WidgetBucks - Trend Watch - WidgetBucks.com

Sabtu, 17 November 2007

APARAT KEPOLISIAN BERSIAGA DI PEMILIHAN ULANG TPS 051

Pontianak, 17/11 (ANTARA) - Puluhan aparat keamanan berseragam maupun tidak bersiaga di TPS 051, kelurahan Sungai Beliung, Pontianak Barat, Sabtu, saat dilangsungkan pencoblosan ulang pemilihan umum gubernur - wakil gubernur Kalimantan Barat karena pembengkakan jumlah pemilih.

Dari pengamatan ANTARA di Pontianak, pemilihan ulang tersebut masih berlangsung dan sudah sekitar 90 orang menggunakan hak suarannya. Sebanyak enma mobil patroli stand by di lokasi TPS tersebut di Jalan Pelabuhan Rakyat.

Komisi Pemilihan Umum Kota Pontianak, setelah mendapat rekomendasi Panitia Pengawas Pemilu, memutuskan melakukan pemilihan ulang di TPS 051 RT01/RW27 tersebut karena terjadi pembengkakan data pemilih.

Pada pemilihan Kamis (15/11) sebanyak 380 orang yang masuk dalam daftar pemilih tetap (DPT) telah menggunakan hak pilihnya, namun Ketua Kelompok Pemungutan Suara (KPPS) memberikan izin 43 warga yang tidak memiliki kartu pemilih dapat menggunakan kartu tanda penduduk (KTP).

Ketua KPPS Khairuddin, mengaku telah keliru memahami pengumuman KPU bahwa pemilih yang telah masuk DPT namun tidak memiliki kartu pemilih dan undangan boleh menggunakan hak pilihnya, dan bukan warga yang tidak termasuk dalam DPT.

Ketua Pokja Pemungutan dan Perhitungan Suara KPUD Kota Pontianak, Sujadi di Pontianak, Kamis, mengatakan KPU Daerah Kota Pontianak mengeluarkan surat edaran No 270/327/KPU-Kota tanggal 12 Nopember 2007 salah satu isinya pemilih yang tidak tercantum dalam Salinan Daftar Pemilih Tetap (SDPT) tidak dapat/dilarang melakukan pemberian suara.

Menurut Sujadi, pemberian surat undangan terhadap warga yang tidak terdaftar itu karena ketidaktahuan Ketua Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara (KPPS) TPS 051. "Ketua KPPS di TPS itu mengaku baru mengetahui surat edaran dari KPUD setelah diberitahu salah seorang pemantau," katanya.

Namun KPUD tidak melanjutkan kasus itu ke proses hukum karena dinilai tidak ada unsur kesengajaan. Ketua KPPS dimaksud merupakan pengganti dari ketua sebelumnya yang menjelang hari pemungutan suara mengundurkan diri.

Ketua KPPS yang baru itu tidak mengikuti pelatihan menjelang pemungutan suara dari KPU sehingga tidak mengetahui aturan lengkap seputar pemungutan dan perhitungan suara di TPS.

Menurut Sujadi pemungutan ulang disepakati dilakukan dua hari sesudahnya karena ada mekanisme yang harus dijalani. "KPPS harus mengundang kembali warga. Selain itu, besok (Jumat) waktu yang singkat sehingga disepakati supaya dilakukan pada Sabtu," katanya.

Tertundanya hasil di TPS 051 ikut mempengaruhi jadwal rapat pleno KPUD Kota Pontianak tentang rekapitulasi suara pemilih.

Sebelumnya, KPUD Kota Pontianak menjadwalkan rapat pleno akan dilakukan Jumat (16/11) sekitar pukul 14.00 WIB. Jadwal tersebut kemudian diubah menjadi Minggu (18/11) pukul 09.00 WIB.

TIM CORNELIS - CHRISTIANDY NYATAKAN MENANGI PEMILU GUBERNUR KALBAR

Pontianak, 16/11 (ANTARA) - Tim Kampanye Cornelis - Christiandy Sanjaya (CC) mengklaim hingga Jumat pukul 17.13 WIB pasangan tersebut telah mengumpulkan 871.826 suara atau 43,20 persen dari total 2,018 juta pemilih sehingga patut dinyatakan sebagai pemenang dalam Pemilu Gubernur-Wakil Gubernur Kalimantan Barat Periode 2008-2013.

Sementara untuk pasangan incumbent, Usman Ja'far - Laurentius Herman Kadir (UJ-LHK) hanya mengumpulkan 633.042 suara atau 31,36 persen.

Ketua Tim Kampanye CC, Thomas Alexander kepada wartawan di Pontianak, Jumat malam, mengatakan, hasil itu diperoleh setelah melihat penghimpunan data yang dilakukan tim mereka, pasangan yang diusung PDI Perjuangan itu unggul di delapan daerah pemilihan.

Delapan daerah pemilihan itu yakni Kabupaten Bengkayang, Landak, Sanggau, Sekadau, Sintang, Melawi, Kapuas Hulu dan Kota Singkawang.

Sedangkan UJ-LHK di tiga daerah pemilihan yakni Kota Pontianak, Kabupaten Pontianak dan Kabupaten Sambas. Satu daerah pemilihan lain, Kabupaten Ketapang, direbut oleh pasangan Oesman Sapta Odang - Ignatius Lyong (OSO-Lyong). OSO - Lyong mengumpulkan 323.606 suara secara keseluruhan.

Pasangan Akil Mochtar - AR Mecer (AM), berada di nomor buncit dengan perolehan secara keseluruhan 189.866 suara.

"Angka rekapitulasi ini masih sementara karena terus diperbarui oleh tim kampanye yang ada di tiap TPS (tempat pemungutan suara)," katanya.

Anggota Tim Kampanye CC, Makarius Sintong mengatakan, untuk memperoleh data tersebut, mereka mengerahkan sedikitnya 30 ribu orang. Mekanismenya, satu orang ada di tiap TPS sebagai saksi, juga di tingkat desa/kelurahan, kecamatan hingga kabupaten.

Data yang diperoleh di tiap TPS kemudian disampaikan ke seksi penghitungan suara tingkat desa, kecamatan untuk selanjutnya dikirim melalui faksimil ke tim kampanye tingkat provinsi.

"Mekanisme ini membuat data yang diperoleh lebih cepat diketahui dibanding KPU," kata Makarius Sintong.

Ia menambahkan, angka untuk pasangan CC kemungkinan terus bertambah karena masih ada TPS di basis pendukung yang belum mengirimkan datanya. Selain itu, kacaunya pendataan pemilih membuat banyak warga tidak dapat menyalurkan hak pilihnya.

"Tetapi secara keseluruhan pelaksanaan pemilu gubernur secara langsung untuk pertama kalinya di Kalbar ini sudah cukup baik," kata Makarius Sintong.

Tingkat partisipasi pemilih sekitar 70 persen dari total pemilih yang terdata sebanyak 2,93 juta orang. Menurut Mickael Jeno, anggota Tim Kampanye CC, angka tersebut cukup representatif mengingat kondisi Kalbar yang belum seluruhnya terjangkau serta terbatas infrastruktur.

"Dibanding DKI Jakarta yang jauh lebih lengkap dengan tingkat partisipasi pemilih sekitar 60 persen, untuk Kalbar angka itu telah mewakili," kata Mickael Jeno.

Ia berharap, KPU Daerah Kalbar tidak berlama-lama dalam menetapkan calon terpilih untuk menghindari dampak yang tidak diinginkan. KPU Daerah Kalbar menjadwalkan rapat pleno penetapan calon terpilih pada Senin, (27/11).