WidgetBucks - Trend Watch - WidgetBucks.com

Jumat, 16 November 2007

AKIL MOCHTAR LEGOWO HASIL PEMILU GUBERNUR KALBAR


Pontianak, 16/11 (ANTARA) - Kandidat Gubernur Kalimantan Barat, M Akil Mochtar, menyatakan siap menghormati keputusan terhadap siapapun yang dipilih rakyat untuk menjadi kepala daerah selama lima tahun, 2008-2013.

"Menang harus bermartabat. Kalah pun harus terhormat," kata Akil di kediamannya, Pontianak, Jumat. Akil yang masih menjabat anggota Komisi III DPR RI itu berpasangan dengan aktivis pemberdayaan ekonomi kerakyatan, Anselmus Robertus (AR) Mecer.

Ia mengatakan, bertarung di pemilihan kepala daerah ibarat sebuah pertandingan dimana harus ada yang menang dan kalah. Saat ini, lanjutnya, semua pihak harus menjaga nilai-nilai yang sudah dipupuk agar tidak terjadi konstraksi politik.

"Karena Kalbar merupakan bagian dari negara kesatuan yang harus dijaga dan dipelihara. Ini merupakan pesan moral yang harus dipertahankan," katanya.

Sementara terhadap calon terpilih, ia meminta agar pembangunan manusia lebih diutamakan mengingat Kalbar hingga kini masih miskin.

"Apapun program calon yang menang, kemampuan masyarakat harus ditingkatkan. Tetapi jangan mengutamakan pembangunan fisik," kata Akil Mochtar.

Menurut dia, pembangunan fisik seperti infrastruktur merupakan hal yang rutin. Namun pembangunan mental dan kerohanian sering dilupakan padahal keduanya harus seimbang.

Akil Mochtar dan AR Mecer diusung Koalisi Rakyat Kalbar Bersatu (KRKB), yakni gabungan Partai Pelopor, PBB, PPDK, PNBK, PKPI, PPDI PPNUI dan PSI dengan total perolehan suara pada Pemilu 2004 sebesar 15,08 persen.

PASANGAN CORNELIS-CHRISTIANDY SEMENTARA UNGGUL DI PEMILU KALBAR

Pontianak, 16/11 (ANTARA) - Hasil penghitungan sementara Pemilu Gubernur-Wakil Gubernur Kalimantan Barat Periode 2008-2013 hingga Jumat, pukul 15.00 WIB, pasangan Cornelis - Christiandy Sanjaya (CC) unggul dengan raihan 317.849 suara.

Sementara terbanyak kedua diraih pasangan Osman Sapta Odang - Ignatius Lyong (OSO-Lyong) dengan perolehan 111.013 suara, diikuti incumbent Usman Ja'far-Laurentius Herman Kadir (UJ-LHK) 110.179 suara dan Akil Mochtar - AR Mecer (AM) 60.544 suara.

Secara keseluruhan, sudah terhimpun sebanyak 599.585 suara dari lima kabupaten yakni Bengkayang, Landak, Sintang, Kapuas Hulu dan Ketapang. Untuk sementara, CC unggul di kelima kabupaten tersebut. Keunggulan mutlak pasangan yang diusung PDI Perjuangan itu di daerah pemilihan Kabupaten Landak, tempat Cornelis menjabat sebagai bupati.

Di kabupaten tersebut, pasangan itu mendapat 154.812 suara, jauh di atas pesaingnya, UJ-LHK 8.692 suara, OSO-Lyong 9.284 suara dan AM 6.941 suara.

Namun versi Koalisi Harmoni, UJ-LHK masih memimpin sedikit di atas CC. "Dari 60 - 70 persen data yang sudah dihimpun Koalisi Harmoni, UJ-LHK masih unggul dengan kisaran 37,65 persen sedangkan CC 35,89 persen," kata Ketua Koalisi Harmoni, Zulfadhli.

Untuk dua pasangan lainnya yakni OSO-Lyong 16,96 persen dan AM 9,5 persen. Zulfadhli menambahkan, pihaknya masih mengharapkan penambahan suara dari sejumlah basis pendukung seperti Kabupaten Ketapang, Sambas, Kota Pontianak dan Kabupaten Pontianak.

BANYAK WARGA PONTIANAK KECEWA TAK IKUT MEMILIH GUBERNUR


Pontianak, 16/11 (ANTARA) - Sejumlah warga Kota Pontianak, Kalimantan Barat yang masuk dalam daftar pemilih tetap pada pemilihan umum 2004, menyatakan tidak bisa ikut menggunakan hak pilihnya pada pemilihan gubernur yang berlangsung Kamis (15/11) karena tidak mendapat kartu pemilih dan undangan.

Andreas Acui Simanjaya, di Pontianak, Jumat, menyatakan telah terdaftar sebagai pemilih tetap, tetapi ternyata tidak memeroleh kartu pemilih dan undangan saat hendak mengikuti pemilihan gubernur.

"Saya kecewa tidak bisa berpartisipasi dalam pemilihan gubernur," kata Acui yang juga Sekretaris Umum Majelis Adat Budaya Tionghoa (MABT) Kalbar.

Masalah serupa juga dialami seorang wartawan, Nur Iskandar. Pada pemilihan umum 2004 lalu, ia terdaftar sebagai pemilih di tempat pemungutan suara (TPS) di Jalan KH Wahid Hasyim. Namun kemudian pindah rumah di Jalan Parit Haji Husin II.

Saat mengecek apakah telah terdaftar sebagai pemilih, ketua RT setempat menyatakan sudah lengkap. Namun pada kenyataannya, ia tidak memeroleh kartu pemilih dan undangan.

Kondisi yang sama juga dialami keluarga besar Muryadi yang tinggal di Jl Parit Haji Husin II. Sebanyak tujuh anggota keluarganya tidak dapat memilih karena tak memiliki kartu pemilih.

Sementara sehari menjelang pemilihan gubernur pada 15 November, Ketua KPUD Provinsi Kalbar, Aida Mochtar menyatakan sesuai Pasal 15 dan 16 ayat i sampai 13 Peraturan Pemerintah No. Tahun 2005 tentang Pemilihan, Pengesahan, dan Pemberhentian Kepala Daerah dan Wakil Kepala Daerah dan Pasal 3 ayat 1 sampai 3 Peraturan KPU No. 6 tahun 2007 tentang Tata Cara Pemutahiran Data dan Daftar Pemilih Pilkada yang isinya apabila wara yang sudah terdaftar sebagai pemilih tetap tidak mendapat kartu pemilih dan undangan, tetap dapat menggunakan hak pilihnya di tempat pemungutan suara.

Namun adanya pemberitahuan Ketua KPU tersebut, menurut warga sudah terlambat dan kurang sosialisasi. sehingga hanya sebagian kecil yang menggunakan hak pilihnya tanpa disertai kartu pemilih dan undangan.

Proses pemilihan gubernur Kalbar diikuti 2.925.018 pemilih dari sekitar 4,9 juta penduduk Kalbar. Penyelenggara pemilu kepala daerah menyediakan 9.654 tempat pemungutan suara (TPS) di 14 kabupaten/kota.

Pemilihan gubernur periode 2008-2013 tersebut diikuti empat pasangan calon, terdiri atas nomor urut satu Usman Ja'far - Laurentius Herman Kadir, dua Oesman Sapta Odang - Ignatius Lyong, tiga M Akil Mochtar - AR Mecer, dan empat Cornelis - Christiandy Sanjaya.

Pasangan UJ-LHK dan Cornelis - Christiandy, hingga berita ini ditulis bersaing ketat dalam memeroleh dukungan suara pemilih.

PASANGAN UJ-LHK DAN CORNELIS-CHRISTIANDY BERSAING DALAM PEROLEHAN SUARA


Pontianak, 16/11 (ANTARA) - Pasangan calon gubernur Kalimantan Barat, Usman Ja'far - Laurentius Herman Kadir (UJ-LHK) dan Cornelis - Christiandy Sanjaya (CC) bersaing ketat dalam memeroleh dukungan suara dari 2.925.018 pemilih.

Data yang diperoleh ANTARA Pontianak, Jumat, melalui hasil penghitungan cepat (quick count) Koalisi Harmoni -- pengusung UJ-LHK -- pasangan tersebut memeroleh dukungan suara 39,58 persen.

Sementara tiga pasangan lainnya, Oesman Sapta Odang - Ignatius Lyong (Oso-Lyong) memeroleh 14,14 persen, M Akil Mochtar - AR Mecer (AM) memeroleh 9,66 persen dan pasangan Cornelis - Christiandy Sanjaya memeroleh 36,62 suara.

Perolehan suara melalui metoda cepat itu dengan menggunakan sampling acak pada 300 desa.

Sementara menurut penghitungan cepat versi Harian Equator Pontianak, pasangan CC lebih unggul dengan perolehan suara 47,91 persen, UJ-LHK 32,30 persen, OSO-Lyong 11,49 persen dan AM 8,31 persen.

Ketua Koalisi Harmoni, Zulfadhli kepada wartawan di Pontianak, Kamis malam menyatakan dengan hasil itu, mereka optimis pasangan yang mereka usung tersebut akan terpilih menjadi Gubernur - Wakil Gubernur Kalbar periode 2008-2013.

Koalisi Harmoni merupakan gabungan delapan partai yakni Golkar, PPP, PKB, PAN, PKS, PBR, PDS dan Partai Merdeka yang mengusung Usman Ja'far - LH Kadir.
Zulfadhli mengatakan, perhitungan cepat tersebut mengambil data suara pemilih hingga pukul 17.00 WIB dari 300 desa yang tersebar di seluruh Kalbar baik di kawasan pesisir maupun pedalaman.

"Desa yang diambil datanya merupakan representasi dari kondisi Kalbar secara umum baik sosial, budaya dan politik," katanya.

Ia menegaskan, meski perhitungan cepat tersebut menunjukkan Usman Ja'far - LH Kadir unggul, namun Koalisi Harmoni tetap mengacu kepada keputusan KPU Kalbar dalam menetapkan pasangan terpilih.

Sementara data yang diperoleh dari Kabupaten Pontianak pada pukul 00.00 WIB, pasangan UJ-LHK memeroleh dukungan 112.274, OSO-Lyong 52.159, AM 18.498, CC 52.971 pemilih.

UJ-LHK SEMENTARA RAIH 52,87 PERSEN SUARA DI KABUPATEN SAMBAS

Pontianak, 15/11 (ANTARA) - Pasangan incumbent, Usman Ja'far - Laurentius Herman Kadir (UJ-LHK) untuk sementara meraih 52,87 persen suara di Kabupaten Sambas dalam Pemilu Gubernur-Wakil Gubernur Kalimantan Barat periode 2008-2013.

Berdasarkan data dari Desk Pilkada Kabupaten Sambas, Kamis malam, sebanyak 123.739 suara dari total 361.323 pemilih tetap di kabupaten tersebut telah terhimpun.

UJ - LHK mengumpulkan 65.418 suara, kemudian Oesman Sapta Odang - Ignatius Lyong (OSO - Lyong) 26.567 suara (21,48 persen), Akil Mochtar - AR Mecer (AM) 16.903 suara (13,66 persen), Cornelis - Christiandy Sanjaya (CC) 14.851 suara (12 persen).

Pengamatan ANTARA di sejumlah kecamatan seperti Kecamatan Tebas, UJ-LHK mendapat 8.818 suara, OSO - Lyong 2.950 suara, AM 2.579 suara dan CC 3.678 suara. Kertas suara rusak atau tidak sah 152 lembar.

Sedangkan di sejumlah TPS di Kota Sambas, antara UJ-LHK dan OSO-Lyong cukup merata. Di TPS 003 Desa Sebayam misalnya, OSO-Lyong mendapat 127 suara, diikuti UJ-LHK 116 suara, CC 17 suara dan AM 14 suara. Di TPS 002 Desa Tumuk Manggis, UJ-LHK 120 suara, OSO-Lyong 108 suara, AM 44 suara dan CC empat suara.

Kabupaten Sambas merupakan salah satu "kantung gemuk" kandidat untuk meraih suara maksimal di Pemilu Kalbar. Kabupaten Sambas tercatat memiliki pemilih terbanyak ketiga setelah Kabupaten Pontianak (503.810 jiwa) dan Kota Pontianak (370.060 jiwa).

PEMUNGUTAN SUARA SATU TPS DI KOTA PONTIANAK DIHENTIKAN

Pontianak, 15/11 (ANTARA) - Pemungutan suara Pemilu Gubernur - Wakil Gubernur Kalimantan Barat di TPS 051 Kelurahan Sungai Beliung, Kecamatan Pontianak Barat, Kamis pukul 12.00 WIB, dihentikan untuk diulang kembali pada Sabtu (17/11) pagi.

Ketua Pokja Pemungutan dan Perhitungan Suara KPUD Kota Pontianak, Sujadi di Pontianak, Kamis, mengatakan, terdapat 43 warga yang tidak tercantum dalam Daftar Pemilih Sementara (DPT) namun mendapat surat undangan dan memberikan suaranya di TPS tersebut.

KPU Daerah Kota Pontianak sudah mengeluarkan surat edaran No 270/327/KPU-Kota tanggal 12 Nopember 2007 salah satu isinya pemilih yang tidak tercantum dalam Salinan Daftar Pemilih Tetap (SDPT) tidak dapat/dilarang melakukan pemberian suara.

Menurut Sujadi, pemberian surat undangan terhadap warga yang tidak terdaftar itu karena ketidaktahuan Ketua Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara (KPPS) TPS 051. "Ketua KPPS di TPS itu mengaku baru mengetahui surat edaran dari KPUD setelah diberitahu salah seorang pemantau," katanya.

Namun KPUD tidak melanjutkan kasus itu ke proses hukum karena dinilai tidak ada unsur kesengajaan. Ketua KPPS dimaksud merupakan pengganti dari ketua sebelumnya yang menjelang hari pemungutan suara mengundurkan diri.

"Sayangnya, Ketua KPPS yang baru itu tidak mengikuti pelatihan menjelang pemungutan suara dari KPU sehingga tidak mengetahui aturan lengkap seputar pemungutan dan perhitungan suara di TPS," kata Sujadi.

Panitia Pengawas (Panwas) Kecamatan kemudian merekomendasikan agar dilakukan pemungutan ulang. Di TPS 051 Kelurahan Sungai Beliung terdapat 380 pemilih sesuai DPT yang diumumkan.

Ia menambahkan, pemungutan ulang akhirnya disepakati dilakukan dua hari sesudahnya karena ada mekanisme yang harus dijalani. "KPPS harus mengundang kembali warga. Selain itu, besok (Jumat) waktu yang singkat sehingga disepakati supaya dilakukan pada Sabtu," katanya.

Tertundanya hasil di TPS 052 ikut mempengaruhi jadwal rapat pleno KPUD Kota Pontianak tentang rekapitulasi suara pemilih. Sebelumnya, KPUD Kota Pontianak menjadwalkan rapat pleno akan dilakukan Jumat (16/11) sekitar pukul 14.00 WIB. Jadwal tersebut kemudian diubah menjadi Minggu (18/11) pukul 09.00 WIB.

"Dengan catatan, tidak ada kendala dalam proses perhitungan suara di kecamatan," kata Sujadi. Sementara mengenai jumlah warga yang tidak dapat memilih, ia memperkirakan berkisar dua ribu hingga tiga ribu orang.

Menurut Sujadi, angka itu lebih rendah dari prediksi awal yakni 20 persen dari total pemilih di Kota Pontianak yang jumlahnya 370.060 jiwa yang tersebar di 754 PTS.

GOLPUT MENDOMINASI SEJUMLAH TPS DI PILGUB KALBAR

Pontianak, 15/11 (ANTARA) - Kelompok yang tidak memberikan suaranya, mendominasi sejumlah Tempat Pemungutan Suara (TPS) di Kota Pontianak, Kamis, saat pemungutan suara Pemilu Gubernur - Wakil Gubernur Kalimantan Barat Periode 2008-2013.

Di TPS 013 Kelurahan Benua Melayu Darat Pontianak Selatan, berdasarkan daftar pemilih tetap (DPT), terdapat 543 warga yang berhak untuk memilih. Namun, yang menggunakan hak pilihnya sebanyak 393 orang.

Kemudian di TPS 005 Kelurahan Bangka Belitung Pontianak Selatan, dari 592 warga yang masuk dalam DPT, 299 di antaranya tidak memilih. Di TPS 16 Kelurahan Bangka Belitung, 149 dari 471 warga yang masuk dalam DPT, tidak memilih.

Begitu juga di TPS 002 Kelurahan Bangka Belitung, terdapat 223 warga yang memilih untuk tidak memilih dari total 589 warga yang tercantum di DPT.

Sementara di TPS 004 Kelurahan Sungai Bangkong Pontianak Kota, tempat Usman Ja'far memberikan suara, dari 528 total pemilih, sebanyak 156 warga tidak menggunakan haknya. Begitu juga di TPS 011 Kelurahan Sungai Bangkong, 99 warga abstain. Yang menggunakan hak pilihnya sebanyak 312 orang.

Di TPS 019 Kelurahan Parit Tokaya, tempat Laurentius Herman Kadir mencoblos, 150 warga tidak menggunakan hak pilihnya.

Hal itu menjadi ironi mengingat ribuan warga di berbagai daerah tidak dapat menggunakan hak pilihnya karena tidak terdaftar dalam DPT.

Pemilu Gubernur-Wakil Gubernur Kalbar diikuti empat pasangan calon yakni sesuai nomor urut, satu Usman Ja'far-Laurentius Herman Kadir (UJ - LHK), dua Oesman Sapta Odang - Ignatius Lyong (OSO - Lyong), tiga Akil Mochtar - AR Mecer (AM), empat Cornelis - Christiandy Sanjaya (CC).

PERHITUNGAN CEPAT VERSI KOALISI HARMONI, USMAN JA'FAR TETAP GUBERNUR KALBAR

Pontianak, 15/11 (ANTARA) - Perhitungan cepat versi Koalisi Harmoni pada Pemilu Gubernur-Wakil Gubernur Kalimantan Barat menempatkan pasangan incumbent, Usman Ja'far - Laurentius Herman (LH) Kadir meraih suara terbanyak dengan prosentase 39,58 persen.

Angka itu sedikit diatas perkiraan perolehan suara untuk pasangan yang diusung PDI Perjuangan, Cornelis - Christiandy Sanjaya yakni 36,62 persen. Kemudian pasangan Oesman Sapta Odang - Ignatius Lyong 14,14 persen, dan Akil Mochtar - AR Mecer 9,66 persen dengan tingkat kesalahan lebih kurang tiga persen.

Ketua Koalisi Harmoni, Zulfadhli kepada wartawan di Pontianak, Kamis malam menyatakan dengan hasil itu, mereka optimis pasangan yang mereka usung tersebut akan terpilih menjadi Gubernur - Wakil Gubernur Kalbar periode 2008-2013.

Koalisi Harmoni merupakan gabungan delapan partai yakni Golkar, PPP, PKB, PAN, PKS, PBR, PDS dan Partai Merdeka yang mengusung Usman Ja'far - LH Kadir.
Zulfadhli mengatakan, perhitungan cepat tersebut mengambil data suara pemilih hingga pukul 17.00 WIB dari 300 desa yang tersebar di seluruh Kalbar baik di kawasan pesisir maupun pedalaman. "Desa yang diambil datanya merupakan representasi dari kondisi Kalbar secara umum baik sosial, budaya dan politik," katanya.

Ia menegaskan, meski perhitungan cepat tersebut menunjukkan Usman Ja'far - LH Kadir unggul, namun Koalisi Harmoni tetap mengacu kepada keputusan KPU Kalbar dalam menetapkan pasangan terpilih.

"Ini masih sementara. Perhitungan cepat ini dikaji secara ilmiah tetapi bukan berarti Koalisi Harmoni mengklaim menang karena keputusan akhir tetap ada di KPU Kalbar," katanya. Ia menambahkan, perhitungan cepat juga merupakan pembelajaran kepada para kandidat maupun masyarakat untuk memperkirakan hasil akhir.

"Kalau ada yang suaranya jauh dibawah perkiraan tim kampanye masing-masing di awal kampanye, harus menerima dengan lapang dada seandainya hasilnya seperti perhitungan cepat," kata Zulfadhli.

Sedangkan KPU baru akan menetapkan hasil akhir sepekan setelah pemungutan suara. Ia mengatakan, tenggat waktu yang cukup lama itu dapat menimbulkan keresahan di masyarakat.

Hingga pukul 21.00 WIB, jumlah suara yang masuk ke pusat data Koalisi Harmoni mencapai 50 persen. Ia yakin, Jumat (16/11) malam angka tersebut akan mencapai 100 persen.

SEBAGIAN BESAR AKTIFITAS PERTOKOAN DI PONTIANAK TUTUP

Pontianak, 15/11 (ANTARA) - Berkaitan dengan pelaksanaan pemilihan Gubernur Kalimantan Barat periode 2008-2013, sebagian besar aktifitas pertokoan yang berada di sepanjang Jalan Gajah Mada dan Tanjungpura di Kota Pontianak tutup, sepanjang pagi hingga siang hari.

A Kiang (45) salah seorang pedagang seuvenir di Jalan Tanjungpura, Kamis, mengatakan, tidak membuka usaha dagangnya karena akan melakukan pemilihan calon gubernur. "Tetapi besok kami sudah melakukan aktifitas seperti biasa," katanya.

Sementara itu, dari pantauan ANTARA di beberapa TPS, warga sudah mulai mendatangi TPS-TPS sejak pukul 07.00 WIB hingga batas akhir pemungutan suara pukul 13.00 WIB.

Saat ini beberapa TPS, misalnya di TPS 37 Kelurahan Siantan Hulu, Kecamatan Pontianak Utara, para KPPS (Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara) sudah selesai melakukan penghitungan, pasangan nomor urut satu Usman Ja'far-Laurentius Herman Kadir mendapat 92 suara, urut dua Oesman Sapta Oedang-Ignatius Lyong, 65 suara, urut tiga, Akil Mochtar - AR Mecer, 25 suara, Cornelis - Christiandy Sanjaya, 65 suara.

Sementara di TPS 42, Kelurahan Siantan Hulu, Kecamatan Pontianak Utara, perolehan suara di antaranya, pasangan nomor urut satu Usman Ja'far-LH Kadir mendapat 99 suara, urut dua Oesman Sapta Odang-Ignatius Lyong, 28 suara, urut tiga, Akil Mochtar - AR Mecer, 21 suara, Cornelis - Christiandy Sanjaya, 122 suara.

Pemilu Gubernur-Wakil Gubernur Kalbar diikuti empat pasangan calon yakni sesuai nomor urut, satu Usman Ja'far-Laurentius Herman Kadir (pasangan incumbent), dua Oesman Sapta Odang (pengusaha) - Ignatius Lyong (birokrat), tiga Akil Mochtar (anggota DPR RI) - AR Mecer (mantan dosen), empat Cornelis (Bupati Landak) - Christiandy Sanjaya (aktivis pendidikan).

Dari pantauan di beberapa TPS yang ada, dua pasangan yaitu, pasangan urut satu, Usman Ja'far-Laurentius Herman dan nomor urut empat Cornelis - Christiandy Sanjaya, bersaing ketat untuk memperebutkan kursi kepemimpinan gubernur Kalbar periode 2008-2013.

Hingga berita ini diturunkan situasi keamanan di beberapa daerah kabupaten/kota di Kalbar masih relatif aman.

Masih terdapat berbagai masalah seputar pendataan pemilih di antaranya alamat ganda, tidak terdaftar sebagai pemilih meski memenuhi syarat, kartu pemilih atas nama orang yang sudah meninggal dan berusia balita.

Secara keseluruhan, terdapat 9.654 TPS disiapkan mengakomodir pemilih pada Pemilu Gubernur-Wakil Gubernur Periode 2008-2013 sebanyak 2.925.018 orang.