WidgetBucks - Trend Watch - WidgetBucks.com

Rabu, 14 November 2007

AKIL MOCHTAR DAN MECER YAKIN MENANG

Pontianak, 15/11 (ANTARA) - Pasangan calon Gubernur Kalimantan Barat, HM Akil Mochtar dan Anselmus Robertus Mecer sama-sama menyatakan yakin akan menang dalam pemilihan gubernur Kalbar periode 2008-2013 yang berlangsung Kamis.

Akil Mochtar yang ditemui wartawan seusai menggunakan hak pilihnya di Tempat Pemungutan Suara (TPS) 60, Kelurahan Parit Tokaya, Kota Pontianak menyatakan yakin menang dalam pemilihan tersebut. "Sebagai seorang yang beragama, saya tentu saja yakin akan menang," kata Akil Mochtar yang tampak didampingi istrinya Ratu Rita Akil.

Namun jika pun pada akhirnya kalah, ia menyatakan akan kembali berkiprah sebagai anggota DPR RI atau kembali menjadi pengacara dan membela rakyat kecil.

Saat Akil Mochtar melakukan pencoblosan, TPS yang Jl Karya Baru tersebut mendapat kunjungan anggota Komisi Pemilihan Umum Provinsi Kalimantan Timur dan Kalimantan Tengah. Ia sempat berbicara dengan anggota KPU Provinsi Kaltim, Ir Elvyani NH Gaffar M.Si.

Pembicaraan mengenai banyaknya penduduk yang tidak memiliki kartu pemilih, diakui Akil Mochtar karena lemahnya data kependudukan yang dimiliki Kalbar.

Sementara di tempat terpisah, AR Mecer yang ditemui bersama istri dan lima anaknya sedang melakukan pencoblosan di TPS 10 Kompleks Universitas Tanjungpura, menyatakan prihatin dengan banyaknya warga Kalbar yang tidak bisa menggunakan hak pilihnya. "Semoga yang akan datang, data kependudukan kita semakin baik," katanya.

Pasangan calon gubernur tersebut, sama-sama menyatakan yakin dan optimis akan menang dalam pemilihan gubernur 2008 - 2013. "Saya tentu saja optimis menang," katanya.

Pasangan tersebut diusung Koalisi Rakyat Kalbar Bersatu yang di dalamnya tergabung Partai Pelopor, PBB, PPDK, PNBK, PKPI, PPDI PPNUI dan PSI dan prosentase dukungan suara 15,08 persen.

Akil Mochtar berlatar belakang partai politik dan duduk sebagai anggota DPR RI dua periode dari Partai Golkar, sementara AR Mecer, selain sebagai mantan anggota MPR utusan etnis Dayak, mantan dosen di Untan, juga sebagai tokoh pemberdayaan ekonomi kerakyatan.

Pemilihan Gubernur Kalbar diikuti empat pasangan calon gubernur-wakil gubernur, terdiri dari Usman Ja'far - Laurentius Herman Kadir, Oesman Sapta Odang - Ignatius Lyong, Akil Mochtar - AR Mecer dan Cornelis - Christiandy Sanjaya.

PARTAI POLITIK, PILIHAN USMAN JA'FAR KALAU GAGAL TERPILIH

Pontianak, 15/11 (ANTARA) - Usman Ja'far, mengaku telah berancang-ancang berkiprah di partai politik seandainya ia tidak lagi terpilih sebagai Gubernur Kalimantan Barat Periode 2008-2013.

"Latar belakang saya kan pengusaha. Ya bisa jadi berkiprah di politik nanti," kata Usman Ja'far yang didampingi sang istri, Maya Damayanti usai mencoblos di Tempat Pemungutan Suara (TPS) 4 Kelurahan Sungai Bangkong, Pontianak Kota, Kamis.

Mengenai partai apa yang akan digandengnya, Usman Ja'far mengaku belum menentukan. "Tetapi itu nanti setelah lima tahun ke depan," kelitnya. Ia juga bertekad untuk tetap tinggal di Pontianak meski tidak lagi menjabat sebagai kepala daerah.

"Membangun daerah kan tidak harus dari satu sisi saja. Masih banyak cara lain yang dapat digunakan," katanya.

Usman Ja'far memilih untuk tetap berpasangan dengan Laurentius Herman (LH) Kadir saat maju dalam Pemilu Gubernur-Wakil Gubernur Kalbar Periode 2008-2013. Keduanya diusung Koalisi Harmoni, gabungan dari delapan partai besar seperti Golkar dan PPP.

Saat mencoblos, Usman Ja'far dan Maya Damayanti dengan berjalan kaki diiringi sejumlah kerabat, teman dekat dan tim kampanye. Kediaman Usman Ja'far hanya berjarak sekitar 50 meter dari TPS 4.

Pemilu Gubernur-Wakil Gubernur Kalbar diikuti empat pasangan calon yakni sesuai nomor urut, satu Usman Ja'far-Laurentius Herman Kadir (pasangan incumbent), dua Oesman Sapta Odang (pengusaha) - Ignatius Lyong (birokrat), tiga Akil Mochtar (anggota DPR RI) - AR Mecer (mantan dosen), empat Cornelis (Bupati Landak) - Christiandy Sanjaya (aktivis pendidikan).

Usman Ja'far sebelum menjabat sebagai gubernur tidak memiliki latar belakang di bidang politik. Ia merupakan pengusaha di bidang ritel dengan jabatan terakhir direksi di sejumlah perusahaan A Latief Group.

KANDIDAT PDI PERJUANGAN SIAP KALAH TERHORMAT DI PILGUB KALBAR

Pontianak, 15/11 (ANTARA) - Calon Wakil Gubernur dari PDI Perjuangan dalam Pemilu Gubernur - Wakil Gubernur Kalimantan Barat Periode 2008-2013, Christiandy Sanjaya menyatakan siap menerima kekalahan secara terhormat asal tidak terjadi kecurangan selama tahapan berlangsung.

"Kami siap menang secara terhormat. Tetapi kami mendapat laporan bahwa banyak pendukung kami yang tidak bisa menggunakan hak pilihnya karena tidak mendapat kartu pemilih," kata Christiandy usai mencoblos di TPS 34 Kelurahan Sungai Bangkong, Pontianak Kota, Kamis.

Basis pendukung Christiandy yang berpasangan dengan Bupati Landak, Cornelis itu diklaim tersebar di berbagai daerah di Kalbar seperti Kota Pontianak dan Kota Singkawang.

Menurut dia, gagalnya warga menggunakan hak pilih patut disesali karena sesuai undang-undang, kedaulatan berada di tangan rakyat. Ia memperkirakan, sekitar 20 persen warga di Kalbar terutama di basis pendukung mereka yang tidak mendapat kartu pemilih.

Keputusan KPUD Kalbar yang memungkinkan warga dapat memilih cukup dengan mengajukan identitas diri ke Panitia Pemungutan Suara (PPS) namun harus syaratnya terdaftar di Tempat Pemungutan Suara (TPS) juga minim sosialisasi.

Akibatnya, pihak Cornelis-Christiandy terpaksa ikut membantu menyampaikan informasi tersebut ke masyarakat. "Tidak hanya di kantong-kantong suara kami, juga di elemen masyarakat lainnya," kata Christiandy.

Ia menyatakan, dengan pertimbangan tersebut, mereka siap mengajukan protes sesuai peraturan perundang-undangan kalau kacaunya pendataan pemilih amat merugikan pihaknya.

Ia berharap, untuk masa mendatang tidak terjadi lagi kesimpangsiuran data sehingga menghilangkan hak warga dalam memberikan suara.

Pemilu Gubernur-Wakil Gubernur Kalbar diikuti empat pasangan calon yakni sesuai nomor urut, satu Usman Ja'far-Laurentius Herman Kadir (pasangan incumbent), dua Oesman Sapta Odang (pengusaha) - Ignatius Lyong (birokrat), tiga Akil Mochtar (anggota DPR RI) - AR Mecer (mantan dosen), empat Cornelis (Bupati Landak) - Christiandy Sanjaya (aktivis pendidikan).

PENDATAAN PEMILIH KACAU, PEMPROV KALBAR ENGGAN DISALAHKAN SEPENUHNYA

Pontianak, 15/11 (ANTARA) - Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat enggan disalahkan sepenuhnya seputar masih banyaknya kekacauan dalam pendataan pemilih pada Pemilu Gubernur-Wakil Gubernur Kalbar Periode 2008-2013.

"Pendataan pemilih dilakukan bersama antara pemerintah dan KPUD (Komisi Pemilihan Umum Daerah) Kalbar sebagai pelaksana. Pemerintah juga luas artiannya, termasuk kabupaten/kota," kata Gubernur Kalbar, Usman Ja'far, usai mencoblos di TPS 4 Kelurahan Sungai Bangkong, Pontianak Selatan, Kamis.

Ia mengatakan, sesuai mekanisme yang berlaku, ada tahapan verifikasi dan klarifikasi terhadap nama-nama yang termasuk dalam daftar pemilih sementara.

Menurut dia, meski warga tidak memiliki kartu pemilih, namun ada kebijakan dari KPUD bahwa yang bersangkutan tetap dapat menggunakan hak suaranya dengan menunjukkan identitas diri.

"Yang penting namanya tercantum di daftar pemilih tetap," kata Usman Ja'far yang berpasangan dengan Laurentius Herman Kadir untuk menjadi gubernur dua periode.

Ia juga menilai, beragam kekurangan dalam proses pendataan pemilih seolah-olah telah menjadi kebiasaan pada saat menjelang pemungutan suara.

Kekacauan pendataan pemilih menimbulkan reaksi dari berbagai elemen masyarakat. Ratusan mahasiswa yang tergabung dalam Forum Pemuda dan Mahasiswa untuk Keadilan Pemilihan Gubernur (FPMK-Pilgub) Kalimantan Barat, Selasa (13/11), mendatangi kantor KPUD Kalbar, guna meminta kartu pemilih.

Koordinator FPMK-Pilgub Kalbar, Irineus Kadim, mengatakan, sekitar 80 persen pemuda maupun mahasiswa dari berbagai daerah yang bekerja dan melanjutkan pendidikan di berbagai perguruan tinggi di Pontianak, tidak terdaftar sebagai pemilih dalam Pilgub mendatang.

Sementara di Desa Teluk Kapuas, Kecamatan Sungai Raya, Kabupaten Kubu Raya, terdata 7.678 nama sebagai pemilih, padahal penduduk yang berusia lebih dari 17 tahun jumlahnya kurang enam ribu orang dalam Pemilu Gubernur-Wakil Gubernur Kalimantan Barat Periode 2008-2013.

2,9 JUTA WARGA KALBAR MULAI GUNAKAN HAK PILIHNYA

Pontianak, 15/11 (ANTARA) - Sekitar 2,9 juta warga Kalimantan Barat, Kamis ini, akan menggunakan hak pilihnya untuk menentukan secara langsung Gubernur-Wakil Gubernur Periode 2008-2013.

Sejak pukul 07.00 WIB, warga terlihat antusias untuk mengikuti pemilihan langsung tingkat provinsi yang baru pertama kalinya digelar itu.

Di TPS 54 Kelurahan Sungai Bangkong, Kecamatan Pontianak Kota misalnya, warga dengan sabar mengantri sebelum mendapat giliran mencoblos. Hal serupa juga terlihat di TPS 55 yang berseberangan dengan TPS 54.

Pemilu Gubernur-Wakil Gubernur Kalbar diikuti empat pasangan calon yakni sesuai nomor urut, satu Usman Ja'far-Laurentius Herman Kadir (pasangan incumbent), dua Oesman Sapta Odang (pengusaha) - Ignatius Lyong (birokrat), tiga Akil Mochtar (anggota DPR RI) - AR Mecer (mantan dosen), empat Cornelis (Bupati Landak) - Christiandy Sanjaya (aktivis pendidikan).

Usman Ja'far dijadwalkan mencoblos di TPS 4 Kelurahan Sungai Bangkong, Pontianak Kota. Oesman Sapta Odang di TPS 13 Kelurahan Tengah, Kecamatan Pontianak Kota. Akil Mochtar di TPS 60 Kelurahan Parit Tokaya, Kecamatan Pontianak Selatan. Cornelis di Kecamatan Ngabang, Kabupaten Landak.

Sedangkan LH Kadir di TPS Jalan Suhada, Kelurahan Parit Tokaya Pontianak Selatan. Ignatius Lyong di TPS 11 Kelurahan Sungai Bangkong Pontianak Selatan, AR Mecer di TPS 10 Kelurahan Bangka Belitung Pontianak Selatan, Christiandy Sanjaya di TPS 34 Kelurahan Sungai Bangkong Pontianak Kota.

Secara keseluruhan, terdapat 9.654 TPS disiapkan mengakomodir pemilih pada Pemilu Gubernur-Wakil Gubernur Periode 2008-2013 sebanyak 2.925.018 orang.

Masih terdapat berbagai masalah seputar pendataan pemilih diantaranya alamat ganda, tidak terdaftar sebagai pemilih meski memenuhi syarat, kartu pemilih atas nama orang yang sudah meninggal dan berusia balita.

RIBUAN NAMA MELEBIHI JUMLAH PENDUDUK POTENSIAL PEMILIH DI SUNGAI RAYA

Pontianak, 14/11 (ANTARA) - Sekitar 7.678 nama terdata sebagai pemilih di Desa Teluk Kapuas, Kecamatan Sungai Raya, Kabupaten Kubu Raya, padahal penduduk yang berusia lebih dari 17 tahun jumlahnya kurang enam ribu orang dalam Pemilu Gubernur-Wakil Gubernur Kalimantan Barat Periode 2008-2013.

Ketua panitia pemungutan suara (PPS) Desa Teluk Kapuas, Kecamatan Sungai Raya, Kabupaten Kubu Raya, Dimiati Salim, Rabu, mengatakan, banyak warga yang mempertanyakan hak pilih mereka dalam pemilu langsung untuk memilih gubernur di Kalbar itu.

Sesuai mekanisme, data pemilih diserahkan dari pihak RT berupa daftar pemilih sementara lalu ditambah daftar pemilih tambahan sebagai daftar pemilih tetap. Verifikasi menjadi kewajiban meski kemungkinan tidak semua warga mengikuti proses tersebut.

Ia menambahkan, meski sebagian masyarakat protes, namun pihaknya tidak ingin disalahkan karena melanggar aturan yang berlaku. PPS, lanjutnya, hanya akan melayani warga yang telah terdaftar sebagai pemilih tetap. Ia memperkirakan, sekitar 10 persen warga desa itu yang tidak terdaftar sebagai pemilih.

Sementara Kepala Desa Teluk Kapuas, Tangkir Adenan mengatakan, salah satu korban kerancuan pendataan pemilih adalah dirinya dimana ia terdaftar di dua TPS. Menurut Tangkir, belasan kerabatnya yang menetap di desa itu tidak terdaftar sehingga tidak dapat menggunakan hak suaranya.

Ia juga menemukan kartu pemilih atas nama seseorang yang sudah meninggal dunia beberapa tahun sebelum ini.

Sementara untuk daerah, KPU optimis pelaksanaan pemungutan suara Pemilu Gubernur-Wakil Gubernur pada Kamis (15/11) berlangsung lancar. Di Kabupaten Bengkayang misalnya, Ketua Divisi Sosialisasi KPU Kabupaten Bengkayang, Tarmizi mengatakan, distribusi logistik di kabupaten tersebut sudah 100 persen tertangani. Termasuk untuk desa-desa terpencil yang tidak dapat dijangkau oleh transportasi darat maupun air kecuali berjalan kaki dan pesawat terbang.

Secara keseluruhan, terdapat 9.654 TPS disiapkan untuk mengakomodir pemilih pada Pemilu Gubernur-Wakil Gubernur Periode 2008-2013 sebanyak 2.925.018 orang.

Pemilu Gubernur Kalbar diikuti empat pasangan calon yakni sesuai nomor urut, satu Usman Ja'far-Laurentius Herman Kadir (pasangan incumbent), dua Oesman Sapta Odang (pengusaha) - Ignatius Lyong (birokrat), tiga Akil Mochtar (anggota DPR RI) - AR Mecer (mantan dosen), empat Cornelis (Bupati Landak) - Christiandy Sanjaya (aktivis pendidikan).

KANDIDAT JUGA TERKENA DAMPAK KACAUNYA ADMINISTRASI DATA PEMILIH

Pontianak, 14/11 (ANTARA) - Kekacauan dalam administrasi data pemilih untuk Pemilu gubernur-Wakil Gubernur Kalimantan Barat Periode 2008-2013 tidak hanya menimpa rakyat biasa namun juga para kandidat yang akan dipilih.

Berdasarkan informasi yang dihimpun, Rabu, sejumlah calon gubernur juga mengalami kekacuan tersebut. Cagub Usman Ja'far, sebelumnya dikabarkan terdata di Tempat Pemungutan Suara (TPS) 32 di Kelurahan Parit Tokaya, Kecamatan Pontianak Selatan.

Namun ia juga terdata di TPS 4 Kelurahan Sungai Bangkong, Kecamatan Pontianak Kota. Usman Ja'far kemudian memilih untuk mencoblos di TPS 4 karena sesuai dengan alamat kediaman yang saat mendaftar ke KPU Kalimantan Barat (Kalbar).

Kemudian, cagub Oesman Sapta Odang (OSO). Sesuai keterangan saat mendaftar menjadi kandidat ke KPU Kalbar, pengusaha sukses ini beralamat di Jalan Karang Asem Utara No 34, Jakarta Selatan. Namun, OSO yang berpasangan dengan Ignatius Lyong itu juga terdata sebagai pemilih di TPS 13 Kelurahan Tengah, Kecamatan Pontianak Kota.

Menurut keterangan Husin, Ketua RT 1/II Kelurahan Tengah, pemberian kartu pemilih kepada OSO dengan pertimbangan yang bersangkutan memiliki Kartu Keluarga (KK) yang beralamat di wilayah itu.

"Kalau dia mempunyai identitas diri di tempat lain, itu di luar kewenangan saya," kata Husin. Ketua Panitia Pemungutan Suara (PPS) Kelurahan Tengah, Nasa'i, OSO sudah lama terdaftar sebagai warga kelurahan tersebut. Pemberian kartu pemilih kepada pengusaha itu berdasarkan salinan daftar pemilih tetap.

Cagub dari PDI Perjuangan, Cornelis sempat dikabarkan akan mencoblos di salah satu TPS di Jalan Danau Sentarum, Kelurahan Sungai Bangkong, Pontianak Kota. Namun berdasarkan keterangan salah seorang kerabatnya, Cornelis mencoblos di salah satu TPS di Kota Ngabang, Kabupaten Landak. Saat mendaftar, Cornelis beralamat di Jalan Tugu Pahlawan No 1, Dusun Hilir Tengah II RT 003/RW002 Desa Hilir Tengah, Kecamatan Ngabang, Kabupaten Landak.

Sementara Ketua Pokja Pencalonan KPU Kalbar, Nazirin, mengatakan, sejumlah kerancuan seperti tempat tinggal ganda, salah satunya harus dieliminir sehingga pemilih hanya mencoblos di satu TPS saja.

Ia menambahkan, alamat kandidat sewaktu mendaftar menjadi acuan untuk KPU Kalbar dalam proses administrasi kependudukan. "Dengan sistem administrasi kependudukan yang baik, sebenarnya memang warga negara Indonesia dilarang memiliki alamat ganda," kata Nazirin. Ia mengakui, tempat tinggal ganda menunjukkan administrasi kependudukan di Indonesia kacau.

Kepala Seksi (Kasi) Tramtib Kelurahan Bangka Belitung, Kecamatan Pontianak Selatan, Rusdi mengatakan, Kota Pontianak sejak tiga bulan terakhir telah menerapkan Sistem Informasi Administrasi Kependudukan (SIAK). SIAK mencegah terjadinya identitas ganda dari seseorang.

"Jadi, kalau seseorang sudah memiliki kartu identitas di kota lain yang menerapkan SIAK, secara otomatis akan langsung terdeteksi di kota tujuan," katanya.

Sementara untuk cagub M Akil Mochtar, mencoblos di TPS 60 Kelurahan Parit Tokaya, Kecamatan Pontianak Selatan. Pasangannya, AR Mecer, mencoblos di TPS 10 Kelurahan Bangka Belitung, Kecamatan Pontianak Selatan.

Pasangan Usman Ja'far, LH Kadir, di TPS Jalan Syuhada, Kelurahan Parit Tokaya, Kecamatan Pontianak Selatan. Ignatius Lyong dan Christiandy Sanjaya masing-masing di TPS 11 dan 34 Kelurahan Sungai Bangkong, Kecamatan Pontianak Kota.

DELAPAN TPS DI KABUPATEN KETAPANG DIEVAKUASI KARENA BANJIR

Pontianak, 14/11 (ANTARA) - Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Ketapang akan mengevakuasi delapan tempat pemungutan suara (TPS) di Kecamatan Jelai Hulu, Kabupaten Ketapang, yang terkena banjir, Rabu siang.

Ketua KPU Kabupaten Ketapang, Juardani saat dihubungi, Rabu, mengatakan, TPS-TPS tersebut sebelumnya telah disiapkan untuk pemungutan suara yang dijadwalkan berlangsung pada Kamis (15/11). "Tetapi berdasarkan laporan dari polisi di kecamatan, kondisi TPS itu sudah tidak memungkinkan untuk difungsikan sehingga kemungkinan akan dipindahkan," katanya.

Menurut Juardani, sesuai mekanisme, apabila TPS dimaksud sudah ditetapkan maka perlu disepakati seluruh pihak kalau harus dipindahkan. Berdasarkan UU No 32 tahun 2004 tentang Pemerintahan Daerah, TPS harus di lokasi yang mudah dijangkau, termasuk oleh penyandang cacat serta menjamin setiap pemilih dapat memberikan suaranya secara langsung, umum, bebas dan rahasia. Jumlah, lokasi, bentuk dan tata letak TPS ditetapkan oleh KPU daerah.

Terkait dengan peristiwa di Jelai Hulu, KPU Kabupaten Ketapang meminta pihak kepolisian untuk berkoordinasi dengan Muspika setempat supaya pemilihan tetap berlangsung tanpa hambatan.

Ketua Pokja Sosialisasi KPU Kalbar, Nazirin mengatakan, pihaknya telah menerima laporan dari KPU Kabupaten Ketapang mengenai TPS yang terkena banjir di Kecamatan Jelai Hulu. "Untuk teknis pelaksanaannya, KPU Kabupaten Ketapang yang akan mengambil langkah lebih lanjut," katanya.

Secara keseluruhan, terdapat 9.654 TPS disiapkan mengakomodir pemilih pada Pemilu Gubernur-Wakil Gubernur Periode 2008-2013 sebanyak 2.925.018 orang.

Pemilu Gubernur Kalbar diikuti empat pasangan calon yakni sesuai nomor urut, satu Usman Ja'far-Laurentius Herman Kadir (pasangan incumbent), dua Oesman Sapta Odang (pengusaha) - Ignatius Lyong (birokrat), tiga Akil Mochtar (anggota DPR RI) - AR Mecer (mantan dosen), empat Cornelis (Bupati Landak) -

KAPOLDA KALBAR HIMBAU MASYARAKAT TIDAK MUDAH TERPROVOKASI

Pontianak, 14/11 (ANTARA) - Kapolda Kalbar, Brigjen Pol Zainal Abidin Ishak, menghimbau masyarakat hendaknya tidak mudah terprovokasi oleh isu yang tidak menginginkan proses pemilihan gubernur dan wakil gubernur Kalbar, 15 November mendatang berjalan dengan lancar.

"Mari kita bersama-sama menjaga lingkungan Kamtibmas masing-masing, agar tidak mudah dipengaruhi dan disusupi oleh isu-isu yang bisa menyebabkan masyarakat terpecah belah. Kalau ada oknum tertentu yang sengaja berbuat untuk membuat lingkungan tidak kondusif, secepatnya dilaporkan kepada aparat terdekat," kata Zainal Abidin Ishak, di Pontianak, Rabu.

Ia berharap, kerukunan dalam multi etnis masyarakat Kalbar saat ini yang sudah terjalin jangan sampai berantakan, hanya karena ulah segelintir orang yang tidak mau demokrasi di Kalbar berjalan maju.

Himbauan tersebut, untuk menepis banyaknya isu-isu dan pesan singkat melalui telepon genggam yang isinya bisa mengundang emosi masyarakat, kalau masyarakat yang membacanya tidak bisa menahan emosinya.

"Kalau ada mendapat SMS yang isinya menyudutkan salah satu pasangan calon gubernur dan wakil gubernur yang akan maju dalam Pilkada 15 November besok, silakan laporkan ke kepolisian terdekat atau SMS tersebut dihapus, agar tidak tersebar lagi. Kita juga telah bekerja sama dengan pihak PT Telkom untuk melacak setiap SMS yang bernada provokasi," katanya.

Sebelumnya, Kapolda juga telah memerintahkan kepada aparatnya untuk tidak segan-segan menembak di tempat bagi pelaku anarkis dalam pemilu gubernur dan wakil gubernur.

"Asal sesuai prosedur, tidak ada masalah seorang anggota polisi menembak (melumpuhkan bukan menembak mati) seorang pelaku anarkis dalam kampanye, demonstrasi maupun kegiatan lainnya yang dapat membahayakan keselamatan orang lain," katanya menegaskan.

Karena dalam melumpuhkan pelaku anarkis, kepolisian mempunyai prosedur tetap (Protap), yaitu boleh melumpuhkan asal menembak dengan peluru karet atau peluru tajam dari bagian paha hingga kaki pelaku. Polda Kalbar, saat ini sudah berstatus status Siaga I, Rabu, mulai pukul 00.00 WIB menjelang Pilgub hingga penetapan tersebut dicabut.

Pemilu Gubernur Kalbar diikuti empat pasangan calon yakni sesuai nomor urut, satu Usman Ja'far-Laurentius Herman Kadir (pasangan incumbent), dua Oesman Sapta Odang (pengusaha) - Ignatius Lyong (birokrat), tiga Akil Mochtar (anggota DPR RI) - AR Mecer (mantan dosen), empat Cornelis (Bupati Landak) - Christiandy Sanjaya (aktivis pendidikan).

POLDA SIAGA SATU MENJELANG PILGUB KALBAR

Pontianak, 14/11 (ANTARA) - Kepala Kepolisian Daerah Kalimantan Barat, Brigjen Pol Zainal Abidin Ishak, menetapkan status Siaga I, Rabu, mulai pukul 00.00 WIB menjelang pemilihan gubernur dan wakil gubernur Kalimantan Barat pada 15 November mendatang.

"Semua personel Polda Kalbar tanpa terkecuali dalam keadaan siap-siaga dan waspada, terhadap segala ancaman gangguan keamanan menjelang dan sesudah pemilihan gubernur," kata Zainal Abidin Ishak, di Pontianak, Rabu.

Ia menyatakan, dalam Siaga I tidak ada satupun personel Polri Kalbar yang diperbolehkan meninggalkan tempat tugasnya yang telah ditentukan, kalau ternyata ada yang membandel akan diberikan sanksi tegas.

Siaga I tidak akan berakhir sampai ketetapan tersebut dicabut oleh Kapolda Kalbar. Ketetapan tersebut sudah disampaikan di setiap jajaran Polda Kalbar.

"Siaga dalam artian, kalau terjadi hal-hal yang tidak diinginkan personel siap digerakkan kapanpun dan dimanapun," katanya menegaskan.

Polda Kalbar telah mengerahkan 6.936 personel mengamankan tahapan Pemilihan Gubernur periode 2008-2013. Sebelumnya Kapolda Kalbar, memerintahkan kepada aparat untuk tidak segan-segan menembak di tempat bagi pelaku anarkis dalam Pemilihan Umum Gubernur 15 November mendatang.

"Asal sesuai prosedur, tidak ada masalah seorang anggota polisi menembak (melumpuhkan bukan menembak mati) seorang pelaku anarkis dalam kampanye, demonstrasi maupun kegiatan lainnya yang dapat membahayakan keselamatan orang lain," kata Zainal Abidin Ishak.

Dalam melumpuhkan pelaku tindakan anarkis, kepolisian mempunyai prosedur tetap (Protap), yaitu boleh melumpuhkan asal menembak dengan peluru karet atau peluru tajam pada bagian paha hingga kaki pelaku.

"Setiap polisi sudah mengetahui kapan harus menggunakan peluru karet atau peluru tajam dalam pengamanan," katanya menambahkan.

Kapolda juga berharap, pemilihan gubernur tidak ternoda oleh perbuatan yang kurang dewasa dalam berdemokrasi. Tetapi berdasarkan pengalaman dari pemilihan bupati di delapan kabupaten yang berjalan dengan sukses, mudah-mudahan Pilgub juga bisa berjalan dengan lancar.

Untuk menghadapi gangguan kamtibmas berintensitas tinggi, pihaknya tetap menjalankan proses hukum yang berlaku dengan mengedepankan tindakan preventif dengan menjunjung tinggi yuridis prosedural, secara profesional dan tidak ada intervensi dari pihak manapun.

Sementara itu, Ketua KPUD Kalbar, Aida Mochtar mengemukakan, jumlah pemilih untuk Pemilu Gubernur-Wakil Gubernur periode 2008-2013 sebanyak 2.925.018 orang. Berdasarkan laporan tersebut, jumlah tempat pemungutan suara (TPS) berkurang dari rencana awal 10.858 unit menjadi 9.654 unit.

Data dari KPU kabupaten/kota berbeda dibanding Daftar Penduduk Pemilih Potensial Pilkada (DP4), dimana jumlah pemilih sebanyak 2.915.565 orang.

"Kita berharap, Pilgub Kalbar bisa berjalan aman dan sukses, sehingga proses demokrasi tidak tercoreng akibat ulah segelintir oknum yang tidak ingin melihat Kalbar maju," kata Aida Mochtar.

Sebanyak empat pasangan calon siap bertarung pada Pilkada kali ini, terdiri atas urut 1. Usman Ja'far (gubernur sekarang)-Laurentius Herman Kadir, 2. H Oesman Sapta Odang-Ignatius Lyong, 3. HM Akil Mochtar-AR Mecer dan 4. Cornelis-Christiandy Sanjaya.