WidgetBucks - Trend Watch - WidgetBucks.com

Kamis, 25 Oktober 2007

JARINGAN PPR PANTAU PILKADA DI 16 KELURAHAN

Kamis, 25 Oktober
Pontianak Post

Pontianak,- Jaringan Pendidikan Pemilih Untuk Rakyat (JPPR) Kota Pontianak akan menurunkan sebanyak 52 orang relawannya yang tersebar di tiga daerah kecamatan yang ada di Kota Pontianak untuk memantau Pilkada Gubernur, 15 November mendatang.

Pantauan JPPR meliputi Kecamatan Pontianak Kota, Pontianak Barat dan Pontianak Utara. Menurut koordinator JPPR Kota Pontianak, Samsuddin SE MSi mengatakan relawannya sudah siap ikut serta melakukan proses pendidikan dan pemantauan terhadap proses pelaksanaan pilkada. Wilayah kelurahan yang dipantau sebanyak 16 kelurahan.

Pelaksanaan pilkada yang bersifat langsung seperti ini menuntut juga peran yang lebih besar dari masyarakat dalam turut mensukseskan sekaligus mengawal kebersihan pelaksanaannya.

“Kita di JPPR sebagai salah satu organisasi pemantau yang memiliki jaringan kerjasama dengan 30 organisasi sosial kemasyarakatan memiliki peran cukup besar mensukseskan sekaligus mengawal proses pelaksanaannya. Sehingga pilkada tersebut berjalan dengan aman, lancar, dan sesuai dengan aturan hukum dan perundang-undangan yang berlaku,” ungkapnya.

Lebih lanjut, ia mengatakan berbagai persiapan juga telah dilakukan JPPR Kota Pontianak dalam mendukung proses pendidikan dan pemantauan pilkada. Jelasnya, mulai dari tahap ToT untuk para koordiantor kecamatan sampai kepada pendistribusian dan pembagian wilayah kerja para relawan.

“Saat ini kita terus memantau tahap demi tahap pelaksanaan Pilkada yang dilakukan oleh KPU, apakah telah sesuai dengan aturan atau tidak. Disamping itu, banyaknya baliho dan spanduk-spanduk yang terpasang diberbagai sudut kota saat ini yang mengusung figur-figur calon gubernur Kalbar juga terus kita pantau, apakah para calon tersebut telah melanggar aturan kampanye atau tidak,” paparnya.

Samsuddin mengatakan kalau memang ditemukan adanya tindakan penyimpangan dari aturan yang berlaku, maka akan dilaporkan kepada Panwaslu untuk dilakukan tindakan. Sambung dia, keberhasilan pilkada yakni pada kelancaran program-program pembangunan dilakukan oleh gubernur terpilih nanti.

“Siapapun nanti yang tampil sebagai pemenang, jika proses pemilihan telah terlaksana sesuai aturan yang berlaku, maka masing-masing calon dan juga para pendukung calon tersebut harus legowo untuk menerimanya. Sebagai pengalaman baru dalam proses pembelajaran demokrasi, maka keberhasilan penyelenggaraan Pilkada nanti, diharapkan dapat menjadi pilar dalam proses pendewasaan politik,” harapnya. (riq)

FAPM DAYAK KALBAR USUNG PASANGAN CORNELIS-CHRISTIANDY JELANG PILKADA GUBERNUR KALBAR

Jumat, 2 Februari
Pontianak Post

Pontianak,- Forum Aspirasi Pemuda Mahasiswa (FAPM) Dayak Kalimantan Barat secara tegas mengusung pasangan Cornelis-Christiandy Sanjaya berkompetisi maju dalam pelaksanaan pilkada Gubernur Kalbar yang dihelat pertengahan November 2007.

Sekretaris FAPM Dayak Kalbar Edy Alex Serayox mengatakan, Dayak dan Tionghoa merupakan bagian dari masyarakat Kalbar yang harus berpartisipasi aktif dalam pembangunan di berbagai sektor. "Momentum pilkada haruslah direspon dan dimanfaatkan oleh masyarakat Dayak dan Tionghoa untuk ikut berperan serta," kata Edy di Pontianak, Kamis (2/1).

Menurut dia, keduanya adalah tokoh terbaik dari masyarakat Dayak dan Tionghoa yang memiliki peluang untuk ikut dalam suksesi kepemimpinan Kalbar mendatang. "Sebagai ketua partai politik, Cornelis memiliki dukungan politik dari masyarakat," kata Edy.

Tak hanya itu, sebagai birokrat dan politisi yang sudah teruji dan berpengalaman pada saat memimpin Kabupaten Landak yang kondisi sumber daya alamnya minim, konidisi sosial masyarakat yang keras.

"Sebagai putra daerah, Cornelis sangat mengerti karakteristik budaya masyarakat Dayak, Melayu, Tionghoa sehingga pemahaman serta penghayatan dalam menjawab hambatan, tantangan dan ancaman pembangunan Kalbar di era globalisasi dan pemekaran daerah ke depan dapat di atasi sebaik-baiknya," paparnya.

Edy juga berpendapat Cornelis merupakan calon gubernur yang bebas dari tuntutan masalah hukum. Berpasangan dengan Christiandy Sanjaya, yang merupakan presentasi masyarakat Tionghoa telah memosisikan keadaan power sharing yang adil karena Ketua DPRD Kalbar dan Sekda Kalbar berasal dari kalangan masyarakat Melayu.

Ia menilai Christiandy Sanjaya adalah satu-satunya tokoh masyarakat Tionghoa yang didukung masyarakat luas. Christiandy juga salah satu mantan anggota DPRD Kota Pontianak yang bersih dan bebas dari isu skandal keuangan daerah. "Selaku pendidik, Christiandy Sanjaya merupakan figur yang diharapkan bisa memperbaiki sistem pendidikan di Kalbar," katanya.

Edy menambahkan, sejumlah kriteria yang dimiliki pasangan calon tersebut diyakini mampu membawa masyarakat Kalbar dalam kondisi aman, sejahtera, dan bermartabat. (mnk/

HUJAN DERAS DIPERKIRAKAN "HANTUI" MASA KAMPANYE CAGUB KALBAR

Pontianak, 24/10 (ANTARA) - Tim kampanye calon Gubernur-Wakil Gubernur Kalimantan Barat periode 2008-2013 tampaknya harus mempertimbangkan faktor cuaca selama masa kampanye yang dijadwalkan berlangsung 29 Oktober hingga 11 November mendatang.

Menurut Kepala Seksi Observasi Badan Meteorologi dan Geofisika (BMG) Stasiun Meteorologi Bandar Udara Supadio Pontianak, Hazaim di Pontianak, Rabu, sepanjang Oktober hingga Desember, curah hujan di Kalbar rata-rata di atas 300 milimeter per bulan dengan 15-22 hari hujan.

"Bahkan untuk Kota Pontianak dan sekitarnya, curah hujan Oktober hingga hari ini sudah di atas normal yakni mencapai 514 milimeter dan 17 hari hujan," katanya.

Namun untuk kawasan pehuluan masih normal. Seperti Kota Putussibau, Kabupaten Kapuas Hulu, tercatat curah hujan 314 milimeter dan 14 hari hujan; Kota Ketapang, Kabupaten Ketapang, curah hujan 200 milimeter dan 14 hari hujan.

Hujan terutama terjadi pada sore hari mulai pukul 13.00 WIB hingga malam hari diselingi angin kencang dan petir. Kecepatan angin berkisar antara 5 - 12 knot per jam. Arah angin untuk pagi hari umumnya dari arah selatan lalu menjadi barat daya ke arah barat pada siang hari.

Dengan kondisi itu, Hazaim mengharapkan masyarakat yang melakukan aktifitas di luar ruangan pada siang hingga sore hari membawa perlengkapan antisipasi hujan seperti jas hujan dan payung.

Rapat pleno di KPU Kalbar pada Senin (24/9), nomor urut satu untuk pasangan incumbent Usman Ja'far - Laurentius Herman Kadir, kemudian Oesman Sapta Oedang - Ignatius Lyong, Akil Mochtar - Anselmus Robertus Mecer, dan Cornelis - Christiandy Sanjaya.

Daerah kampanye terbagi menjadi empat zona yakni Zona I meliputi Kota Pontianak, Kabupaten Pontianak, Kabupaten Ketapang dan Kabupaten Kayong Utara.

Kemudian Zona II Kota Singkawang, Kabupaten Bengkayang, dan Kabupaten Sambas. Zona III meliputi Kabupaten Sanggau, Kabupaten Landak dan Kabupaten Sekadau. Sedangkan Zona IV Kabupaten Sintang, Kabupaten Kapuas Hulu dan Kabupaten Melawi.

Sementara waktu kampanye terbagi menjadi empat periode yakni 30 Oktober - 1 Nopember, 2 - 4 Nopember, 5 - 7 Nopember, dan 8 - 10 Nopember. Untuk kampanye tanggal 29 Oktober, setiap calon akan diberi kesempatan menyampaikan visi misinya di Gedung DPRD Kalbar, Pontianak. Kemudian tanggal 11 Nopember kampanye debat publik di media massa.

Berdasarkan hasil cabut undi yang dilakukan masing-masing tim kampanye calon, periode pertama kampanye untuk pasangan nomor urut 1 di Zona I, nomor urut 2 Zona IV, nomor urut III Zona III, dan nomor urut IV Zona IV.

Periode kedua, nomor urut 1 di Zona IV, nomor urut 2 Zona III, nomor urut 3 Zona II, dan nomor urut 4 di Zona I. Kemudian periode ketiga, nomor urut 1 di Zona III, nomor urut 2 di Zona II, nomor urut 3 Zona I, dan nomor urut 4 Zona IV.

Periode terakhir, nomor urut 1 di Zona II, nomor urut 2 Zona I, nomor urut 3 Zona IV, dan nomor urut 4 di Zona III. (T011/