WidgetBucks - Trend Watch - WidgetBucks.com

Selasa, 25 September 2007

WAGUB KALBAR LANTIK ASISTEN I SEKDA PENGGANTI LYONG

Pontianak, 25/9 (ANTARA) - Wakil Gubernur Kalimantan Barat, Laurentius Herman Kadir, Selasa, melantik Mahfud Suhendro sebagai Asisten I Bidang Hukum dan Pemerintahan Sekretaris Daerah Kalbar, menggantikan Ignatius Lyong yang maju sebagai calon Wakil Gubernur berpasangan dengan Oesman Sapta Odang (OSO).

Wakil Gubernur LH Kadir, di Pontianak, mengatakan, pelantikan Asisten I sengaja dilakukan secepat mungkin agar tugas-tugas penting dan strategis seperti pemekaran wilayah, termasuk agenda Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) pada 15 Nopember mendatang bisa tertangani dengan baik.

"Banyak yang harus ditangani Asisten I terkait dengan pelaksanaan Pemilu di Kalbar selain masalah-masalah rutin sesuai bidang kerjanya," kata LH Kadir.

Ia menambahkan, mengingat hal tersebut, jabatan Asisten I tidak dapat diserahkan ke pelaksana tugas melainkan pejabat penuh (definitif). Posisi Mahfud sebagai Sekretaris DPRD Kalbar akan digantikan Ibnu Setiawan, Kepala Perwakilan Kalbar di Jakarta. Sedangkan Kepala Perwakilan Kalbar akan ditempati pejabat setingkat Kepala Bagian di lingkup Pemprov Kalbar.

"Saya berharap setelah dilantiknya Asisten I di lingkungan Pemprov Kalbar, maka roda pemerintahan bisa berjalan seperti biasanya," katanya.

Sementara itu Mahfud Suhendro, mengatakan, akan melakukan koordinasi dengan pejabat sebelumnya, agar segala sesuatu yang telah diprogramkan bisa berjalan sesuai dengan rencana sebelumnya. "Kita akan memperjuangkan daerah pemekaran sekuat tenaga, agar rencana pemekaran Kabupaten Kubu Raya dari Kabupaten Pontianak,dan pemekaran Provinsi Kapuas Raya dari Provinsi Kalbar bisa berjalan sesuai rencana," kata Mahfud.

Sebelumnya Ignatius Lyong menyatakan mengundurkan diri dari jabatannya sebagai Asisten I sejak "digandeng" OSO untuk maju sebagai pasangan calon gubernur-wakil gubernur melalui Koalisi Kalbar Maju, Adil dan Sejahtera (MAS), gabungan Partai Perhimpunan Indonesia Baru (PIB), Partai Buruh Sosial Demokrat (PBSD), Partai Karya Peduli Bangsa (PKPB), Partai Persatuan Daerah (PPD), Partai Demokrat, PNI Marhaenisme, dan Partai Patriot.

Meski telah mendaftar menjadi calon wakil gubernur, namun status Lyong sebagai pegawai negeri sipil tidak berubah. "Yang bersangkutan telah mengajukan cuti tetapi tetap sebagai PNS," kata Asisten III Bidang Umum Sekretaris Daerah Kalbar, Kamaruzzaman.(U.K-AL/

Provinsi Kalimantan Barat - Ibukota Pontianak

Kalimantan Barat adalah salah satu Propinsi di tanah air tercinta yang sedang berupaya membangun dalam mencapai cita-cita demi kesejahteraan masyarakatnya.

Wilayah ini membentang lurus dari utara ke selatan sepanjang lebih dari 600 km dan sekitar 850 km dari barat ke timur, dengan luas wilayah 146.807 km (7,53 persen dari luas Indonesia atau 1,13 kali luas Pulau Jawa) dan menjadi Propinsi terluas keempat setelah Irian, Kaltim dan Kalteng.

Daerah Kalbar termasuk salah satu daerah yang dapat dijuluki propinsi "Seribu Sungai". Julukan ini selaras dengan kondisi geografis yang mempunyai ratusan sungai besar dan kecil yang diantaranya dapat dan sering dilayari. Beberapa sungai besar sampai saat ini masih merupakan urat nadi dan jalur utama untuk angkutan daerah pedalaman., walaupun prasarana jalan darat telah dapat menjangkau sebagian besar kecamatan.

Walaupun sebagian kecil wilayah Kalbar merupakan perairan laut, akan tetapi Kalbar memiliki puluhan pulau besar dan kecil (sebagian tidak berpenghuni) yang tersebar sepanjang Selat Karimata dan Laut Natuna yang berbatasan dengan wilayah Propinsi Riau, Sumatera.

Penduduk Kalimantan Barat memeluk berbagai agama, seperti Islam, Katholik, Protestan, Budha, Hindu dan penganut Kepercayaan kepada Tuhan Yang Maha Esa.

Sebagian besar penduduk Kalimantan Barat bekerja di sektor pertanian, perkebunan, perikanan dan perdagangan.

Propinsi Kalimantan Barat dibentuk berdasarkan Undang-Undang Nomor 25 Tahun 1956 yang menetapkan wilayah Kalimantan Barat sebagai daerah otonom propinsi dengan ibukotanya di Pontianak dan karena Undang-Undang tersebut berlaku sejak 1 Januari 1957, maka Hari Jadi Propinsi Kalimantan Barat diperingati pada tanggal tersebut. (rakanaika/sept/2007)