WidgetBucks - Trend Watch - WidgetBucks.com

Senin, 27 Agustus 2007

PENDAFTARAN CALON GUBERNUR KALBAR BERAKHIR

Pontianak, 27/8 (ANTARA) - Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kalimantan Barat menutup pendaftaran bakal calon Gubernur periode 2008-2013 setelah pasangan yang diusung PDI Perjuangan, Cornelis - Christiandi Sandjaya menjadi pendaftar terakhir.

Cornelis - Christiandy Sanjaya tiba di Kantor KPU Kalbar, Jalan Ahmad Yani Pontianak, Senin siang, masing-masing menggunakan sebuah kereta kuda, dengan diiringi massa dan simpatisan pendukung.

Porsi suara yang diperoleh PDI Perjuangan saat Pemilu 2004 lalu di Kalbar sebesar 17,07 persen telah memenuhi syarat minimal 15 persen. Sehingga Cornelis yang juga Ketua DPD PDI Perjuangan Kalbar itu tidak perlu berkoalisi dengan partai lain.

Dengan adanya pendaftaran tersebut, porsi suara telah terbagi ke seluruh partai. Porsi terbesar diperoleh pasangan incumbent, Usman Dja'far - Laurentius Herman Kadir yang diusung delapan partai politik dengan 52,39 persen suara. Delapan partai tersebut yakni Partai Golkar, Partai Keadilan Sejahtera (PKS), PAN (Partai Amanat Nasional), Partai Bintang Reformasi (PBR), Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), Partai Damai Sejahtera (PDS), Partai Persatuan Pembangunan (PPP) dan Partai Merdeka.

Kemudian pasangan Oesman Sapta (pengusaha) - Ignatius Lyong (birokrat) yang diusung Koalisi Kalbar Maju Adil Sejahtera (MAS) gabungan tujuh partai yakni Partai Perhimpunan Indonesia Baru (PIB), Partai Buruh Sosial Demokrat (PBSD), Partai Karya Peduli Bangsa (PKPB), Partai Persatuan Daerah (PPD), Partai Demokrat, PNI Marhaenisme, dan Partai Patriot.

Porsi suara pemilih dari tujuh partai tersebut dalam Pemilu 2004 adalah 15,45 persen.

Sedangkan pendaftar urutan pertama, M Akil Mochtar (anggota Komisi III DPR RI) - Anselmus Robertus Mecer (aktivis pemberdayaan ekonomi kerakyatan) yang diusung Koalisi Rakyat Kalbar Bersatu (KRKB), gabungan delapan partai gurem, memiliki porsi suara terkecil yakni 15,08 persen.

Delapan partai tersebut Partai Persatuan Demokrasi Kebangsaan (PDK), Partai Nasional Banteng Kemerdekaan (PNBK), Partai Bulan Bintang (PBB), Partai Keadilan dan Persatuan Indonesia (PKPI), Partai Penegak Demokrasi Indonesia (PPDI), Partai Pelopor, Partai Syarikat Indonesia (PSI) dan Partai Persatuan Nahdlatul Ummah Indonesia (PPNUI).

Cornelis saat ini juga menjabat sebagai Bupati Landak sedangkan Christiandi Sandjaya merupakan Kepala Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) Immanuel Pontianak.

Dalam visi misinya, pasangan ini bertekad menjadikan masyarakat Kalbar menjadi manusia sehat, cerdas dan sejahtera. Cornelis menyatakan, program pendidikan gratis merupakan hal yang mustahil dilakukan namun ia akan mengupayakan pengembangan sumber daya manusia secara terjangkau dan berkualitas.

Ketua KPU Kalbar, Aida Mochtar mengatakan, setelah seluruh bakal calon mendaftar, akan dilakukan verifikasi dan klarifikasi dari persyaratan yang ditetapkan.

Ia mengatakan, partai atau koalisi pengusung akan menerima hasil verifikasi dan klarifikasi tersebut untuk dilengkapi seandainya terdapat kekurangan.

"Kalau ada yang tidak memenuhi syarat, maka KPU akan mengembalikan sekaligus meminta partai atau koalisi pengusung untuk mengganti figur yang diusung," kata Aida Mochtar.

KPU Kalbar akan melakukan rapat pleno pada 20 September 2007 untuk menetapkan pasangan yang berhak maju dalam pemilihan gubernur Kalbar yang dijadwalkan berlangsung 15 Nopember mendatang. (T011/

DPRD KALBAR INGATKAN POTENSI KONFLIK SAAT PILGUB

Pontianak, 27/8 (ANTARA) - DPRD Kalimantan Barat mengingatkan adanya potensi konflik di provinsi tersebut menjelang Pemilihan Gubernur (Pilgub) periode 2008-2013 yang dijadwalkan berlangsung 15 Nopember 2007.

"Ada figur yang masih suka membawa isu-isu terkait SARA (Suku, Agama, Ras dan Antargolongan)," kata Ketua DPRD Kalbar, Zulfadhli di Pontianak, Senin.

Ia mengatakan, isu tersebut dimunculkan guna meraih simpati dari pendukung dengan harapan meraih suara terbanyak.

Menurut Zulfadhli, untuk mengantisipasi hal itu, aparat keamanan menyatakan kesiapannya mengambil sikap tegas terhadap pihak yang dianggap dapat mengganggu keamanan dan kestabilan Kalbar.

Ia juga meminta Panitia Pengawas (Panwas) Pilgub Kalbar yang sudah dilantik beberapa waktu lalu ikut mengawasi tingkah laku bakal calon gubernur yang dapat mengarah ke perpecahan.

"Tapi kami berharap tidak ada lagi bakal calon gubernur yang tetap mengusung isu SARA selama tahapan pemilihan," kata Zulfadhli.

Selain itu, ia mengharapkan pelaksanaan Pilgub Kalbar berlangsung aman, damai tanpa adanya pengkotak-kotakan masyarakat berdasarkan golongan tertentu.

Sementara Ketua Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Kalbar, Fatahillah Abrar mengakui adanya "arah" yang menuju terjadinya potensi konflik selama Pilgub Kalbar.

PKS, lanjut Fatahillah, akan melakukan upaya santun terhadap bakal calon gubernur yang diusung untuk meredam potensi konflik tersebut.

"Kami berharap, tidak ada provokator yang bermain dalam Pilgub Kalbar mendatang," katanya.

Berdasarkan data KPU Kalbar, telah tiga pasang calon yang mendaftar sebagai calon gubernur yakni Akil Mochtar (anggota Komisi III DPR RI) - Anselmus Robertus Mecer (aktivis pemberdayaan ekonomi kerakyatan), Oesman Sapta (pengusaha) - Ignatius Lyong (birokrat), dan Usman Dja'far - Laurentius Herman Kadir (pasangan incumbent). (T011/

INCUMBENT OPTIMIS RAIH 60 PERSEN SUARA DI PILGUB KALBAR



Pontianak, 27/8 (ANTARA) - Pasangan incumbent, Usman Dja'far dan Laurentius Herman (LH) Kadir optimis mampu meraih 60 persen suara dalam Pemilihan Gubernur (Pilgub) Kalimantan Barat periode 2008-2013 yang dijadwalkan berlangsung 15 Nopember 2007.

Saat mendaftar sebagai pasangan bakal calon (Balon) Gubernur di Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kalbar, Pontianak, Senin, Usman Dja'far dan LH Kadir diusung oleh delapan partai yang tergabung dalam Koalisi Harmonis

Delapan partai tersebut yakni Partai Golkar, Partai Keadilan Sejahtera (PKS), PAN (Partai Amanat Nasional), Partai Bintang Reformasi (PBR), Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), Partai Damai Sejahtera (PDS), Partai Persatuan Pembangunan (PPP) dan Partai Merdeka.

Porsi suara delapan partai tersebut dalam Pemilu 2004 mencapai 52,39 persen atau 1,002 juta pemilih.

Ketua DPD Partai Golkar Kalbar, Zulfadhli mengatakan, dengan mengacu hasil yang diraih pada Pemilu 2004, Koalisi Harmonis bertekad untuk mempertahankan dan meningkatkan suara pemilih.

"Dengan dukungan dari tiap partai, Koalisi Harmonis optimis suara yang diperoleh mencapai 60 persen," ujar Zulfadhli.

Sementara Usman Dja'far mengakui, setelah memimpin Kalbar sejak dilantik pada 13 Januari 2003, masih terdapat pembangunan yang belum tuntas. Ia tetap akan memfokuskan pada pembangunan infrastruktur terutama jalan, pendidikan, kesehatan serta bidang persemakmuran seperti pertanian, peternakan, perkebunan, perikanan dan pertambangan untuk mendukung peningkatan ekonomi Kalbar.

Mengenai pemanfaatan fasilitas negara terkait statusnya sebagai incumbent, pria kelahiran 10 September 1951 itu tidak menjawab secara pasti. Menurut dia, ada aturan untuk pejabat negara yang akan mengikuti tahapan pemilihan kepala daerah.

"Kalau tidak cuti, pejabat dimaksud tidak perlu ikut kampanye. Tetapi kalau cuti, maka dia dapat melaksanakan kampanye," ujarnya.

Ia juga menyiapkan visi sebagai "Kalbar yang Terbuka" untuk meningkatkan ekonomi di provinsi yang memiliki penduduk termiskin terbanyak se-Kalimantan itu.

Meski diusung partai besar dan mendominasi legislatif di Kalbar, namun tidak terlihat arak-arakan pendukung Usman Dja'far dan LH Kadir. Berangkat dari kediaman pribadi di Jalan Alianyang, Pontianak Kota, pasangan tersebut diiringi belasan kendaraan roda empat yang dinaiki pimpinan partai politik Koalisi Harmonis. (T011/