WidgetBucks - Trend Watch - WidgetBucks.com

Senin, 24 September 2007

MAJU DALAM PEMILU GUBERNUR, ASISTEN I PEMPROV KALBAR DIGANTI

Pontianak, 24/9 (ANTARA) - Mahfud Suhendro ditetapkan sebagai Asisten I Bidang Hukum dan Pemerintahan Sekretaris Daerah Kalbar untuk menggantikan Ignatius Lyong yang maju sebagai calon Wakil Gubernur berpasangan dengan Oesman Sapta Oedang (OSO).

"Posisi Mahfud sebagai Sekretaris DPRD Kalbar akan digantikan Ibnu Setiawan, Kepala Perwakilan Kalbar di Jakarta," kata Gubernur Kalbar, Usman Ja'far di Pontianak, Senin.

Sedangkan Kepala Perwakilan Kalbar akan ditempati pejabat setingkat Kepala Bagian dilingkup Pemprov Kalbar.

Lyong sendiri menyatakan mengundurkan diri dari jabatannya sebagai Asisten I sejak "digandeng" OSO untuk maju sebagai pasangan calon gubernur-wakil gubernur melalui Koalisi Kalbar Maju, Adil dan Sejahtera (MAS), gabungan Partai Perhimpunan Indonesia Baru (PIB), Partai Buruh Sosial Demokrat (PBSD), Partai Karya Peduli Bangsa (PKPB), Partai Persatuan Daerah (PPD), Partai Demokrat, PNI Marhaenisme, dan Partai Patriot.

Asisten III Bidang Umum Sekretaris Daerah Kalbar, Kamaruzzaman mengatakan, salah satu pertimbangan percepatan pengganti Lyong karena Kalbar akan menghadapi dua pemilu yakni Gubernur-Wakil Gubernur Kalbar dan Walikota-Wakil Walikota Singkawang.

"Banyak yang harus ditangani Asisten I terkait dengan pelaksanaan pemilu di Kalbar selain masalah-masalah rutin sesuai bidang kerjanya," kata Kamaruzzaman.

Ia menambahkan, mengingat hal tersebut, jabatan Asisten I tidak dapat diserahkan ke pelaksana tugas melainkan pejabat penuh (definitif).

Meski telah mendaftar menjadi calon wakil gubernur, namun status Lyong sebagai pegawai negeri sipil tidak berubah. "Yang bersangkutan telah mengajukan cuti tetapi tetap sebagai PNS," katanya.

Kamaruzzaman tidak menampik kemungkinan Lyong kembali menempati posisi Asisten I seandainya tidak terpilih dalam pemilu mendatang.

"Tetapi akan ada rapat di badan penentuan jabatan untuk membahas statusnya. Kembali ke posisi semula atau menempati jabatan baru sesuai formasi yang dibutuhkan," kata Kamaruzzaman. (T011/

KIPP: SELEBARAN GELAP TIDAK PICU KONFLIK

Pontianak, 24/9 (ANTARA) - Komite Independen Pemantau Pemilu (KIPP) Kalimantan Barat menilai beredarnya selebaran politik berbau sentimen Suku, Agama, Ras dan Antargolongan (SARA) menjelang pelaksanaan Pemilu Gubernur-Wakil Gubernur tidak akan menciptakan konflik.

"Rasa kecurigaan akan semakin tinggi tetapi tidak sampai menciptakan konflik langsung karena masyarakat sudah semakin cerdas dalam bersikap," kata Ketua KIPP Kalbar, Jhoni Rudwin di Pontianak, Senin.

Ia menduga, selebaran gelap itu merupakan bagian dari perilaku pihak tertentu yang ingin memanfaatkan massa pemilih.

"Mungkin tujuannya untuk menguatkan rasa keberpihakan dan kesamaan rasa," katanya.

Surveyor KIPP, lanjut Jhoni, menerima selebaran dari berbagai kabupaten seperti Bengkayang, Landak dan Sintang. Ia sepakat, untuk menghindari kemungkinan terjadinya benturan antarkelompok dan kepentingan, perlu dilakukan penelusuran lebih lanjut terhadap pelaku penyebaran selebaran.

Polda Kalbar kini tengah melakukan penelusuran terhadap pelaku peredaran selebaran gelap tersebut karena dinilai telah menimbulkan keresahan di masyarakat.

Sementara terhadap baliho maupun atribut calon gubernur yang terlihat di sejumlah tempat, Jhoni mengatakan hal itu akibat ketidaktegasan dari Panitia Pengawas (Panwas) Pemilu.

"Kalau Panwas sudah bersikap tegas sejak awal, mungkin baliho ataupun atribut tidak akan semarak dan tidak teratur seperti sekarang," katanya.

Menurut dia, baliho maupun atribut setiap figur sudah jelas menunjukkan keinginan untuk dipilih konstituen atau ajakan. Padahal, baliho yang sifatnya komersial seperti iklan rokok tidak mengajak masyarakat untuk memilih produknya.

Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kalbar sebelumnya telah meminta pencabutan baliho maupun alat peraga lain yang mengarah ke kampanye oleh calon yang telah ditetapkan untuk maju dalam Pemilu Gubernur Kalbar Periode 2008-2013 karena masa kampanye baru dimulai pada 29 Oktober.

Alat peraga maupun baliho sejenis mengenai kampanye merupakan kewajiban dari penyelenggara pemilu yakni KPU. Untuk menangani baliho maupun alat peraga lain yang "berbau" kampanye, menjadi kewenangan Panwas. (T011/

USMAN JA'FAR NOMOR URUT PERTAMA DI PEMILU KALBAR


Pontianak, 24/9 (ANTARA) - Rapat pleno terbuka Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kalimantan Barat di Pontianak, Senin, menetapkan nomor urut calon gubernur untuk maju dalam Pemilu Gubernur-Wakil Gubernur periode 2008-2013.

Nomor urut satu untuk pasangan incumbent Usman Ja'far - Laurentius Herman Kadir, kemudian Oesman Sapta Oedang - Ignatius Lyong, Akil Mochtar - Anselmus Robertus Mecer, dan Cornelis - Christiandi Sanjaya.

Dalam penentuan nomor urut calon yang menggunakan sistem acak itu, setiap pasangan memilih segulung kertas yang terikat di masing-masing kaki dari empat ekor burung merpati.

Pasangan Oesman Sapta - Lyong mendapat kesempatan pertama untuk memilih, diikuti Usman Ja'far-LH Kadir, Akil Mochtar - AR Mecer dan Cornelis-Christiandi.

Setelah mendapat kertas tersebut, keempat burung merpati itu dilepas secara bersamaan oleh seluruh pasangan calon.

Menurut Ketua KPU Kalbar, Aida Mochtar, burung merpati menjadi simbol sosok yang tidak pernah ingkar janji. "Diharapkan setiap figur yang bertarung tidak akan melupakan janji-janjinya ke masyarakat selama bertugas," kata Aida.

Merpati juga menjadi simbol kedamaian sesuai keinginan seluruh elemen di masyarakat Kalbar bahwa Pemilu Gubernur-Wakil Gubernur.

Setelah penetapan nomor urut calon, tahapan berikutnya adalah masa kampanye yang dijadwalkan berlangsung selama 15 hari mulai 29 Oktober.

Aida Mochtar mengatakan, KPU akan melakukan konsolidasi dengan tim sukses setiap calon untuk menentukan jadwal kampanye. "Dengan rentang waktu 15 hari, perlu pengaturan jadwal yang tepat agar tidak saling berbenturan," katanya.

Pasangan incumbent Usman Ja'far - LH Kadir diusung Koalisi Harmonis yakni gabungan Partai Golkar, Partai Keadilan Sejahtera (PKS), PAN (Partai Amanat Nasional), Partai Bintang Reformasi (PBR), Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), Partai Damai Sejahtera (PDS), Partai Persatuan Pembangunan (PPP) dan Partai Merdeka. Porsi suara delapan partai pada pemilu legislatif 2004 52, 41 persen.

Oesman Sapta - Ignatius Lyong diusung oleh tujuh partai yang tergabung dalam Koalisi Kalbar Maju Adil Sejahtera (MAS). Tujuh partai itu adalah Partai Perhimpunan Indonesia Baru (PIB), Partai Buruh Sosial Demokrat (PBSD), Partai Karya Peduli Bangsa (PKPB), Partai Persatuan Daerah (PPD), Partai Demokrat, PNI Marhaenisme, dan Partai Patriot. Jumlah suara ketujuh partai tersebut dalam Pemilu 2004 adalah 15,45 persen.

Sedangkan Akil - Mecer diusung Koalisi Rakyat Kalbar Bersatu (KRKB) yang terdiri delapan partai yakni Partai Persatuan Demokrasi Kebangsaan (PDK), Partai Nasional Banteng Kemerdekaan (PNBK), Partai Bulan Bintang (PBB), Partai Keadilan dan Persatuan Indonesia (PKPI), Partai Penegak Demokrasi Indonesia (PPDI), Partai Pelopor, Partai Syarikat Indonesia (PSI) dan Partai Persatuan Nahdlatul Ummah Indonesia (PPNUI). Porsi suara delapan partai gurem ini 15,08 persen.

Sementara Cornelis - Christiandi Sanjaya diusung oleh PDI Perjuangan dengan porsi suara yang diraih PDI Perjuangan pada Pemilu 2004 17,07 persen. (T011/