WidgetBucks - Trend Watch - WidgetBucks.com

Minggu, 25 November 2007

POLDA KALBAR SIAGA I PLENO PENETAPAN GUBERNUR TERPILIH


Pontianak, 25/11 (ANTARA) - Kepolisian Daerah Kalimantan Barat masih memberlakukan status Siaga I dalam menghadapi sidang pleno Komisi Pemilihan Umum Provinsi yang akan menetapkan Gubernur Kalbar terpilih periode 2008-2013.

Masih berlakunya Siaga I tersebut -- sejak Kamis (15/11) -- ditunjukkan dengan adanya Apel Siaga yang diikuti hampir seluruh kekuatan di Polda Kalbar, yang berlangsung di halaman Kantor Gubernur Kalimantan Barat, Minggu.

Kepala Kepolisian Daerah Kalbar, Brigjen Zainal Abidin Ishak usai apel Siaga di halaman Kantor Gubernur Kalbar, menyatakan pihaknya melakukan upaya preventif dalam mengatasi kerawanan keamanan saat rekapitulasi penghitungan suara dan penetapan gubernur terpilih.

Dijadwalkan pada Senin (26/11) KPU Provinsi Kalbar akan melakukan rekapitulasi penghitungan suara pemilih calon gubernur - wakil gubernur Kalbar. Kegiatan tersebut disusul dengan pleno penetapan pasangan calon gubernur terpilih pada Selasa.

Kedua kegiatan berlangsung di Gedung DPRD Kalbar di Jl Ahmad Yani, Pontianak.

Karena itu, sebanyak 1650 personel ditambah 350 personel cadangan yang didukung kekuatan TNI Angkatan Darat bersiap siaga di sejumlah titik rawan.

"Kami belum menerima informasi akan adanya ancaman keamanan. Tetapi kami selalu memprediksi setiap ancaman terburuk," Kata Kapolda.

Polisi juga akan bertindak tegas jika menemukan warga masyarakat yang berbuat anarkis.

Sementara mengenai apel siaga yang baru saja digelar, ia menjelaskan, apel siaga yang disusul dengan pawai keliling kota menggunakan kendaraan semisal water canon, mobil patroli dan kendaraan motor bukan untuk unjuk kekuatan, namun memberikan gambaran kepada masyarakat bahwa aparat selalu siap.

"Ini merupakan satu paket dengan kesiapan polda dalam pengamanan pemilihan gubernur," katanya.

Dalam kesempatan tersebut, Kapolda juga berterima kasih kepada masyarakat Kalbar yang telah membantu menciptakan suasana kondusif.

"Karena hingga malam tadi situasi masih kondusif," jelasnya.

Apel siaga polisi dipimpin Kepala Biro Operasi Polda Kalbar Komisaris Besar (Pol) RGD Simangunsong.

Menyertakan kekuatan dari Poltabes Pontianak, Polisi Perairan, Brigade Mobil, termasuk tim Penjinak Bahan Peledak.

Sebanyak 2,9 juta dari 4,9 juta lebih penduduk Kalbar melaksanakan pemungutan suara memilih satu dari empat pasangan calon gubernur Kalbar periode 2008-2013.

Empat pasangan calon tersebut, Usman Ja'far - Laurentius Herman Kadir, Oesman Sapta Odang - Ignatius Lyong, M Akil Mochtar - AR Mecer, Cornelis - Christiandy Sanjaya.

DESAKAN PEMILU ULANG GUBERNUR KALBAR

Pontianak, 24/11 (ANTARA) - Puluhan mahasiswa yang tergabung dalam Forum Mahasiswa Pemuda Kalimantan Barat (FMPKB), Sabtu, menuntut pemilihan umum gubernur - wakil gubernur Kalbar 2008-2013 yang proses pemungutan suaranya berlangsung pada 15 November, untuk diulang karena sarat kecurangan.

Desakan agar dilakukan pemilihan ulang mengemuka pada aksi unjuk rasa yang berlanjut dengan dialog antara FMPKB dan dua anggota Komisi Pemilihan Umum Provinsi Kalbar, Muhammad Syarifuddin dan Nazirin, di kantor KPUP Kalbar, Jalan Ahmad Yani, Pontianak Selatan.

Juru bicara aksi, Andi, menyatakan, kecurangan tersebut, semisal penggelembungan suara, pengumuman hasil survei Lembaga Survei Indonesia (LSI), serta adanya dukungan 22 organisasi keagamaan yang salah satunya Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kalbar terhadap salah satu pasangan calon gubernur.

Juga ada intimidasi kepada pemilih, politik uang dan sekitar 33 persen masyarakat yang berhak memilih tidak dapat menggunakan hak pilihnya karena tidak mendapat kartu pemilih dan undangan. "Ini terjadi akibat ketidakbecusan KPU dalam menyelenggarakan pemilihan," kata Andi.

Anggota KPU Kalbar, Nazirin, menyatakan mereka tetap akan melakukan rekapitulasi penghitungan suara pemilihan gubernur dan wakil gubernur Kalbar pada Senin dan Selasa (26-27/11). Proses yang sama juga sudah diselesaikan di tingkat kabupaten/kota.

Selain aksi dari FMPKB, sekelompok orang yang mengatasnamakan Lembaga Swadaya Masyarakat Aspirasi Amanah Masyarakat Kalbar, juga menuntut hal yang sama.

Namun dalam dialog tersebut, KPU Provinsi Kalbar menyatakan tetap akan melakukan rekapitulasi penghitungan suara pemilih pada Pemilu Gubernur - Wakil Gubernur Kalbar 2008-2013 pada Senin (26/11) depan.

Selain menuntut Pemilu ulang, beberapa hari lalu belasan mahasiswa yang tergabung dalam Aliansi Mahasiswa Peduli Demokrasi (AMPD) Kalbar juga mendatangi kantor KPU tersebut guna menuntut diadakannya Pemilu susulan. Pemilu susulan tersebut untuk memberikan kesempatan kepada pemilih yang tidak mendapat kesempatan menggunakan haknya akibat persoalan administrasi karena kacaunya pendataan penduduk.

Saat menerima aksi AMPD, Ketua KPU Kalbar, Aida Mochtar menyatakan, adanya pemilih tidak terdaftar dan temuan pelanggaran belum menjadi dasar hukum untuk digelarnya Pemilu susulan.

Pemilu susulan hanya dapat dilakukan jika ada persetujuan dan rekomendasi dari Panitia Pemilihan Kecamatan dan Panitia Pengawas setempat. Karena berbagai temuan pelanggaran saat pencoblosan harus diputuskan di tingkat kecamatan. Pencoblosan ulang dilakukan selambat-lambatnya tujuh hari setelah pemungutan suara setelah ada rekomendasi dari PPK dan Panwas setempat karena berbagai pelanggaran.

Namun jika ditemukan pelanggaran setelah tenggat waktu tersebut, masyarakat dapat memperkarakan ke pengadilan.