WidgetBucks - Trend Watch - WidgetBucks.com

Senin, 29 Oktober 2007

IZIN CUTI KAMPANYE CALON GUBERNUR KALBAR BELUM TURUN

Pontianak, 28/10 (ANTARA) - Izin cuti untuk mengikuti tahapan kampanye pemilihan gubernur yang ditetapkan KPUD Provinsi Kalimantan Barat, mulai Senin (29/10) hingga 11 November, bagi pasangan calon incumbent, yaitu Usman Ja'far dan Laurensius Herman Kadir hingga kini masih belum dikeluarkan Mendagri Mardiyanto .

Usman Ja'far, di Pontianak, Minggu, mengatakan, dirinya dan pasangannya LH Kadir mulai Senin siap melakukan kampanye sesuai jadwal yang telah ditetapkan Komisi Pemilih Umum Provinsi Kalbar.

"Mulai besok, Senin (29/10) jadwal kita yaitu penyampaian visi dan misi di Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kalbar yang rencananya akan diikuti oleh semua calon pasangan," katanya.

Usman Ja'far menjelaskan, pada 30 Oktober mulai berkampanye di Kota Pontianak, 31 Oktober di Kabupaten Pontianak, 1 November di Kabupaten Ketapang, 2 November di Kabupaten Kapuas Hulu, 3 November di Kabupaten Sintang.

Kemudian 4 November di Kabupaten Melawi, 5 November di Kabupaten Sekadau, 6 November di Kabupaten Sanggau, 7 November di Kabupaten Landak, 8 November di Kabupaten Bengkayang, 9 November di Kota Singkawang, dan 10 November di Kabupaten Sambas.

Namun begitu, ia mengakui hingga saat ini izin cuti kampanye yang telah diajukannya kepada Mendagri belum keluar.

"Kita sudah mengajukan izin cuti ke Mendagri, tetapi hingga saat ini belum turun, biasanya izin tersebut akan menyusul. Yang penting kami sudah mengajukan izin yang disertai dengan jadwal kampanye," katanya.

Untuk menghindari bias dari pemanfaatan fasilitas negara, saat salah satu di antara mereka (Usman Ja'far dan LH Kadir) tidak kampanye, maka yang bersangkutan akan tetap berada di kantor.

Sebelumnya, KPUD Kalbar menetapkan jadwal kampanye untuk empat pasang calon gubernur-wakil gubernur yang akan berlangsung mulai 29 Oktober - 11 Nopember 2007.

Daerah kampanye terbagi menjadi empat zona yakni Zona I meliputi Kota Pontianak, Kabupaten Pontianak, Kabupaten Ketapang dan Kabupaten Kayong Utara.

Kemudian Zona II Kota Singkawang, Kabupaten Bengkayang, dan Kabupaten Sambas. Zona III meliputi Kabupaten Sanggau, Kabupaten Landak dan Kabupaten Sekadau. Sedangkan Zona IV Kabupaten Sintang, Kabupaten Kapuas Hulu dan Kabupaten Melawi.

Sementara waktu kampanye terbagi menjadi empat periode yakni 30 Oktober - 1 November, 2 - 4 November, 5 - 7 Nopember, dan 8 - 10 November.

Untuk kampanye tanggal 29 Oktober, setiap calon akan diberi kesempatan menyampaikan visi misinya di Gedung DPRD Kalbar, Pontianak. Kemudian tanggal 11 November kampanye debat publik di media massa.

Rapat pleno di KPUD Kalbar pada Senin (24/9), nomor urut satu untuk pasangan incumbent Usman Ja'far - Laurentius Herman Kadir, kemudian Oesman Sapta Oedang - Ignatius Lyong, Akil Mochtar - Anselmus Robertus Mecer, dan Cornelis - Christiandy Sanjaya.

Berdasarkan hasil cabut undi yang dilakukan masing-masing tim kampanye calon, periode pertama kampanye untuk pasangan nomor urut 1 di Zona I, nomor urut 2 Zona IV, nomor urut III Zona III, dan nomor urut IV Zona IV.

Periode kedua, nomor urut 1 di Zona IV, nomor urut 2 Zona III, nomor urut 3 Zona II, dan nomor urut 4 di Zona I. Kemudian periode ketiga, nomor urut 1 di Zona III, nomor urut 2 di Zona II, nomor urut 3 Zona I, dan nomor urut 4 Zona IV.

Periode terakhir, nomor urut 1 di Zona II, nomor urut 2 Zona I, nomor urut 3 Zona IV, dan nomor urut 4 di Zona III. (K-AL/

DEKLARASI "SIAP MENANG SIANG KALAH" PILGUB KALBAR GAGAL

Pontianak, 28/10 (ANTARA) - Ketua Komisi Pemilihan Umum Daerah (KPUD) Kalimantan Barat, Aida Mochtar, kecewa acara "Launching Pilgub Damai" dan penandatanganan deklarasi "Siap Menang Siap Kalah" oleh pasangan calon gubernur 2008-2013 gagal dilaksanakan karena dua pasangan calon tidak menghadiri acara tersebut, Minggu.

Dua pasangan calon tidak hadir, HM Akil Mochtar - AR Mecer dan Cornelis - Christiandy Sanjaya. Sementara dua pasang calon lainnya, H Usman Ja'far(gubernur sekarang) - Laurentius Herman Kadir dan Oesman Sapta Odang - Ignatius Lyong, akhirnya memutuskan meninggalkan tempat acara, Gedung Olahraga Pangsuma Pontianak, sebelum acara tersebut sempat dibuka.

Ketua KPUD Kalbar, Aida Mochtar, mengatakan, pihaknya tidak bisa melarang keputusan adanya pasangan calon gubernur dan wakil gubernur yang meninggalkan tempat acara "Launching Pilgub Damai" karena kecewa tidak lengkapnya pasangan calon gubernur yang hadir.

Namun ia mengatakan, acara tersebut sangat bermanfaat untuk menciptakan pemilihan gubenur mendatang berjalan dengan aman dan damai tanpa harus mengorbankan masyarakat kecil untuk satu tujuan yaitu menang.

"Sebenarnya kita telah menyusun acara, dimana setiap calon pasangan akan menyampaikan komitmen menciptakan kondisi pemilihan yang aman dan damai. Dan komitmen itu akan didengarkan oleh masyarakat. Selain itu para pasangan calon juga akan mendengar harapan dari masyarakat itu sendiri ketika terpilih dalam Pilgub mendatang," kata Aida Mochtar.

Ketua KPUD itu juga menyatakan penyesalannya mengenai ketidakhadiran dua pasangan calon yang tidak memberikan konfirmasi.

"Padahal KPUD telah melakukan 'tehnical meeting' dengan tim kampanye dari pasangan calon dan meminta ketegasan mereka untuk hadir dalam deklarasi. Pada waktu itu mereka menyatakan siap hadir," katanya.

Mengenai kegiatan yang berakhir tanpa kesepakatan bersama dan deklarasi "Siap Menang Siap Kalbar" itu, Aida Mochtar menyatakan KPU menganggarkan sekitar Rp100 juta, melibatkan sekitar 1000 orang.

Aida Mochtar menambahkan selaku penyelenggara pemilihan gubenur, pihaknya merasa kurang dihargai karena ketidakhadiran para calon tanpa konfirmasi.

"Hari ini pasangan calon kita harapkan bisa menyampaikan kepada masyarakat bahwa mereka mempunyai komitmen yang sama untuk sebuah pilgub yang damai. Komitmen yang sama dan disaksikan masyarakat untuk bisa menerima kekalahan dan kemenangan. Namun yang penting dari itu, mereka bisa mendengar harapan perwakilan dari elemen masyarakat yang sengaja kita undang," katanya.

Bukan pelanggaran
Aida Mochtar menampik pendapat yang menyatakan pertemuan yang digelar KPUD Kabar sebelum masuk jadwal kampanye 29 Oktober itu, merupakan pelanggaran kampanye. Karena acara tersebut diadakan oleh KPU yang memang bertugas sebagai penyelenggara pemilihan gubernur.

"Kegiatan ini adalah program sosialisasi yang sudah direncanakan oleh KPU. Jadi pertemuan ini bukan kampanye. Yang dikenakan aturan kampanye itu pasangan calon," katanya.

Begitu pula dengan rencana akan adanya pawai keliling seusai acara tersebut, tidak bisa dimasukkan dalam kampanye, karena dilaksanakan oleh KPUD Kalbar.

"Karena tujuan diadakan sosialisasi Pilgub damai adalah agar para calon pasangan bisa memahami bagaimana kampanye yang benar agar tidak rusuh, karena empat pasangan itu berbeda-beda karakternya," katanya.

Sementara sebelumnya, salah satu calon gubernur, H Usman Ja'far menyatakan terpaksa meninggalkan tempat acara karena kecewa karena tidak lengkapnya pasangan calon tersebut.

Seorang calon wakil gubernur, Ignatius Lyong menyatakan, tidak lengkapnya pasangan calon menandakan ketidaksediaan para calon untuk membuat kesepakatan damai.

"Ini artinya tidak mau pilkada damai," katanya, sambil bergegas memasuki kendaraan pribadinya.

Sementara itu, salah satu calon lainnya, Oesman Sapta Odang, mengatakan, gagalnya acara tersebut akibat ketidaktegasan dari KPUD Kalbar dan Panwaslu, semestinya semua pasangan bisa hadir tidak hanya dua.

"Sikap saya sendiri, tetap patuh pada aturan yang telah ditentukan oleh KPUD Kalbar untuk hadir dalam acara. Tetapi ketika acara sudah dimulai dua pasangan lain tidak hadir maka saya harus mempunyai sikap, tidak ikut hadir karena kecewa pasangan lain tidak hadir," kata Oesman Sapta Odang.

Kampanye pemilihan gubernur Kalbar dimulai 29 Oktober dan berakhir pada 11 November. Sementara proses pemilihan langsung dengan empat pasangan calon yang akan dipilih sekitar 2,9 juta pemilih, berlangsung pada 15 November. (K-AL/

Jadwal Kampanye


KAMPANYE PILGUB KALBAR DIMULAI DENGAN PENYAMPAIAN VISI DAN MISI

Pontianak, 29/10 (ANTARA) - Kampanye pemilihan gubernur dan wakil gubernur Kalimantan Barat 2008-2013 hari Senin( 29/10) dimulai, diawali dengan penyampaian visi dan misi para calon gubernur di gedung DPRD Kalbar di ibu kota Pontianak, .

Acara penyampaian visi dan misi dibuka Ketua DPRD Kalbar, Zulfadhlie, di ruang Balairung Sari, yang ditandai dengan pembacaan sambutan di depan empat pasangan calon gubernur dan para anggota DPRD dan undangan.

Dalam kesempatan tersebut, Ketua DPRD meminta agar pemilihan gubernur dapat berjalan secara aman, tertib, lancar, jujur dan adil.

"Kita harapkan pilkada ini berjalan lancar, aman, tertib, jujur dan adil," katanya.

Proses pemilihan gubernur secara langsung di Kalbar akan berlangsung pada 15 November, dan diikuti sekitar 2,9 juta pemilih.

Sebanyak empat pasangan calon siap bertarung pada pilkada kali ini, terdiri atas urut 1, Usman Ja'far (gubernur sekarang) - Laurentius Herman Kadir, urut 2. H Oesman Sapta Odang - Ignatius Lyong, urut 3. HM Akil Mochtar - AR Mecer dan urut 4. Cornelis - Christiandy Sanjaya.

Penyampaian visi dan misi pada setiap pasangan calon gubernur berlangsung selama 30 menit, diawali calon gubernur urut 1 H Usman Ja'far didampingi calon wakil gubernur LH Kadir.

Saat berita ini ditulis, Usman Ja'far masih membacakan visi dan misinya, yakni mewujudkan Harmonis Dalam Etnis, Maju Dalam Usaha, Tertib Dalam Pemerintahan Menuju Masyarakat Kalbar yang Sejahtera. Terbuka dan Maju.

Ratusan warga masyarakat juga tampak meramaikan suasana hari pertama kampanye itu dengan menyaksikan siaran langsung di televisi yang terpasang di sisi kiri dan kanan teras depan gedung DPRD Kalbar.