dipastikan mencalonkan diri sebagai gubernur dalam Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Kalimantan Barat (Kalbar), 15 November mendatang. Ia mendaftarkan pencalonannya ke Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kalbar, Selasa (21/8).

Anggota Komisi III DPR ini maju dalam Pilkada Kalbar bersama mantan anggota MPR utusan golongan AR Mecer, sebagai calon wakil gubernur. Mereka dicalonkan delapan partai politik yang tergabung dalam Koalisi Rakyat Kalbar Bersatu, dengan total perolehan suara pada Pemilu 2004 sebesar 15,08.

Kedelapan partai politik tersebut, yakni Partai Persatuan Demokrasi Kebangsaan (PPDK), Partai Nasional Banteng Kemerdekaan (PNBK), Partai Bulan Bintang (PBB), Partai Keadilan dan Persatuan Indonesia (PKPI) dan Partai Penegak Demokrasi Indonesia (PPDI). Lalu, Partai Pelopor, Partai Sarikat Indonesia (PSI) dan Partai Persatuan Nahdlatul Ummah Indonesia (PPNUI).

Akil-Mecer menjadi pasangan calon gubernur dan wakil gubernur yang pertama mendaftarkan diri ke KPU Kalbar, sejak dimulainya masa pendaftaran pada 21-27 Agustus 2007.

Akil mengatakan pencalonannya sebagai gubernur Kalbar periode 2008-2013 telah mendapat izin dari pimpinan DPRD dan Partai Golkar. Kepada DPR tidak perlu meminta izin, tapi cukup memberitahukan kepada pimpinan DPR. Surat pemberitahuan itu sudah dilampirkan dalam berkas pendaftaran.

"Untuk partai, sejak jauh hari saya telah mendapatkan izin pimpinan," kata kader Partai Golkar dalam konfrensi pers, usai pendaftaran.

Dalam salah satu program kerjanya, Akil berjanji memprioritaskan pengentasan kemiskinan, menyelesaikan persoalan-persoalan lingkungan hidup dan memperbaiki kualitas pendidikan.

"Kami akan meningkatkan anggaran pendidikan menjadi 20 dalam APBD Kalbar," ujarnya.

Ketua Kelompok Kerja Pencalonan Kepala Daerah KPU Kalbar Nazirin mengatakan, KPU akan memberikan batas waktu hingga 3 September mendatang kepada pasangan calon untuk melengkapi berkas pendaftarana. (AR/OL-02).

AKIL MOCHTAR PENDAFTAR PERTAMA BALON PILGUB KALBAR


Pontianak, 21/8 (ANTARA) - Anggota DPR RI, Akil Mochtar dan aktivis pemberdayaan ekonomi kerakyatan, Anselmus Robertus (AR) Mecer, menjadi pasangan yang pertama kali mendaftar ke Komisi Pemilihan Umum (KPU) Provinsi Kalimantan Barat, Pontianak, Selasa, sebagai bakal calon (balon) gubernur periode 2008-2013.

Akil - Mecer diusung Koalisi Rakyat Kalbar Bersatu (KRKB) yang terdiri delapan partai yakni Partai Persatuan Demokrasi Kebangsaan (PDK), Partai Nasional Banteng Kemerdekaan (PNBK), Partai Bulan Bintang (PBB), Partai Keadilan dan Persatuan Indonesia (PKPI), Partai Penegak Demokrasi Indonesia (PPDI), Partai Pelopor, Partai Syarikat Indonesia (PSI) dan Partai Persatuan Nahdlatul Ummah Indonesia (PPNUI).

KRKB dideklarasikan sejak Sabtu (7/4) di Gedung Olahraga Pangsuma Pontianak. Meski partai pengusungnya tidak mendapat kursi di DPRD Kalbar, namun secara kumulatif KPU menilai telah memenuhi syarat minimal untuk pendaftaran yakni 287.013 suara atau 15 persen.

Delapan partai tersebut mengumpulkan 288.578 suara atau 15,08 persen dari total suara pemilih pada pemilu legislatif 2004.

Hasil seleksi awal itu disambut meriah hampir seribu pendukung Akil - Mecer yang memadati halaman dan ruangan pendaftaran di Kantor KPU Kalbar.

Ketua Kelompok Kerja (Pokja) Pencalonan KPU Kalbar, Nazirin mengatakan, pasangan balon gubernur akan menjalani tes berikutnya berupa pemeriksaan kesehatan pada Sabtu (25/8) oleh tim dokter yang telah ditunjuk secara resmi.

"Kalau dianggap tidak layak sesuai rekomendasi tim dokter, koalisi harus mengganti figur yang diusung," kata Nazirin.

Selain pemeriksaan administratif dan kesehatan, Pokja Pencalonan juga akan melakukan verifikasi faktual dengan mengecek langsung ke kediaman balon yang diusung.

Usai pendaftaran, Akil Mochtar yang duduk di Komisi III DPR RI itu mengakui adanya tekanan kuat dari berbagai pihak terhadap KRKB supaya tidak solid. "Dengan pendaftaran ini, kami membuktikan bahwa KRKB tetap solid dan tidak terpecah hingga hari pemungutan suara," kata Akil Mochtar yang tergabung dalam Fraksi Golkar itu.

Salah satu janji Akil - Mecer yakni alokasi 20 persen dari APBD Kalbar untuk pendidikan, peningkatan infrastruktur, program wajib belajar 12 tahun, pengentasan kemiskinan, perbaikan kesehatan masyarakat, serta kredit bergulir untuk pemberdayaan masyarakat.

Mengenai posisinya sebagai kader Golkar yang tidak diusung partainya sendiri, Akil mengatakan telah mengajukan izin ke Ketua Umum DPP Partai Golkar Jusuf Kalla.

Ia juga telah menyampaikan pemberitahuan kepada DPR sebagai lembaga terhadap keikutsertaannya dalam Pilgub Kalbar yang dijadwalkan berlangsung 15 November 2007.

Pasangan lain yang siap maju berdasarkan urutan abjad Cornelis (Bupati Landak) - Christiandi Sandjaja (tokoh masyarakat Tionghoa), Oesman Sapta (pengusaha) dan Usman Ja'far (incumbent)- LH Kadir (incumbent). (T011/

DPRD KALBAR SIAP KAJI ULANG PENETAPAN PANWAS PILGUB

Pontianak, 21/8 (ANTARA) - DPRD Kalimantan Barat siap mengkaji ulang surat keputusan penetapan anggota Panitia Pengawas (Panwas) Pemilihan Gubernur - Wakil Gubernur (Pilgub) 2007 menyusul protes Aliansi Jurnalis Independen (AJI) terhadap unsur pers yang terpilih.

"Kalau terbukti ada pelanggaran atau syarat administrasinya tidak terpenuhi, surat keputusan itu dapat dikaji ulang," kata Ketua DPRD Kalbar, Zulfadhli usai pelantikan anggota Panwas Pilgub Kalbar 2007 di Pontianak, Selasa.

Ia menambahkan, DPRD Kalbar melakukan serangkaian seleksi yang ketat terhadap seluruh pendaftar Panwas Pilgub Kalbar 2007.

Sebelumnya, pimpinan DPRD Kalbar melalui rapat tertutup, Senin (20/8) menetapkan tiga nama untuk menjadi anggota Panwas Pilgub yakni Rustam Halim (pers), Hardiyonoko Mijon (tokoh masyarakat) dan Ahyar Asmu'ie (perguruan tinggi).

Sedangkan dua nama lainnya yakni AKB Pol Ade Yana Supriyana (unsur kepolisian) dan Setia Untung Arimuladi (kejaksaan).

Sekretaris AJI Pontianak, M Aswandi menilai proses pemilihan tersebut terutama untuk unsur pers tidak memenuhi persyaratan yang berlaku. Rustam Halim dinyatakan tidak mewakili unsur pers karena pencalonannya berdasarkan rekomendasi dari organisasi wartawan yang tidak lolos verifikasi yang dilakukan Dewan Pers.

"Tiga organisasi wartawan yang lolos verifikasi Dewan Pers yakni AJI, PWI (Persatuan Wartawan Indonesia) dan IJTI (Ikatan Jurnalis Televisi Indonesia)," kata Aswandi.

Rustam Halim mendapat rekomendasi dari Persatuan Jurnalis Indonesia (PJI). AJI Pontianak sendiri merekomendasikan salah satu anggotanya, Rudy Agus, untuk mengikuti seleksi tersebut namun tidak terpilih.

"PJI juga sudah bubar. Terpilihnya Rustam menunjukkan DPRD Kalbar tidak profesional serta cenderung mempunyai kepentingan," katanya.

Sekretaris Komisi A (Bidang Hukum dan Pemerintahan) DPRD Kalbar, Zainuddin Isman mengakui, status maupun rekomendasi organisasi untuk Rustam Halim sempat menjadi pertimbangan saat seleksi.

Namun, Komisi A selaku panitia seleksi telah berkonsultasi dengan Dewan Pers maupun Departemen Hukum dan HAM.

"Dari sudut pandang organisasi, status maupun rekomendasi atas nama Rustam Halim dapat diterima," kata Zainuddin Isman.

Verifikasi yang dilakukan Dewan Pers terhadap 26 organisasi wartawan yang telah menandatangani Kode Etik Jurnalis Indonesia tidak otomatis membubarkan organisasi wartawan yang tidak memenuhi Standar Organisasi Wartawan (SOW).

Menurut Zainuddin Isman, terpilihnya Rustam Halim juga tidak berkaitan dengan rekomendasi organisasi melainkan dianggap layak dan memiliki nilai tertinggi dibanding calon lain dari unsur pers.

Komisi A juga merekomendasikan ke unsur pimpinan bahwa Panwas Pilgub Kalbar memerlukan calon yang sudah berpengalaman dalam menangani masalah pemilihan kepala daerah.

"Rustam Halim sudah pernah menjabat sebagai anggota Panwas saat pemilihan presiden dan legislatif 2004," kata Zainuddin Isman.

Meski terjadi protes, namun Ketua Pengadilan Tinggi Kalbar, Sofjan Tandjung tetap melantik anggota Panwas Pilgub Kalbar 2007 di Gedung DPRD Kalbar. (T011/

Partai Demokrat Usung Oesman Sapta Calon Gubernur Kalbar

Pontianak-Dewan Pimpinan Pusat Partai Demokrat (DPP PD) telah menetapkan mantan Wakil Ketua Majelis Permusyawaratan (MPR), H Oesman Sapta menjadi calon Gubernur Kalimantan Barat periode 2008–2013. Pemilihan langsung digelar tanggal 15 November 2007.

Ketua DPD Partai Demokrat Provinsi Kalbar H Henri Usman kepada SH, Selasa (21/8), menjelaskan penetapan dari DPP Partai Demokrat sudah dilakukan pekan lalu, melalui rapat lengkap pengurus.

Partai Demokrat berkoalisi dengan sejumlah partai kecil untuk mengusung H Oesman Sapta. Menurut Henri, pihaknya masih menggodok kader internal untuk ditetapkan sebagai calon Wakil Gubernur, setelah berkordinasi dengan H Oesman Sapta. Salah satu calon Wakil Gubernur adalah Arya Tanjungpura yang sekarang menjadi Wakil Ketua DPRD Provinsi Kalbar dari Fraksi Partai Demokrat.

Sementara itu, Dewan Pimpinan Pusat Partai Damai Sejahtera (PDS) melalui surat keputusan nomor 167/SK.DPP.PDS/VIII/2007, tanggal 9 Agustus 2007 memutuskan memecat Ketua DPD PDS Provinsi Kalimantan Barat, Suprianto, karena dinilai tidak loyal terhadap garis partai menjelang Pemilihan Gubernur (Pilgub) Kalbar periode 2008–2013.

PDS bersama Dewan Pimpinan Pusat Partai Golongan Karya (DPP Golkar), Partai Persatuan Pembangunan (PPP), Partai Amanat Nasional (PAN), Partai Keadilan Sejahtera (PKS), Partai Bintang Reformasi (PBR), Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) dan Partai Merdeka, Minggu (12/8) lalu, telah mendeklarasikan dukungan pencalonan kembali Gubernur Kalbar H Usman Jafar berpasangan dengan Wagub LH Kadir.

Anggota Dewan Penasihat PDS Provinsi Kalbar Pendeta Barnabas Simin kepada SH menjelaskan, untuk mengisi kevakuman, Gideon Mamahit, salah satu fungsionaris pengurus partai di tingkat pusat ditunjuk hingga limit waktu yang tidak ditentukan sebagai caretaker ketua. (aju)